Malam Hari Nikmati Perkedel Bondon

    BAGI penyuka makan di tengah malam, perkedel "bondon" menjadi
salah satu alternatif pilihan dengan menu favorit perkedel yang
dimasak menggunakan peralatan tradisional di kawasan Stasiun lama,
Kota Bandung.* DUDI SUGANDI/"PR"

 Untuk yang memburu gado-gado, cobalah ke Jln. Raden Patah dekat
Unpad. Makan gado-gado di tempat ini, dijamin kenyang! Kalau Anda
pesan satu porsi saja, takarannya bisa untuk 2-3 orang. Kalau memang
gado-gado ini ingin berkesan di lidah, kosongkan dulu perut Anda, baru
pesan. Tapi, jika Anda sedang ingin kudapan yang garing dan pedas,
datang ke Jln. Burangrang. Di situ ada warung Batagor Riri. Pesan 2-3
biji saja, Anda sudah tidak perlu mencari nasi lagi. Selain sedap,
sama-sama mengenyangkan!

Kudapan berbahan tahu dicampur gilingan ikan ini, dapat Anda temui
pula di Jln. Jln. Purnawarman (dekat pintu keluar tempat parkir
Gramedia), Jln. Cibadak (depan toko buku Merauke), Simpang Dago, Jln.
Bungsu, dan Jln. Pasirkaliki sebelum stopan Pajajaran. Yang ramai sih
di Simpang Dago, maklum di situ kawasan mahasiswa. Tapi sayang, rada
susah parkir!

Bagi penyuka sate, bisa dicicipi beragam jenis, mulai dari sate ayam
Blora di Jln. Pasirkaliki, sate ayam Jln. Maulana Yusuf (seberang
gereja), sate kambing Karjan Jln. Pasirkaliki, sate Hudori di seberang
Stasiun Hall, atau sate kambing Jln. Balonggede.

Untuk kawasan Bandung selatan, Anda bisa mencoba sate Cilampeni yang
kahot. (terkenal) Lokasinya bila dari arah Kopo-Soekarno Hatta menuju
Soreang, berdekatan dengan lapangan Sulaeman. Sate Cilampeni terkenal
karena bahan dasarnya kambing muda yang empuk.

Nah, apalagi? Jika Anda kebetulan sedang berada di Bandung pada siang
hari dan saatnya makan siang, Anda bisa memilih tempat dengan menu
pilihan yang beraneka ragam itu. Anda siap goyang lidah? Carilah
tempatnya, paling cuma keluar uang Rp 25.000,00, sudah ditambah es
teh.

Petis sayur Pa Haji

Bagi yang menyukai petis, bisa datang ke Jln. Puteri. Di sana, kita
bisa menikmati petis sayur Pak Haji. Bagi yang sudah lama mengenalnya,
biasa menyebut petis sayur Toko Hejo, karena letaknya di samping kanan
Toko Hejo, toko kelontong yang semua catnya berwarna hejo (hijau).

"Sejak 1921, saat pertamakali kakek saya berdagang di sini, orang
lebih mengenal dengan sebutan petis jalan Puteri karena lokasi
mangkalnya di belokan jalan Puteri. Tapi, belakangan setelah almarhum
kakek saya naik haji, orang mengenalnya dengan sebutan petis sayur Pa
Haji, sampai sekarang," ujar Azhiem, generasi ketiga penerus "Petis
Sayur Pa Haji".

Petis sayur yang memiliki kekhasan rasa bumbu petisnya yang berbeda
dengan petis pada umumnya tersebut, dirintis Alm. H. Ali Sahali, sejak
1921. Kelebihan petis sayur Pa Haji, terletak pada bumbu petisnya.
Umumnya petis sayur, untuk menambah rasa gurih diberi bumbu kacang
maupun bumbu penyedap lainnya. "Kelezatan dari petis kami hanya pada
bumbu petisnya saja, yang dipesan secara khusus," ujar Azhiem.

Bumbu petis yang kembali diolah dicampur air untuk kemudian disiramkan
ke potongan lontong yang kemudian diberi toge rebus dan daun seledri.
Kekhasan lainnya adalah kerupuk mi yang ditaburkan dan tahu yang
digoreng matang.

Untuk harga, satu porsi standar petis sayur Pa Haji dihargai Rp
8.000,00, sementara yang spesial Rp 10.000,00. "Bahkan, kami
menyediakan porsi dua dengan harga Rp 12.000, 00 karena banyak
pengunjung yang sering merasa porsi biasa masih kurang," ujar Azhiem.

Petis sayur Pa Haji, sejak dulu hingga kini mulai buka sejak pukul
7.30 WIB hingga 16.00 WIB. "Tapi, biasanya jam 12 juga sudah habis,
apalagi kalau Sabtu atau Minggu, bisa habis sebelum jam 12 siang,"
ujar Azhiem. Jadi, kalau tidak mau kehabisan, datang sebelum jam 12.00
WIB.

Perkedel bondon

Nah, untuk malam hari, bisa juga mencoba "perkedel bondon" yang kini
menjadi primadona wisata kuliner Bandung. Letaknya di Jln. Kebonjati,
masuk emplasemen stasiun lama Bandung. Disebut perkedel bondon, karena
warungnya baru buka pukul 21.00 WIB, persis seperti para bondon
(wanita nakal) yang biasa beroperasi malam hari.

Biasanya, warung perkedel bondon yang menawarkan menu standar terdiri
dari lauk ayam, gepuk, tahu, dan tempe itu, akan "diserbu" pengunjung
menjelang tengah malam. Jadi, jangan heran jika telat datang, Anda
akan berada dalam satu antrean panjang. Untuk menikmati perkedel
bondon yang dicocol dengan sambel terasi, pembeli tak perlu merogoh
kocek terlalu dalam. Dijamin sangat murah.

Makan malam di Bandung juga identik dengan warung Ceu Mar, yang
terletak di kawasan Cikapundung. Warung tersebut mulai beroperasi
20.00 WIB hingga subuh. Atau bisa juga mencicipi menu di warung Nasi
Kalong di Jln. R.E. Martadinata (Riau). Tentu saja, masih banyak titik
atau lokasi makan yang bisa dicoba, sambil hangout menikmati udara
malam Parijs van Java. (Ella Y.P./Eriyanti N.D./Retno H.Y./"PR")***

citation: 
http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&kd_sup=1&id=16680

Kirim email ke