Kebebasan Internet Perlu Dilindungi

Matthijs Nieuwenhuis
17-07-2008

Eropa harus melawan sensor internet. Selain itu, kalangan pembangkang
yang aktif menggunakan internet harus dilindungi dalam menghadapi
penguasa otoriter. Sekelompok anggota parlemen Eropa berpendapat harus
dikeluarkan peraturan mengenai hal ini. Amerika Serikat sudah sibuk
dengan peraturan itu.

Makin banyak saja negara yang membatasi kemungkinan rakyatnya secara
bebas menggunakan internet. Selain itu juga makin banyak saja
perusahaan asing yang ditekan supaya memberi informasi mengenai
pembangkang yang aktif dalam internet. Ini bukan perkembangan yang
baik, demikian Jules Maaten, anggota parlemen Eropa dari fraksi
konservatif VVD.

Jules Maaten: "Misalnya penyedia jasa internet tidak perlu membuka
kantor di negara-negara yang membatasi internet. Harus ada
transparansi. Kalau pemerintah yang berurusan dengan perusahaan barat
meminta menyaring internet atau menyediakan informasi tertentu, maka
ini juga harus diketahui umum. Harus dilaporkan. Kami meminta Komisi
Eropa supaya menyediakan dana untuk mengembangkan prasarana yang
membatasi sensor internet. Kami percaya ekspor perangkat lunak atau
perangkat keras pada negara-negara yang membatasi internet juga harus
dibahas dalam evaluasi hak-hak asasi manusia".

Yahoo
Yahoo misalnya harus memberi informasi tentang pembangkang Cina Shi
Tao, karena Yahoo berkantor di sana. Wartawan Nirbatas yang selalu
memperjuangkan kebebasan pers di seluruh dunia, menyambut gembira
inisiatif Eropa ini. Masalahnya berkembang cepat, demikian Clothilde
Le Coz dari Wartawan Nirbatas.

Clothilde Le Coz: "Ambil contoh Yahoo yang meneruskan data pribadi
salah satu anggota kami sehingga ia divonis 10 tahun penjara. Data
Yahoo memungkinkan pemerintah Cina menangkap dan memenjaranya. Inilah
bentuk kerjasama yang tidak kami inginkan terjadi di Eropa. 15 sampai
20 negara terlbat dalam soal ini. Pada tahun 2000, baru tiga yaitu
Vietnam, Saudi Arabia dan Cina. Jadi jumlahnya benar-benar meningkat".

Amerika sudah selama empat tahun menyusun peraturan macam ini, yaitu
melalui Global Online Freedom Act. Anggota parlemen Eropa Jules Maaten
baru pulang dari Washington. Di sana ia bertemu dengan anggota kongres
partai Republik, Chris Smith. Mereka membahas soal pelajaran apa yang
bisa dipetik Eropa dari Amerika dalam hal ini.

Belum ada langkah konkrit
Tapi kalau perusahaan Eropa dan Amerika dibatasi dalam bekerja sama
dengan rezim seperti Cina, Myanmar dan Tunisia, maka rezim-rezim itu
juga bisa mencari peluang lain. Misalnya dengan mengatur sendiri
internet atau meminta bantuan kepada perusahaan Cina. Kalau sampai
begitu, bukankah situasinya akan makin parah saja?

Jules Maaten: "Sekarang mereka sebenarnya sudah bisa melakukannya.
Alasan mengapa mereka ingin mendapatkan teknologi Eropa atau Amerika,
adalah karena teknologi itu lebih baik. Tapi kalau teknologi mereka
pada suatu saat lebih baik, mereka tidak butuh kami lagi."

Sementara itu Eropa tengah menanti sampai Komisi Eropa mengajukan
usulnya. Tapi sejauh ini belum ada rencana kongkrit. Diperkirakan
masih akan bertahun-tahun lagi sebelum diambil langkah kongkrit.

Citation: http://www.ranesi.nl/tema/teknologi_informasi/kebebasan_internet080717

Kirim email ke