Disiapkan, Program "Multiyears" Bangun Jalan di Jabar Selatan SUKABUMI, (PR).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar merencanakan program multiyears bagi pembangunan jalan di Jabar selatan. Program ini dimaksudkan untuk menangani kerusakan jalan yang selama ini belum terselesaikan.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Bina Marga Jabar, Thaher Sastrodiningrat di Sukabumi, Minggu (24/8), saat mengikuti rombongan safari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ke Kab. Cianjur dan Kab. Sukabumi. Thaher menjelaskan, dengan program multiyears, penanganan jalan dapat dilakukan sekaligus, karena dapat diteruskan tahun selanjutnya tanpa menunggu tahun anggaran yang baru. "Selama ini, karena bertahap, problemnya tidak habis-habis," ujarnya. Berdasarkan evaluasi terakhir yang dilakukan Dinas Bina Marga Jabar, dari 2.199,18 km jalan provinsi, 87 persen dikategorikan baik dan sedang. Sedangkan 13 persen lainnya dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat. "Namun, hanya 20 persen jalan yang kondisinya bisa dikatakan baik, sedangkan 67 persen kondisinya sedang, yang apabila tidak dijaga bisa turun menjadi rusak ringan," kata Thaher. Dari 13 persen jalan yang rusak itu, ungkap Thaher, sebagian besar berada di daerah selatan, seperti Agrabinta, Sindangbarang. Bahkan jalan antara Garut-Cianjur masih ada dua jembatan yang belum tersambung, yaitu di daerah Cidaun dan Cisela. Oleh sebab itu, pada tahun ini, penanganan jalan akan diprioritaskan ke daerah Jabar selatan. "Sebetulnya diusulkan multiyears bagi 1.000 km jalan provinsi dengan dana Rp 2,5 triliun. Jika dicicil selama tiga tahun, akan menghabiskan sekitar Rp 700 miliar per tahun. Namun, karena belum bisa dilaksanakan, untuk tahun 2008, diusulkan Rp 400 miliar untuk penanganan jalan, yang sebagian besar akan dialokasikan ke Jabar selatan," ujarnya. Jalan nasional Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, daerah di Jabar selatan yang sasaran program multiyears berada di daerah Cianjur, Sukabumi, dan Garut, termasuk jalur Cianjur-Sindangbarang. Program itu akan dilakukan mulai tahun 2009, dan direncanakan selesai pada tahun 2010. Untuk merealisasikan program itu, kata Heryawan, kini pemprov tengah melakukan pembicaraan dengan Bapenas dan Departemen Pekerjaan Umum. "Diharapkan ada Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi jalan-jalan provinsi dan jalan nasional di Jabar," ujarnya. Selain itu, pemprov juga berupaya agar pemerintah pusat mengubah 257 km jalan nonstatus di Jabar selatan, menjadi jalan nasional. Jalan sepanjang itu, selain menghubungkan Jabar dengan Banten, apabila ditangani dengan lebih serius, juga dapat menjadi jalur alternatif pantura. (CA-188/A-162)*** Citation: http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=29644

