--- On Sat, 11/8/08, Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: Keimanan-5
To: "kisunda" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, November 8, 2008, 2:25 AM
--- On Mon, 11/3/08, Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Keimanan-5
To: "proletar" <[EMAIL PROTECTED]>, "padhangmbulan" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "radioliner" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, November 3, 2008, 9:31 PM
KOMUNIKASI :
Melihat dan mendengar, tambah dengan kepekaan merasakan; mungkin juga dngan
segala geak tubuh, emosi dll. Ini semua menimbulkan suatu ungkapn, dan akan
dibaca orang lain, kemudian oang lain meresponse; dan sebaliknya; bila semuanya
lancar maka disebut komunikasi.
Atau komunikasi adalah hubungan antara dua pihak atau lebih dimana keduanya
bisa saling mengerti. Bukan saja antara manusia dengan manusia; tapi termauk
juga dengan tumbuhan dan binatang. Bahkan katakan saja dengan alam semesta.
Itulah sebabnya ayat pertama Qur’an adalah Iqra ; artinya berkomunikasi.
Komunikasi pada hakekatnya bukanlah karena mata, hidung, mulut dlsb. Tapi lebih
kepada antenna dua pihak, yang dimiliki masing2, makin kuat frequensi antenna
maka makin peka , sehingga lebih bisa berkomunikasi dan berinteraksi dari pada
yang lainnya.
Antenna inilah sebenrnya yang menjadi alat komunikasi UTAMA.
Sekarang balik kita pada pembicaraan mengenai Tuhan, Tuhan Al Bashar Maha
Melihat, buka berarti punya mata seperti yang dikenal didunia manusia; begitu
pula AsSamii Maha mendengar, bukan seperti manusia dengan alat pendengar yang
dinamakan kuping bersama cupingnya; tapi lebih kepada seperti pesawat TV dengan
antennanya. Jelas disini Tuhan memiliki Antenna yang luar biasa pekanya maka
disbut Al Latif Maha Peka.
Memang MakhluqNya terutama manusia SULIT berkomunikasi dnganNya; tapi DIA
dengan AntennaNya yang luar biasa bisa membaca semua dan seluruh Alam Semesta
ini dalam in No Time. Maka dengan inilah Tuhan mendetksi seluruh jalannya alam
Semesta, baik otu Planit2 dan bintang bintang ng proses dan jalannya sudah
diprogram sebelumnya, Jadi tuhan sendiri sepertinya juga Pesawat TV yang sangat
sangat besar; yang bisa HIDUP sendiri tanpa dihidupkan oleh siapapun; dan akan
terus HIDUP abadi selamanya; maka disebut Al Hayat Yang Maha Hidup.
Bahasa yang dilakukan oleh Tuhan adalah Bahasa seluruh alam semesta; ya
terhadap Jin, Malaikat , Manusia, binatang, bintang2 dll. Karena bahasa disini
bukan bahasa Inggris, Indon dlsb. Tapi bahasa antenna yang dimengerti oleh
seluruh MakhluqNya; yang dikehendakiNya. Hanya saja ada yang merasa ada pula
yang tidak merasa atau tak mau merasa bahwa itu dari Tuhan Yang Menciptakannya.