Israel tepi ka ayeuna nguber-nguber urut NAzi nu kalalabur 
sarengesena Perang Dunya II, lolobana kalalabur ka Amerika Latin ( 
Brazil, Chili, Argentina ...). Salah saurangna Aribert Heim, nu 
singhoreng geus maot di Kairo (Bejana dihandap tina Temointeraktif). 
Aribert Heim saurang dokter, manehna nyieun eksperimen nu make 
kelenci percobaanana, lain sato tapi ..... urang Yahudi.

Tapi cenah, kuring kungsi nempo dina TV, catetan2 eksperimen para 
dokter Nazi teh murag ka sekutu (Amerika, Inggris).  Tah catetan-
catetan eksprimen ieu, akhirna dimanfaatkeun ku para ahli medis di 
Amerika. Lamun enya teh kitu, para dokter Nazi nu telenges teh gede 
jasana keur elmu pangaweruh jeung kamanusaan 
(ayeuna) ...heuheuheu     
 
Buronan "Dokter Kematian" Penjahat Perang Nazi Sudah Mati
Kamis, 05 Februari 2009 | 10:01 WIB

TEMPO Interaktif ,  Salah satu penjahat perang Nazi yang paling 
dicari, Aribert Heim atau sering disebut sebagai "Dokter Kematian" 
yang diperkirakan bersembunyi di Amerika Selatan, dilaporkan telah 
meninggal di Kairo tahun 1992.

Heim terbukti telah membunuh ratusan orang di kamp konsentrasi 
dengan ekspermen medisnya yang mengerikan, termasuk melakukan 
operasi tanpa pembiusan dan menginjeksi minyak langsung ke jantung.

Saluran televisi ZDF Jerman menyatakan bahwa Heim mati karena kanker 
pada tahun 1992, seperti diungkapkan oleh anak lak-lakinya di Kairo, 
dimana dia tinggal dengan nama Islam Tarek Farid Hussein.

ZDF dan juga New York Times mengklaim mereka mempunyai lebih dari 
100 dokumen termasuk paspor Heim, buku bank, surat pribadi dan 
catatan medis yag membuktikan dan tanpa diragukan lagi bahwa Heim 
hidup di sebuah hotel di Kairo sampai dia meninggal.

Heim mulai bersembunyi sejak tahun 1962. Sementara pemburu pemimpin 
Nazi Efraim Zuroff dari Pusat Simon Wiesenthal mengatakan bahwa 
akhir Juli yang lalu dia percaya Heim masih hidup dan tinggal di 
Argentina atau Cile.

"Laporan kematian itu bisa jadi benar, namun kami tidak menemukan 
mayat atau kuburannya," ujarnya. "Banyak orang tertarik dengan 
kematiannya, jadi kami akan periksa dokumen yang telah ditemukan."

Zuroff menambahkan kalau dia akan sangat kecewa jika Heim telah mati 
sebelum dia mempertanggungjawabkan perbuatanya. "Tapi saya tidak 
menyesal dengan usaha yang telah kami lakukan untuk menangkap dia 
karena dunia telah tahu siapa dia."

Heim terlahir 28 Juni 1914 di Radhesburg, Austria. Dia bergabung 
dengan partai Nazy sebelum Jerman menguasai Austria, ketika 
keanggotan partai saat itu masih ilegal. Dia kemudian menjadi 
anggota elit pasukan SS Hitler pada tahun 1940, setelah tinggal di 
Kamp di Buchenwald dan Sachsenhausen di Jerman serta pos yang tidak 
terkenal di Kamp Mauthausen di Austria. Di Mauthausen ini, Heim 
menjadi terkenal dengan sebutan "Dokter Kematian" karena secara 
sadis melakukan ekperimen operasi tanpa pembiusan. 

Heim pernah ditangkap di Amerika tahun 1945 namun dilepas kembali 
dua setengah tahun kemudian. Anak Heim, Ruediger dalam wawancara 
dengan ZDF mengatakan bahwa bapaknya dalam pelariannya menuju Kairo 
melalui Prancis dan Maroko. Dia menjalani kemoterapi dan 
radioterapi, sebelum akhirnya meninggal beberapa bulan setelah 
perawatan karena mengidap kanker.

Di situs New York Times, Heim merupakan orang nomor dua, masuk 
daftar nomor orang yang paling dicari di pusat Simon Wiesenthal, 
setelah Alois Brunner, asisten Adolf Eichmann, yang juga 
diperkirakan sudah meninggal. Eichman, merupakan salah satu arsitek 
yang melakukan pembersihan kaum yahudi, yang telah digantung di 
Israel tahun 1962.

AFP| NEWYORKTIMES| NUR HARYANTO



Kirim email ke