Halaaahh... Elite teu mikir.
Bisa2 Indonesia jiga Thailand euy...

-Bohay-



Pada 21 April 2009 10:06, waluya2006 <[email protected]> menulis:

>
>
> Maca beja dina Tempointeraktif, cenah Mega jeung Wiranto ngancam rek
> ngaboikot Pemilu Presiden. Beu .... atuh ari kieu mah, lain tindakan alus,
> malah bisa ngabahayakeun kastabilan Indonesia.
>
> Ulah kitu atuh Ibu, sim Abdi alim nagara abdi jadi siga Thailand!
>
> Megawati dan Wiranto Ancam Boikot Pemilu Presiden
> Selasa, 21 April 2009 | 07:46 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
> Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto
> mengancam akan memboikot pemilihan presiden jika pemerintah dan
> penyelenggara pemilihan tak segera membenahi kecurangan dalam proses
> pemilihan legislatif. "Kami pertimbangkan untuk tidak melakukan partisipasi
> dalam pemilu presiden," kata Wiranto setelah bertandang ke rumah Megawati di
> kawasan Menteng kemarin.
>
> Wiranto menjelaskan, sejumlah partai politik saat ini menuntut pemerintah
> dan Komisi Pemilihan Umum bertanggung jawab atas ketidakberesan dalam pemilu
> 9 April lalu. Isi tuntutan antara lain meminta para pejabat Komisi Pemilihan
> Umum mundur, mendesak adanya tindakan hukum atas dugaan kecurangan, serta
> melibatkan lembaga internasional dalam pengawasan pemilihan.
>
> Menurut Wiranto, draf gugatan itu kini sedang dalam proses penyelesaian dan
> akan segera siap dalam dua hari ke depan. "Kami khawatir, jika ini tidak
> dikonkretkan, akan mencederai pemilu berikutnya," kata Wiranto. "(Kami)
> pasti akan menggugat."
>
> Sebelum menemui Megawati, kemarin Wiranto mengumpulkan perwakilan dari 21
> partai politik peserta pemilu legislatif yang kecewa dan merasa dirugikan.
> Pertemuan itu, katanya, adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di
> kediaman Mega.
>
> Megawati sendiri tak bisa dimintai konfirmasi karena ia tak menemui
> wartawan yang menunggu di luar rumahnya. Sejumlah petinggi PDI Perjuangan
> juga tak dapat dimintai tanggapan.
>
> Anggota Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana berpendapat
> pemerintah bisa mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang
> sebagai persiapan jika pemilihan presiden mendatang hanya diikuti satu
> pasangan calon. "Dalam kegentingan yang memaksa, itu bisa jadi jalan
> keluar," ujarnya. "Prinsipnya, tidak boleh ada kekosongan kekuasaan
> kepresidenan."
>
> Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform Hadar Navis Gumay menilai
> ancaman boikot hanya akan merugikan kelompok Megawati dan Wiranto sendiri.
> Ia ragu terhadap kemampuan para tokoh itu mengontrol dan memastikan para
> pendukungnya sendiri ikut memboikot.
>
> Kalaupun Mega dan Wiranto melakukan boikot dan mengajak semua pendukungnya,
> kata Hadar, pemilihan presiden tetap akan dilanjutkan dengan syarat minimal
> ada dua pasangan calon presiden. "Kalau ternyata tingkat partisipasi warga
> tetap tinggi, berarti yang bermasalah hanya elitenya."
>
> Ketua DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengaku tak ambil pusing
> terhadap ancaman boikot Wiranto dan Megawati. "Semua orang memiliki hak yang
> sama, dan kami tidak mau mengurusi calon presiden lain," kata juru bicara
> kepresidenan ini.
>
> Pemimpin Partai Demokrat lainnya, Ruhut Sitompul, mengatakan ancaman boikot
> semacam itu hanya menunjukkan ketakutan mereka menghadapi tingginya
> popularitas Susilo Bambang Yudhoyono. "Janganlah kalah sebelum berperang,"
> katanya. "Sikap itu merugikan mereka sendiri, karena rakyat akan semakin tak
> bersimpati kepada keduanya."
>
> DWI RIYANTO | GUNANTO ES. | TITO SIANIPAR | TOMI ARYANTO
>
>
>  
>

Kirim email ke