Sanggeus salesma manuk, ribut salesma singapur. Acan oge rengse, der deui aya 
panyakit Salesma babi. Untung di urang mah teu maliara babi. Ngan meureun 
masalahna kumaha lamun nularna ti manusa ka manusa deui? 

Keur nyegahna, karantina manusa nu sok dahar babi ...hehehehe, nyanggakeun 
wartosna:


Kasus Flu Babi Belum Pernah Menyerang Indonesia

Tempointeraktif, Senin, 27 April 2009 | 11:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretaris Indonesia Veterinary Watch Mangku Sitepu 
mengatakan hingga saat ini belum dijumpai kasus flu babi pada babi di 
Indonesia. "Di Indonesia masih aman, belum pernah ada kasus," ujar Mangku saat 
dihubungi Tempo, Senin (27/4).

Tapi, Mangku mendukung upaya karantina babi yang diupayakan oleh Departemen 
Pertanian sebagai antisipasi pencegahan terhadap babi di Indonesia. Menurut 
dia, daging babi tidak bisa menularkan virus flu babi kepada manusia.

Sekretaris Departemen Kesehatan Meksiko mengatakan seperti yang dikutip kantor 
berita Associated Press,  penyakit flu babi telah membunuh 103 orang dan 
setidaknya menjangkiti lebih dari 1.600 orang sejak 13 April lalu. Kanada 
menjadi negara terbaru yang memastikan kasus virus ini terdapat dalam tubuh 
manusia. Sementara 20 kasus yang tidak mematikan dijumpai pula di AS.

Ia menuturkan virus pada babi yang dijumpai di Indonesia adalah virus H5N1 (flu 
burung). Babi bisa terpapar atau tertular tapi tidak menjadikan babi tersebut 
sakit. "Istimewa pada babi ini tidak menjadikan dia sakit," ujar Mangku.

Dia menjelaskan flu babi ini sudah ditemukan pada 1918 pada babi. Terjadi wabah 
influensa di Spanyol dan menewaskan 40 juta manusia dan menyerang babi. Baru 
setelah itu diketahui virusnya H1N1. Dia mengatakan virus ini di negara yang 
mempunyai empat musim memiliki tingkat fatalitas kematian tinggi. Tapi di 
Indonesia tidak fatal.

Menurut dia, baik flu burung atau flu babi mempunyai tipe yang sama tetapi 
dalam subtipe yang berbeda. Flu burung bersifat zoonosis atau bisa menularkan 
dari unggas ke manusia. Di Asia virus flu burung subtipe H5N1, di Belanda atau 
Eropa H7N7, dan H9N2 di Hong Kong dan Cina. Sedangkan flu babi diketahui 
memiliki virus subtipe H1N1, H3N2, H2N1, dan H1N2. Pada babi angka kematiannya 
kecil. Virus ini bisa ditularkan pada sesama babi.

Kendati demikian, kata dia, pernah dijumpai kasus penularan dari babi ke 
manusia pada 1978 di AS yang menyerang para peternak babi. Penelitian terakhir 
membuktikan virus flu babi ini telah bermutasi. "Ada tiga virus yakni virus flu 
biasa, flu burung, dan flu babi," ujarnya.

Untuk kasus flu babi, kata Mangku, terdapat dua fokus perhatian. Namun saat ini 
akan lebih banyak difokuskan pada penularan dari manusia ke manusia. Sedangkan 
pada hewan, upaya pencegahan dilakukan melalui karantina dan meningkatkan 
kewaspadaan. "Kami usulkan agar kedutaaan atau perwakilan Indonesia di Meksiko 
atau negara lain meminta sertifikat bebas flu babi dalam permohonan visa," ujar 
Mangku. 

Kirim email ke