Hehe...mun aya tulisan soal denmark teh sok kasuat suat waas mangsa keur jomblo 
taun 97 usum winter spring +sapotong summer.

Sistem nagara eta oge skandinavia sejena ngarana welfare state atawa nagara 
kasejahteraan. Cek kasarna mah antara kapitalis-sosialis sugan. Ari ideologi 
politik nu dominanna mah sosial demokrat. Welfare state masih ngaku ayana usaha 
swasta, cara nu badag  maersk, pausahaan shipping peti kemas oge pausahaan 
cocoan lego tea, kompa grunfos jsb. Tapi nagara boga peran gede enggoning 
ngurus sagala rupa kabutuh rahayat.

Bari sistim kasajahteraan eta berlaku pikeun kum wnd. Contona mah cenah, 
pagawean urang lain pns, malah buruh kasar. Geus umur 60,  nagara wajib mere 
tunjangan pangsiun ka buruh kasar eta. Haha. Soal sakola gratis ti sd nepi 
paguron luhur, rumah sakit haratis (make sistim askes full), nu nganggur dibere 
tunjangan 80% ti gajih samemehna (misalna nu di phk). Ari pangangguran alatan 
teu bisa gawe mah tunjanganana standar hirup di denmark. Taun 97 teh asana 4900 
kroner atawa 9jutaan/bulan. Jumlah beasiswa nu harita katampa sikuring minus 
imah da dibere flat/asrama.

Pajeg badag pisan: 50% ti penghasilan diatas standar biaya hirup . jadi mun 
gajih 1000, standara biaya hirup 500, 250na disetor jd pajeg. Tapi memang pajeg 
nu badag kitu dibalikeun deuii ka rahayat. Mangrupa fasilitas standar hirup 
maranehna nya cara sakola, rumahsakit, haratis jeung tunjangan imah.

Nagarana leutik populasi 5,5jt jiwaan. Agama resmi lutheran sanajan gereja geus 
teu payu. Tapi 2% ti pajeg disalurkeun ka gereja, meureun jang ngurus gereja 
jeung tunjangan pendeta. Urg dinya rata2 saumur hirup ka gereja tilu x. Basa 
lahir, kawin jeung paeh. Haha. Nagarana karajaan parlementer. aya ratu aya 
perdana mentri.

Model nagara kasejahteraan cara skandinavia nu keur diperjuangkeun fadroel 
rachman, cenah dumasar tujuan kemerdekaan dina pembukaan uud 45 oge pasal ayat 
dijerona nu memang ngaharib ka dinya. Komo pancasila mah.
 Jadi euweuh nu paeh kalaparan alatan miskin sabab aya jaminan sosial nu 
ngajamin dahar imah kasehatan.

Iraha nagri urg diga kitu.



-----Original Message-----
From: "Waluya" <[email protected]>
Date: Mon, 28 Sep 2009 06:40:04 
To: <[email protected]>
Subject: [Urang Sunda] Fw: Denmark, Nagara Bebas Korupsi

Nagara mana nu paling bersih tina korupsi? Cenah Denmark, terus nagara-nagara 
tatanggana Swedia jeung Selandia Baru. Naon sababna nya? Akhlak ...eh ... moral 
urang Denmark & Swedia aralus kitu, tara daek pulang-paling?  

Denmark Negara Bebas Korupsi

Senin, 28 September 2009 | 08:28 WIB

TEMPO Interaktif, Copenhagen - Lembaga Transparansi Internasional kemarin 
mengumumkan Denmark merupakan negara paling bersih dari korupsi. Kesimpulan itu 
berdasarkan laporan tahunan organisasi nonpemerintah yang giat memerangi 
korupsi tersebut setelah menggelar survei di 180 negara. Ini adalah tahun kedua 
secara berturut-turut Denmark menyandang predikat itu.

Menurut data statistik pada Indeks Persepsi Korupsi (CPI), selain Denmark, 
Swedia dan Selandia Baru merupakan negara yang pantas menyandang predikat 
"bebas korupsi" tahun ini. Sementara Denmark berada di peringkat teratas 
(paling bersih), Somalia berada di peringkat terbawah (paling korup) dari 180 
negara yang disurvei.

Selain Somalia, cap paling korup dialamatkan kepada Afganistan, Haiti, Irak, 
dan Burma. "Sangat ekstrem," demikian diungkapkan dalam laporan tahunan 
Transparansi Internasional. Laporan Transparansi Internasional juga mencatat 
bahwa selama 2008 ada sekitar 17 kasus suap internasional--dari 21 kasus pada 
2007--di Denmark.

Salah satunya adalah kasus suap pada program minyak untuk pangan (oil for food) 
di Irak, yang melibatkan tujuh perusahaan asal Denmark. Masih menurut lembaga 
yang lahir di Jerman ini, penyuapan, kartel-kartel yang menerapkan harga 
sewenang-wenang, dan kebijakan publik yang tak semestinya menciptakan 
kompetensi bisnis yang tak adil.

"Korupsi menjadi bagian dari kehidupan di seantero dunia," demikian dikatakan 
Transparansi Internasional. "Alhasil, merugikan perekonomian global hingga 
miliaran dolar Amerika Serikat saban tahun." Laporan terbaru itu juga menyebut 
konsumen di seluruh dunia membayar kelewat mahal sekitar US$ 300 miliar di 
hampir 300 kartel swasta internasional (1990-2005).

"Sekitar 20 persen perusahaan mengatakan mengalami kekalahan lantaran 
perusahaan pesaing mereka memberi uang semir," demikian disebutkan dalam 
Laporan Korupsi Dunia 2009 seperti dikutip harian Australia The Age. "Skala dan 
cakupan suap dalam bisnis kian mengejutkan." Itu belum seberapa.

Kalau ditotal, saban tahun, di sejumlah negara berkembang, politikus dan 
pejabat yang korup menerima upeti hingga US$ 20 miliar dan US$ 40 miliar. Belum 
lagi korupsi di dalam tubuh perusahaan itu sendiri, yang berujung pada ancaman 
performa dan akuntabilitas perusahaan tersebut. Transparansi mengaitkan hal ini 
dengan kolapsnya Wall Street.

"Perusahaan-perusahaan yang mengabaikan korupsi dan etika tak hanya akan 
kehilangan uang, tapi juga reputasi," kata pakar manajemen dari Universitas 
Melbourne, Howard Dick, mewanti-wanti. "Uang bisa diganti, tapi nama baik sulit 
dipulihkan kembali." Lantaran itulah, sejak 1999 Organisasi Kerja Sama Ekonomi 
dan Pembangunan menyerukan digalangnya konvensi antikorupsi.

Organisasi itu berharap konvensi antikorupsi bisa mencegah suap di kalangan 
pejabat-pejabat manakala terlibat negosiasi bisnis dengan perusahaan asing. 
Masih ingat skandal Al-Yamamah pada 2006 saat terjadi transaksi senjata militer 
multimiliar dolar antara Arab Saudi dan Inggris yang berujung pada penyelidikan 
dugaan korupsi.

Berdasarkan penelusuran Transparansi, terdapat 103 kasus suap yang melibatkan 
perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, lebih dari 40 kasus di perusahaan 
Jerman, serta 19 kasus di perusahaan Prancis dan satu perusahaan Inggris. 
Adapun perusahaan-perusahaan India, Cina, dan Brasil, menurut Transparansi, 
adalah yang paling korup saat negosiasi bisnis di luar negeri. 


Kirim email ke