di Perancis, teu ukur belut, tapi anu sarupaning ngala lauk/ di air tawar, 
atawa moro di leuweung, aya aturan waktu, jadi lamun rek nguseup, kahiji,kudu 
boga KIN (kartu iijin nguseup ), terus dina waktu/bulan anu geus di tangtukeun, 
sarta mawa meteran, bisi lauk nu beunangna leutik keneh ( tiap jenis lauk aya 
ukuran panjang minimeum anu meunang di ala ) eta mah kudu di leupaskeun deui.
lamun sagawayah, siap siap bae di tewak pulisi meunang dendaan.



--- Pada Jum, 2/10/09, mh <[email protected]> menulis:

Dari: mh <[email protected]>
Judul: [Urang Sunda] Ngurek Belut di Walanda?
Kepada: "Baraya Sunda" <[email protected]>, "Ki Sunda" 
<[email protected]>, "Urang Sunda" <[email protected]>
Tanggal: Jumat, 2 Oktober, 2009, 5:09 AM






 




    
                  MJ nu keur di Walanda, jigana moal bisa ngurek belut yeuh.

Da cenah belutna ge geus langka.

mh



===



Daging Belut sama dengan Daging Panda

Diterbitkan : 1 Oktober 2009 - 11:09am | Oleh Thijs Westerbeek van Eerten



Penangkapan ikan paling [sejenis belut Belanda, Red.] kini resmi

dilarang. Tahun ini, perangkap ikan tidak boleh digunakan selama dua

bulan, yaitu di bulan November dan Desember.



Tahun depan berlaku larangan selama tiga bulan. Dan empat tahun lagi,

akan terbit evaluasi ilmiah, untuk mengetahui apakah populasi ikan

belut sudah kembali membaik.



Evaluasi itu sebenarnya suatu kompromi politik. Karena, dalam satu

hal, semua biolog perikanan dan nelayan sepakat, belut terancam punah.

Pengurangan penangkapan belut selama beberapa tahun, tidak akan ada

artinya.



Larangan total

"Daging paling sama dengan daging panda," kata Karel Drijver, pakar

biologi kelautan. Pria ini bekerja pada Dana Cagar Alam sedunia WWF

(World Wildlife Fund). Ia menyatakan larangan total penangkapan tak

bisa dihindarkan lagi.



'Daging panda' mungkin terdengar sebagai suatu slogan. Tapi ini benar.

Angka-angka dan persentase yang dikemukakan oleh Karel Drijver memang

mengejutkan. Dan itu semua tanpa warna politik.



"Kenyataannya adalah bibit belut kecil, yang datang ke pantai Eropa

untuk kemudian tumbuh membesar, kini tinggal satu persen dari populasi

semula. Sementara populasi belut di sungai dan danau Belanda hanya

tinggal lima persen."



Punah secara alami

Anehnya, populasi belut di Belanda memang jauh berkurang. Tapi, tidak

sedemikian parah, sehingga nelayan belut akan 'punah dengan

sendirinya'. Berikut pernyataan nelayan belut, Theo Rekelhof, pemilik

kapal 'Duc in Altum'.



"Sejauh ini saya tidak punya keluhan mengenai populasi belut. Memang,

semuanya tidak akan terjadi dengan sendirinya. Populasi belut memang

berkurang. Tapi dengan perbaikan pengelolaan air, sungai dan danau,

saya akan terus bisa menangkap belut."



Dalam hal ini Theo Rekelhof benar. Tapi, keberadaan belut di sungai

dan danau Belanda sebenarnya, sepenuhnya berkat intervensi manusia.

Sejak lama nelayan Belanda sengaja menyebarkan bibit belut, pada

besaran sepanjang 10 hingga 20 centimeter.



Dan bibit tersebut akan tumbuh hingga mencapai sebesar kepalan tangan.

Ukuran ideal untuk dikonsumsi. Belut sebesar itulah yang akan nyangkut

di jaring nelayan.



Pembiakan buatan

Sayangnya, belut kecil tersebut diambil dari alam. Pembiakan belut

mulai dari telur masih tidak mungkin, karena, siklus pengembang-biakan

ikan jenis ini, melalui proses keliling dunia. Karena itu, pembiakan

buatan sebagaimana yang terjadi di Belanda selama ini, justru

merupakan ancaman ekstra.



Karena itu berarti, di bagian dunia lain, jumlah binatang ini berkurang.



Dan, dalam hal peluang kelangsungan hidup ikan belut, binatang ini

ternyata juga punya sifat rumit, kata Karel Drijver:



"Kita harus sadar, binatang ini hanya satu kali berkembang-biak,

setelah berusia 20 tahun. Jadi, binatang ini sangat rapuh. Hanya jika

kita berhasil menerapkan kebijakan tepat, mungkin kita memulihkan

populasi belut."



Dan kebijakan tepat tersebut, adalah kabar buruk bagi nelayan belut,

larangan total penangkapan selama beberapa dasawarsa. Hanya dengan

kebijakan seperti itu, ada peluang populasi belut akan pulih kembali.



Karel Drijver juga sadar, hal ini akan sangat memukul nelayan belut.

Tapi, tanpa kebijakan luar biasa ketat seperti itu, semuanya akan

berakhir cepat. Ikan belut, dalam tempo beberapa tahun saja, sudah

benar-benar akan punah.



Cite: http://www.rnw. nl/id/bahasa- indonesia/ article/daging- belut-sama- 
dengan-daging- panda


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke