Hatur nuhun informasina...
kin pami sabtu libur rek milarian buku ieu di gramedia

  ----- Original Message ----- 
  From: Ahsa 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 28, 2009 11:49 AM
  Subject: [Urang Sunda] ngiring ngarewong-Hari Sumpah Pemuda Mengingatkan Saya 
Pada Buku API SEJARAH


    sampurasun....
  kasadayana baraya Sunda, punten abdi ngiring ngbewarakeun buku API SEJARAH 
karya Ahmad Mansur Suryanegara. Mugi2 tiasa diapresiasi...

  =>HARI Sumpah Pemuda mengingatkan saya pada masa lalu; di dalamnya ada 
berbagai onak duri, pahit, manis, dan resah. Sumpah Pemuda mengigatkan agar 
kita mau membaca sejarah. Namun, tidak semua buku sejarah itu menyajikan secara 
komprehensif dan sesuai dengan kondisinya karena ada unsur politik dalam 
historiografi (penulisan sejarah): adakah buku yang berani bongkar? 

  Pertanyaan ini sudah banyak coba dijawab para sejarawan: Dr.Asvi Warwan Adam, 
Dr.Anhar Gonggong, dan Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (AMS) adalah tiga dari 
beberapa nama yang berupaya menjernihkan sejarah dari kontaminasi penguasa 
dalam penulisan sejarah. Nama yang terakhir, AMS melalui buku Api Sejarah: 
Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Repubik 
Indonesia mengungkap yang tersembunyi dan disembunyikan. Apa saja sih yang 
disembunyikan? Mengapa hal itu dilakukan? 

  AMS dalam bukunya dengan tanpa takut membongkar kezaliman kaum nasionalis 
dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penghilangan jejak 
peran ulama dan organisasi Islam dalam menegakkan NKRI, dan menyajikan fakta 
perselingkuhan kaum priyayi dengan penjajah Belanda. 

  Dosen luar biasa jurusan Sejarah dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati 
Bandung ini, juga menggugat hari kebangkitan nasional dan membeberkan beberapa 
organisasi pergerakan Indonesia yang sebenarnya tidak berjuang untuk Indonesia, 
tetapi untuk penjajah. Bahkan, menurutnya, yang pertama memperjuangkan gerakan 
nasional adalah Syarikat Islam, bukan Boedi Oetomo. Namun, mengapa yang diakui 
pemerintah RI malah Boedi Oetomo? Jawaban singkatnya: Syarikat Islam itu 
organisasi yang mewakili umat Islam; sedangkan Boedi Oetomo bersifat non-agama 
dan nasional. Dengan bahasa lain, Kabinet Hatta yang bertindak selaku penentu 
hari bersejarah berupaya menghilangkan jejak Islam sehingga generasi bangsa 
Indonesia tidak melihat umat Islam dan organisasi Islam berkontribusi dalam 
menegakkan NKRI (baca bab keempat: Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan 
Kesadaran Nasional, hal.355-388). 

  Bahkan, yang mengagetkan, penulis AMS menyajikan fakta tentang penghinaan 
terhadap Rasulullah saw yang dilakukan Partai Indonesia Raja (Parindra) 
pimpinan Dr.Soetomo dengan menurunkan artikel di Madjalah Bangoen, 15 Oktober 
1937, dan tafsir sang Saka Merah Putih (bendera Indonesia) sebagai bendera 
Rasulullah saw. 

  Buku AMS juga memuat sejarah Islam di Banten, Islamisasi Sunda dan Kerajaan 
Pajajaran, sejarah Islam di luar Jawa hingga sejarah kerasulan, Khulafaur 
Rasyidin, dan perkembangan wirausaha Muslim, serta kritik terhadap teori 
datangnya Islam ke Indonesia abad 15-16 Masehi. Menurut AMS, Islam masuk ke 
Indonesia saat masa Rasulullah saw dan khalifah pascaRasulullah saw. Benarkah? 

  Pastinya, lebih banyak lagi persoalan Islam dan kesejarahan Indonesia yang 
dibongkar dalam buku ini, termasuk dalam menjawab pertanyaan: benarkah sejarah 
memang sarat dengan kepentingan? Mari telusuri dan nikmati kepiawaian dan 
kcerdasan AMS dalam mengolah data dan fakta sejarah, termasuk menganalisis 
latarbelakang terjadinya peristiwa-peristiwa sejarah.

  Sebagai informasi, AMS dalam penulisan buku ini menggunakan referensi lebih 
dari 20 halaman dengan ketebalan buku 584 halaman dan buku ini adalah bagian 
kesatu dan segera menyusul bagian keduanya: membahas sejarah Indonesia dan 
pergumulan Islam dengan ideologi Nasionalisme, Sosialisme, Komunisme, dan 
Liberalisme; sejak proklamasi sampai pemerintahan Republik Indonesia periode 
SBY-BO sekarang ini.

  Saya yakin Anda akan tertarik untuk membacanya dan mengatakan hal yang 
positif. Seperti yang disampaikan salah seorang kawan di Badan Geologi Bandung, 
Oman Abdurrahman, berkomentar:

  "Alhamdulillah, Kang Mansur yang sudah saya kenal sejak 82-an kini sudah 
melahirkan buku tentang sejarah versi beliau. Dalam bukunya terdapat 
materi-materi yang senantiasa beliau sampaikan dalam kuliah-kuliah LMD atau SII 
di Masjid Salman ITB dan tempat lain. Tentang, betapa umat Islam Indonesia 
menduduki peran yang penting dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Bahkan, 
peristiwa-peristiwa penting sejarah bangsa Indonesia dimulai dengan 
gerakan-gerakan dari kalangan Islam, khususnya pesantren dengan para kiyainya, 
semisal pemberontakan Cimareme, Garut yang mengawali perlawanan terhadap 
Belanda, khususnya di Jabar atau pemberontakan K.H. Zainal Mustofa di 
Singaparna yang mengilhami Supriyadi di Blitar untuk memberontak terhadap 
Jepang. Selamat Pak Mansur, gaya penyampaian lisan materi sejarah Anda akan 
selalu saya kenang dan buku Anda ini merupakan sumbangan besar terhadap 
khazanah sejarah Islam di Indonesia dan tentunya sejarah Indonesia."

  => Buku API SEJARAH diterbitkeun ku Salamadani Publishing, pangaosna 
Rp125.000. Tiasa digaleuh di Gramedia atanapi Salam Book House, Jalan 
Pasirwangi No. 1 Pasir Luyu Soekarno Hatta Bandung. Tiasa mesen ka: 022 522 
2052 atanapi 021-392774.



  

Kirim email ke