47% Remaja Berhubungan Seks Dilakukan Sebelum Resmi Menikah BANDUNG, (PR).- Sebanyak 47 persen remaja di Kota Bandung mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah. Sementara di Jabotabek 51 persen, Surabaya 54 persen, dan Medan 52 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Dr. dr. Sugiri Syarief, M.P.A. pada pembukaan grand final lomba Rap dan Ajang Ngumpul Remaja Tingkat Nasional di Bandung, Minggu (6/12). "Hubungan seksual pranikah ini merupakan salah satu dari tiga masalah besar yang dihadapi remaja terkait penularan HIV-AIDS," ujarnya. Sugiri mengatakan, data di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengenai seks bebas pranikah lebih memprihatinkan. Dari 1.660 mahasiwi di Yogyakarta, 97,05 persen sudah hilang keperawanannya saat kuliah. Di antara mahasiswi tersebut, 98 orang mengaku pernah melakukan aborsi. "Angka itu diketahui dari hasil penelitian tempat kos mahasiswa yang dilakukan Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Penelitian Bisnis dan Humaniora (LSCK Pusbih)," ucapnya. Selain hubungan seksual pranikah, kata Sugiri, kasus HIV-AIDS juga disebabkan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Berdasarkan data BNN tahun 2004, 78 persen dari 3,2 juta jiwa orang yang ketagihan narkoba adalah remaja. Sedangkan berdasarkan data Depkes 2009, dari 17.699 kasus AIDS, 50,07 persen di antaranya remaja. "Ketiga masalah tersebut akan mengurangi kesempatan remaja mempraktikkan perilaku hidup sehat sebagaimana mestinya," katanya pula. Sangat cepat Berbagai upaya program pencegahan HIV-AIDS yang terintegrasi dalam program KB Nasional, kata Sugiri, telah dilakukan. Misalnya, pencegahan HIV dengan promosi peningkatan pemakaian kondom dual proteksi, yaitu sebagai alat KB sekaligus berfungsi mencegah penularan infeksi menular seks, termasuk HIV-AIDS. "Kita juga menyiapkan jarum suntik sekali pakai yang digunakan untuk akseptor KB suntik sehingga mereka yang berjumlah 9 juta-10 juta orang terhindar dari HIV. Selain itu, memberikan penyuluhan serta konsultasi kepada remaja dan generasi muda melalui berbagai forum di sekolah maupun di luar sekolah agar berperilaku positif, terhindar dari HIV-AIDS, narkoba, dan berperilaku seks bebas," ujarnya. Menurut Sugiri, kasus HIV-AIDS meningkat sangat cepat. Tahun 1987, hanya lima kasus, 10 tahun kemudian terdapat 44 kasus dan 12 tahun kemudian, yaitu September 2009 ada 60.000 orang yang terinfeski HIV-AIDS, yaitu 18.442 AIDS dan 46.000 HIV dalam perawatan. Proporsi terbesar pada usia muda, yaitu 49,57 persen usia 20-29 tahun dan 29,84 persen pada usia 30-39 tahun. "Cara penularannya disebabkan heteroseksual sebanyak 49,7 persen dan pemakai jarum suntik 40,7 persen," ujarnya menegaskan. Sugiri menambahkan, angka tersebut merupakan angka yang dilaporkan. Kasus sesungguhnya, jauh lebih banyak karena kasus AIDS merupakan fenomena gunung es. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional memperkirakan, jumlah populasi rawan tertular tahun 2009 mencapai 270.000 orang. Di Indonesia, tidak ada satu provinsi yang bisa mengklaim daerahnya luput dari HIV-AIDS. (A-62)*** http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=114470 2009/12/7 mh <[email protected]>: > Seks Pranikah Makin Memprihatinkan > Senin, 07 Desember 2009 , 06:44:00 > > BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 47 persen remaja di Kota Bandung mengaku pernah > melakukan hubungan seks pranikah. Sementara di Jabotabek 51 persen, > Surabaya 54 persen, dan Medan 52 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan > Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Dr. dr. Sugiri Syarief, > M.P.A. ”Hubungan seksual pranikah ini merupakan salah satu dari tiga > masalah besar yang dihadapi remaja terkait penularan HIV-AIDS,” ujarnya. >

