Di tempat ngojay Hotel...Club..pantai Kuta... Pangandaran (Green Canyon)
sanes capon deui tapi cangcut alit aias bikini tea...eta mah sanes
Prikitiew...tapii Prekecet....

On 1/12/10, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Sering nagog atuh di mall, tempat ngojay atanapi di basisir. Engke ge biasa
> moal pritikiew deui
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * irpan rispandi <[email protected]>
> *Date: *Mon, 11 Jan 2010 08:57:49 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *Cc: *<[email protected]>
> *Subject: *[Urang Sunda] Prikitiew ... [1 Attachment]
>
>
>
> Kuring boga pangalaman ngeunaan calana pendek yeuh.
> hampura teu disundakeun.
> ---
>
> Suatu ketika saya dan istri pergi ke Blok M untuk membeli berbagai
> kebutuhan. Waktu itu kami akan naik ke lantai dua melalui eskalator.
> Didepan kami ada dua orang perempuan. Yang satu berkulit putih, memakai
> kaos dan celana pendek jeans. Mereka naik eskalator lebih dulu, saya dan
> istri selisih dua atau tiga anak tangga dibelakangnya. Begitu eskalator
> bergerak naik, maka tepat didepan wajah saya tersaji pemandangan yang...
> Prikitiew.. he..he..he.. Saya menoleh ke istri, sambil mengangkat bahu
> dan kedua tangan, saya berkata: "Kita nggak minta". Istri saya hanya
> mendelik, lalu mencubit lengan saya keras-keras.
>
> Bulan Desember kemarin, saya mendapat kesempatan mengunjungi tiga kota
> di dua pulau besar di negri ini. Saya ada kunjungan kerja untuk beberapa
> hari ke Surabaya, Balikpapan, dan Pontianak. Untuk tempat menginap
> sengaja dipilih yang dekat dengan Mall. Salah satu alasannya adalah, di
> Mall itu banyak pilihan tempat makan. Di Mall-mall di ketiga kota
> tersebut, banyak sekali 'pemandangan Prikitiew'-nya. Ternyata fenomena
> dandanan 'lihatlah paha saya', juga merebak di ketiga kota ini.Tadinya
> saya kira pikir hanya di Jakarta saja adanya, ternyata Celana Pendek
> juga sudah 'masuk desa' :). Mereka nyadar nggak ya, bahwa dengan
> berdandan seperti itu kemudian jalan-jalan di tempat umum seperti mall,
> mereka telah menyajikan bagian-bagian tubuhnya yang indah-indah untuk
> dilihat (dan dinikmati) oleh khalayak ramai.
>
> Apakah sekarang ini persaingan antar wanita untuk mendapat perhatian
> sedemikian ketat? sehingga para wanita berlomba menyuguhkan yang
> indah-indah yang ada pada diri mereka?. Ini kalau ego lelaki yang
> bicara :)
>
> Kalau orang beradab yang bicara, maka pertaannya: apakah peradaban
> manusia di bidang pakaian akan berjalan mundur dan kembali lagi ke masa
> lalu? Dimana manusia terutama wanita, hanya berpakaian secukupnya, cukup
> menutupi 'itunya' dan 'itunya' saja.
>
>   
>

Kirim email ke