Lere lah .tapi mun aya dina TV janten ribut kalebet kana katagori porno
aksi........

On 1/12/10, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Teu aya nu lepat, da awalna oge manusia mah lahirna oge teu nganggo
> rasukan. Orang afrika pedalaman, orang papua pedalaman oge teu diacuk biasa
> wae. Dianggap aneh soteh pedah aya budaya ti luar.
>
> Ningal nu prikitiw mah anggap weh nuju ningal kaindahan mahluk ciptaan
> Gusti.
>
> Iman90
>
>
>
>
> Powered by Mak Erot sinyal kuat tanpa obat kuat
> ------------------------------
> *From: * Surtiwa <[email protected]>
> *Date: *Tue, 12 Jan 2010 14:57:54 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *Subject: *Re: [Urang Sunda] Prikitiew ...
>
>
>
> Di tempat ngojay Hotel...Club..pantai Kuta... Pangandaran (Green Canyon)
> sanes capon deui tapi cangcut alit aias bikini tea...eta mah sanes
> Prikitiew...tapii Prekecet....
>
> On 1/12/10, [email protected] <[email protected]> wrote:
>>
>>
>>
>> Sering nagog atuh di mall, tempat ngojay atanapi di basisir. Engke ge
>> biasa moal pritikiew deui
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * irpan rispandi <[email protected]>
>> *Date: *Mon, 11 Jan 2010 08:57:49 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *Cc: *<[email protected]>
>> *Subject: *[Urang Sunda] Prikitiew ... [1 Attachment]
>>
>>
>>
>> Kuring boga pangalaman ngeunaan calana pendek yeuh.
>> hampura teu disundakeun.
>> ---
>>
>> Suatu ketika saya dan istri pergi ke Blok M untuk membeli berbagai
>> kebutuhan. Waktu itu kami akan naik ke lantai dua melalui eskalator.
>> Didepan kami ada dua orang perempuan. Yang satu berkulit putih, memakai
>> kaos dan celana pendek jeans. Mereka naik eskalator lebih dulu, saya dan
>> istri selisih dua atau tiga anak tangga dibelakangnya. Begitu eskalator
>> bergerak naik, maka tepat didepan wajah saya tersaji pemandangan yang...
>> Prikitiew.. he..he..he.. Saya menoleh ke istri, sambil mengangkat bahu
>> dan kedua tangan, saya berkata: "Kita nggak minta". Istri saya hanya
>> mendelik, lalu mencubit lengan saya keras-keras.
>>
>> Bulan Desember kemarin, saya mendapat kesempatan mengunjungi tiga kota
>> di dua pulau besar di negri ini. Saya ada kunjungan kerja untuk beberapa
>> hari ke Surabaya, Balikpapan, dan Pontianak. Untuk tempat menginap
>> sengaja dipilih yang dekat dengan Mall. Salah satu alasannya adalah, di
>> Mall itu banyak pilihan tempat makan. Di Mall-mall di ketiga kota
>> tersebut, banyak sekali 'pemandangan Prikitiew'-nya. Ternyata fenomena
>> dandanan 'lihatlah paha saya', juga merebak di ketiga kota ini.Tadinya
>> saya kira pikir hanya di Jakarta saja adanya, ternyata Celana Pendek
>> juga sudah 'masuk desa' :). Mereka nyadar nggak ya, bahwa dengan
>> berdandan seperti itu kemudian jalan-jalan di tempat umum seperti mall,
>> mereka telah menyajikan bagian-bagian tubuhnya yang indah-indah untuk
>> dilihat (dan dinikmati) oleh khalayak ramai.
>>
>> Apakah sekarang ini persaingan antar wanita untuk mendapat perhatian
>> sedemikian ketat? sehingga para wanita berlomba menyuguhkan yang
>> indah-indah yang ada pada diri mereka?. Ini kalau ego lelaki yang
>> bicara :)
>>
>> Kalau orang beradab yang bicara, maka pertaannya: apakah peradaban
>> manusia di bidang pakaian akan berjalan mundur dan kembali lagi ke masa
>> lalu? Dimana manusia terutama wanita, hanya berpakaian secukupnya, cukup
>> menutupi 'itunya' dan 'itunya' saja.
>>
>>
>   
>

Kirim email ke