Bieu macaan deui masalah hitler. sugan teh dunya geus sapuk masalah hitler....
baheula 84, simkuring pernah maca dina mangle jejer ngeunaan hitler. harita 
kuring helok, naha bahasan di mangle teh sigana euweuh nu nganggap? padahal 
foto jeung katerangana lumayan jangkep jeung meyakinkan...
ayeuna di vivanews, karek gujrud deui... kumaha tah?





Hitler Meninggal di Indonesia?

VIVAnews - Diktator Jerman, Adolf Hitler diyakini tewas
bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, fakta itu kini
dipertanyakan. 

 

Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin 28
September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat menyatakan
tengkorak milik Hitler yang disimpan Rusia bukan milik pemimpin NAZI tersebut. 

 

Itu adalah tengkorak perempuan berusia di bawah 40 tahun,
bukan Hitler yang dinyatakan meninggal di usia 56 tahun.

 

Penemuan ini, menguatkan kembali teori konspirasi bahwa
Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua. 

 

Sejumlah teori beredar soal dimana kematian Hitler. Ada yang
mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, bahkan
Indonesia. 




Jurnalis Argentina sekaligus pengarang buku 'Bariloche
Nazi', Abel Basti meyakini Hitler tewas di Argentina pada 1960. 

 

Basti mengklaim Hitler melarikan diri dari Jerman
menggunakan kapal selam. Bersama belahan jiwanya, Eva Braun, Hitler diyakini
menghabiskan hari-hari terakhirnya di sebuah kota bernama Bariloche. Basti
mendasarkan klaimnya atas keterangan beberapa saksi. 



 

Kemudian, seperti dikutip laman Salisburypost, 30 Agustus
1999, artikel surat kabar pada 17 Juli 1945, memberitakan Hitler dan Eva braun
terlihat di Argentina. 

 

Seorang wartawan mengirim cerita dari Montevideo ke Chicago
Times -- Hitler dan Braun melarikan diri ke Argentina dengan kapal selam.
Keduanya hidup di kompleks orang-orang Jerman di Patagonia. 

 

Sementara, klaim bahwa Hitler meninggal di Brazil didasarkan
pengakuan anggota NAZI bahwa Hitler meninggal pada 1980 di Brazil. 

 

Brazil diketahui sebagai tempat pelarian para mantan
pengikut Hitler. Sebuah makam NAZI bahkan ditemukan di pedalaman Hutan Amazon,
lengkap dengan lambang NAZI di nisan yang berbentuk salib.

 

 

Sebuah artikel mengejutkan telah lama beredar di sejumlah
mailing list dan laman jejaring sosial. Artikel itu berisi versi lain cerita
kematian diktator Jerman, Adolf Hitler. Dikatakan Hitler meninggal di
Indonesia. 

 

Cerita ini berawal dari sebuat artikel di Harian Pikiran
Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan
Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit
bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

 

Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua
asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah
pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. 

 

Klaim yang diajukan dr Sosrohusodo jadi polemik. Dia
mengatakan dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara adalah Hitler
di masa tuanya

 

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter
tersebut tak bisa berjalan normal --- Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika
berjalan. 

 

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter
Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie
Chaplin, dan kepalanya gundul. 

 

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa
tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu
dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun. 

 

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui
sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama
sekali tak punya keahlian tentang kesehatan. 

 

Keyakinan Sosro, bahwa dia bertemu Hitler dan Eva Braun,
membuatnya makin tertarik membaca buku dan artikel soal Hitler. Kata dia,
setiap melihat foto Hitler di masa jayanya, dia makin yakin bahwa Poch, dokter
tua asal Jerman yang dia temui adalah Hitler. 

 

Keyakinannya bertambah saat seorang keponakannya, pada 1980,
memberinya buku biografi Adolf Hitler karangan Heinz Linge yang diterjemahkan
dalam Bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria. 

 

Dalam halaman 59 artikel itu diceritakan kondisi fisik
Hitler di masa tua. "Sejumlah orang Jerman tahu Hitler menyeret kakinya
saat berjalan, penglihatannya makin kabur, rambutnya tak lagi tumbuh. Kala
perang makin berkecamuk dan Jerman terus dipukul kalah, Hitler menderita
kelainan syaraf."

 

Saat membaca buku tersebut, Sosro makin yakin, sebab kondisi
fisik yang sama dia temukan pada diri Poch.

 

Dalam buku tersebut juga diceritakan tangan kiri Hitler
selalu bergetar sejak pertempuran Stalingrad (1942 -1943) -- yang merupakan
pukulan dahsyat bagi tentara Jerman. 

 

Sosro mengaku masih ingat beberapa percakapannya dengan Poch
yang diduga adalah Hitler. Poch selalu memuji-muji Hitler. Dia juga mengatakan
tak ada pembunuhan di Auschwitz, kamp konsentrasi yang diyakini sebagai lokasi
pembantaian orang-orang Yahudi. 

 

"Saat saya bertanya soal kematian Hitler, dia
mengatakan tak tahu. Sebab, saat itu situasi di Berlin dalam keadaan chaos.
Semua orang berusaha menyelamatkan diri masing-masing," kata Sosrohusodo,
seperti dimuat laman Militariana. 

 

Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu
bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya
pada istrinya yang lalu menjawab, "ini terjadi ketika Jerman kalah di
pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli
meja berkali-kali."

 

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph
Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro,
istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya 'Dolf',
yang diduga kependekan dari Adolf Hitler. 

 

Usai membaca artikel-artikel tersebut, Sosro mengaku
menghubungi Sumbawa Besar. Dari sana, dia memperoleh informasi dr Poch
meninggal di Surabaya.

 

Poch meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah
Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun.
Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

 

Sementara istrinya yang asal Jerman pulang ke tanah airnya,
Poch diketahui menikah lagi dengan wanita Sunda asal Bandung berinisial S. Dia
diketahui tinggal di Babakan Ciamis.  

 

Setelah menutup mulut, 
S akhirnya memberi semua dokumen milik suaminya pada Sosro. termasuk
foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch. 

 

Ada juga buku catatatan berisi nama-nama orang Jerman yang
tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika
Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman

 

Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan
35638, kode simbol lelaki dan perempuan. 

 

"Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang,
Hitler dan Eva Braun," kata Sosro. 

 

Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler --
yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G
(Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke
Sumbawa Besar. 

 

Istri kedua Poch, S juga menceritakan suatu hari dia melihat
suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya, suaminya
menjawab, "jangan bilang siapa-siapa."

 

Sosro mengaku tak ada maksud tersembunyi di balik
pengakuannya. "Saya hanya ingin menunjukan Hitler meninggal di
Indonesia," kata dia.

 

Hingga saat ini apakah Hitler tewas di bunker, di Argentina,
Brazil, atau Indonesia, belum bisa dipastikan. Kisah akhir hayat 'sang Fuhrer'
terus jadi misteri.

 

VIVAnews - Diktator Jerman, Adolf Hitler dikabarkan
meninggal di Indonesia, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur. 

 

Sebelum ke Surabaya, Hitler diduga menyaru sebagai Poch,
seorang dokter yang pernah bertugas di Sumbawa Besar. 

 

Penelusuran VIVAnews soal kebenaran cerita ini diawali dari
Sumbawa. Seorang saksi, bernama Ahmad Zuhri Muhtar mengaku memang ada dokter
bernama Poch yang bekerja di Rumah Sakit Umum Sumbawa. Poch juga berpraktek di
Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang saat ini menjadi Puskesmas Seketeng.

 

"Kebetulan Puskesmas itu ada di dekat rumah," kata
Ahmad ketika dihubungi VIVAnews, Senin 22 Februari 2010. 

 

Ahmad mengaku saat duduk di kelas 1 atau 2 Sekolah Dasar,
dia menjadi pasien dokter Poch. 

 

"Saya sering diperiksa. Waktu itu perasaan saya takut.
Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter. Itu ingatan saya waktu masih kecil,"
kata dia. 

 

Dokter Poch yang dia kenal nampak garang. "Kalau
dikatakan galak, nggak juga. Bahasa Indonesianya pas-pasan, dan ada gaya-gaya
menggertak," kata dia. 

 

Ahmad menceritakan ciri-ciri dr Poch yang dia kenal.
"Kepala botak, kumis tebal merah jagung. Dia juga memakai kaca mata,"
kata dia. 

 

Poch juga agak pincang. "Mobilnya Jeep kap terbuka,
seperti buatan Jerman. Kalau menyetir dengan satu tangan, gaya geng-geng
begitu," tambah Ahmad. 

 

Pria kelahiran 1955 itu menceritakan Poch datang menumpang
kapal asing 'Hope'. Kapal itu membawa obat-obatan dan menyediakan pengobatan
gratis. 

 

"Saya ingat, para penumpang dan kru-kru kapal dibawa
turun melihat karapan kerbau di dekat rumah saya. dr Poch juga ada di komunitas
itu," tambah dia.

 

Terkait informasi yang menyatakan Poch adalah Hitler, Ahmad
mengaku  tak tahu pasti. Meski, dia
mengakui ada kemiripan Poch dengan foto Hilter yang dia lihat di sejumlah media
dan buku. 

 

Kata Ahmad, harus ada kajian yang lebih ilmiah.
Bagaimanapun, Hitler adalah sosok besar dalam sejarah yang layak diungkap
kehidupannya. 

 

"Saat ini soal Hitler seakan terabaikan. Padahal kalau
mau menguak kisah ini sudah ada pintu masuknya, dokter Poch di Sumbawa besar
dan makamnya di Ngagel," kata Ahmad. 

 

***

Spekulasi bahwa Hitler meninggal di usia tua di Surabaya,
Indonesia diawali artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya
bernama dr Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah
bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama 'Hope' di Sumbawa Besar.

 

Kata Sosrohusodo, Poch, dokter tua Jerman yang dia temui di
Sumbawa adalah Hitler. 

 

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter
tersebut tak bisa berjalan normal --- dia selalu menyeret kaki kirinya ketika
berjalan.

 

Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter
Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie
Chaplin, dan kepalanya gundul.

 

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa
tuanya -- yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu
dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

 

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui
sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama
sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

 

Poch diketahui meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di
Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81
tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

 

Namun, fakta di mana 'sang Fuhrer' menghabiskan akhir
hayatnya belum bisa dipastikan sampai saat ini. Ada yang yakin Hitler tewas
bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945.

 

Ada juga versi lain, bahwa pemimpin NAZI ini meninggal  di Argentina, Brazil, 
atau sebuah tempat di
Amerika Selatan.

 

"dr Poch 'Hitler' Masuk Islam"

Istrinya yang asal Jerman pulang ke tanah airnya. Poch
menikah lagi dengan perempuan Sunda

 

VIVAnews - Adolf Hitler, diktator Jerman dan orang yang
diyakini bertanggung jawab atas pembantaian bangsa Yahudi, diduga menghabiskan
akhir hayatnya di Indonesia -- sebagai dr Poch, dokter tua asal Jerman. 

 

Menurut mantan pasiennya, Ahmad Zuhri Muhtar (55), dr Poch
tinggal di rumah dinas dokter di Kompleks Rumah Sakit Sumbawa bersama istrinya
yang asal Jerman. 

 

Ketika istrinya itu kembali ke negeri asalnya, Poch lalu
kesepian. "Dia menyendiri lalu kawin lagi dengan istinya yang asal [Pulau]
Jawa, saya tidak tahu persisnya, mungkin Garut," kata Ahmad kepada
VIVAnews, Senin 22 Februari 2010. 

 

Ada lagi fakta menarik soal dr Poch yang diungkap Ahmad.
Kata dia, dr Poch bahkan masuk Islam karena menikah dengan perempuan muslim. 

 

"Dinikahkan secara Islam, resepsinya di pendapa
kabupaten. Ceritanya seperti itu," tambah Ahmad. 

 

dr Poch lalu pindah ke Surabaya, ke tempat istri barunya. 

 

Keterangan Ahmad bersesuaian dengan kisah yang diungkap dr
Sosrohusodo -- dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertemu Poch di
Sumbawa. 

 

Kata Sosro, setelah istrinya yang asal Jerman, diduga Eva
Braun, meninggalkannya, Poch yang diduga sebagai Hitler menikah lagi dengan
wanita Sunda asal Bandung berinisial 'S'. Terakhir 'S' diketahui tinggal di
Babakan Ciamis. 

 

Awalnya 'S' menutup mulut, namun akhirnya kepada Sosro, dia
menyerahkan sejumlah dokumen milik suaminya, termasuk foto perkawinan, surat
izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch.

 

Ada juga buku catatan berisi nama-nama orang Jerman yang
tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika
Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman

 

Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan
35638, kode simbol lelaki dan perempuan.

 

"Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang,
Hitler dan Eva Braun," kata Sosro. 

 

Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler --
yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G
(Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke
Sumbawa Besar.

 

Istri kedua Poch, 'S' juga menceritakan suatu hari dia
melihat suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya,
suaminya menjawab, "jangan bilang siapa-siapa."

 

Poch yang diduga adalah Hitler meninggal pada 15 Januari
1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan
jantung, dalam usia 81 tahun. 

 

Sebuah makam di Ngagel jadi pintu masuk untuk menyelidiki
kebenaran cerita akhir hayat 'sang Fuhrer'. 

 

Apakah Hitler benar tewas bunuh diri di bunker di Berlin
pada 30 April 1945, atau apakah mati dalam usia tua di Argentina, Brazil,
Amerika Selatan, atau Indonesia -- masih harus dikaji kebenarannya.

Firman Juliansyah 



PT INDISMART KREATIF IDEA

Jl. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung, Indonesia 40131 

T: +62 22 2503761 F: +62 22 2508155

Mobile: +62 81 320 656 905

Email : [email protected]



http://www.indi-smart.com

http://www.myindismart.blogspot.com

http://www.facebook.com/firmanjul

http://www.firmanjul.wordpress.com

http://www.blogs.friendster.com/bozzetto

http://www.ihavelyrics.blogspot.com

http://www.asiabersama.com/firmanjul


      

Kirim email ke