Cenah di urut WTC New York rek aya masjid. Hal nu teu mungkin dilakukeun di 
ground zero urut bom bali ...hehehehe. Sisi positipna ti nagara liberal siga 
Amerika Serikat: 


Sabtu, 08/05/2010 07:37 WIB
Masjid akan Didirikan di Dekat Ground Zero Jadi Perdebatan di AS
Nograhany Widhi K - detikNews

New York - Satu masjid akan didirikan di dekat bekas gedung World Trade Center 
(WTC) New York, Amerika Serikat (AS) alias Ground Zero. Pendirian masjid itu 
pun menjadi perdebatan antara penduduk New York dan keluarga korban serangan 11 
September 2001.

Cordoba House, nama proyek itu, akan menjadi pusat komunitas, termasuk di 
dalamnya akan didirikan masjid, pusat penampilan seni, gym, kolam renang dan 
area publik lainnya. Proyek ini merupakan gagasan kolaborasi antara American 
Society for Muslim Advancement dan the Cordoba Initiative. Kedua organisasi itu 
mempresentasikan visinya kepada Dewan Komunitas wilayah Manhattan, dan mendapat 
dukungan.

Eksekutif Direktur American Society for Muslim Advancement Daisy Khan, kendati 
pusat komunitas itu dipimpin kaum Muslim, pada dasarnya pusat komunitas itu 
melayani semua elemen masyarakat dari berbagai suku bangsa dan agama.

"Ini akan memiliki rasa komunitas yang riil, untuk merayakan pluralisme di AS, 
sebaik di dalam agama Islam. Ini (pusat komunitas ini) juga akan melayani 
sebagian besar masyarakat Islam yang diam yang tak ada hubungannya dengan 
ideologi ekstrem. Ini akan bisa melawan momentum ekstremis itu," ujar Kgan 
seperti dilansir dari CNN, Sabtu (8/5/2010).

Pusat komunitas ini dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan komunitas Muslim yang 
sedang tumbuh. "Waktu untuk pusat komunitas ini telah tiba karena Islam itu 
juga agama di Amerika. Kita butuh mengubah tragedi 9/11 itu kepada sesuatu yang 
sangat positif," imbuhnya.

Sementara anggota Dewan Komunitas yang menghadiri pertemuan itu, Ro Sheffe 
mengatakan proyek itu tidak memerlukan persetujuan Dewan. Menurutnya, pusat 
komunitas seperti itu sangat dibutuhkan penduduk lower Manhattan di tengah 
wilayah yang sangat komersial.

"Mereka mempunyai tanahnya, dan rencana mereka tidak merubah area zonasi. 
Mereka datang untuk mengetahui opini kita, dan memberi tahu rencana mereka," 
ujar Sheffe.

Dari 15 orang perwakilan komunitas, 12 orang dalam voting tertutup menyetujui 
proyek itu.

Sementara proyek itu menimbulkan pro dan kontra di antara penduduk Manhattan 
dan keluarga korban 9/11.

"Saya pikir itu hal yang tepat. Saya kehilangan 16 teman saat 9/11. Tapi Muslim 
juga menjadi korban di sana. Ini akan menjadi tanda yang bagus agar tidak 
mengecam semua Muslim sebagai teroris dan ekstremis. Sebagai orang kulit hitam, 
saya tahu bagaimana rasanya didiskriminasi saat kamu tak melakukan apapun," 
ujar Marvin Bethea, seorang paramedis saat peristiwa 9/11.

Herbert Quida, seorang ibu yang putranya tewas saat tragedi 9/11 mendukung 
proyek ini sebagai jembatan budaya di New York.

"Saya mengerti kemarahan dan kebencian itu, tapi itu akan lebih menimbulkan 
kebencian jika sebagian besar masyarakat dunia mengatakan bahwa seseorang yang 
memiliki kepercayaan ini adalah teroris, itu sangat mengerikan," ujar Quida.

Ada pula yang menentang seperti Michael Valentin, yang juga keluarga korban 
9/11.

"Lower Manhattan seharusnya dibuat sebagai monumen bagi orang-orang yang tewas 
di sana. Itu mematahkan hati bagi para keluarga korban. Saya menegerti mereka 
membangunnya untuk tujuan terhormat, namun tidak seharusnya itu di sana," ujar 
mantan detektif yang bekerja di Ground Zero.

Sedangkan penduduk lainnya, Barry Zelman mengatakan lokasi itu akan selalu 
menjadi pengingat luka.

"Teroris 9/11 melakukan ini atas nama Islam. Itu wilayah sakral di mana banyak 
orang tewas, saudaraku terbunuh, dan dalam bayang-bayang agama itu (Islam), itu 
hipokrit," tukas Zelman.

Bagaimanapun, Khan mengatakan umat Muslim juga menjadi korban serangan 9/11. 
"300 Orang korban di antaranya adalah Muslim. Itu 10 persen dari korban. Kita 
juga warga negara Amerika. Tragedi 9/11 melukai tiap orang di komunitas Muslim. 
Kita bersama-sama dalam hal ini, dan bersama-sama pula memerangi ekstremis dan 
terorisme," jelas Khan.

Cordoba House akan didirikan 2 blok dari Ground Zero, dan sekarang sedang dalam 
proses perencanaan pembangunan. American Society for Muslim Advancement 
berharap pengumpulan dana untuk membangun Cordoba House bisa tercapai dalam 3-5 
tahun mendatang.
(nwk/nwk) 

Kirim email ke