Dani Firmansyah Minta Penyerang Situs KPU Lainnya Dipaparkan
Jakarta, Kompas - Sampai sekarang situs internet Komisi Pemilihan Umum atau KPU masih selalu ada yang mencoba menyerang. Tetapi, serangan itu tidak sampai masuk dan merusak penampilan situs internet KPU seperti yang pernah dilakukan terdakwa Dani Firmansyah, 17 April 2004. Demikian disampaikan Ketua Tim Ahli Teknologi Informasi KPU Achiar Oemry, saat dihadirkan sebagai saksi perkara penyerangan situs internet KPU, Selasa (7/9), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Terdakwa Dani Firmansyah meminta supaya para penyerang situs KPU itu dipaparkan. Namun, permintaan itu tidak ditanggapi majelis hakim yang dipimpin Hamdi. Achiar merupakan saksi ketiga yang diajukan Jaksa Penuntut Umum Ramos Hutapea pada persidangan itu. Menurut Achiar, pembuatan perangkat teknologi informasi KPU yang menelan biaya Rp 152 miliar dapat mengetahui setiap penyerangan terhadap situs internet KPU. Sebelum saksi Achiar dihadirkan, pada persidangan didengar saksi Komisaris Parmin dan Inspektur Dua Sugeng Priyadi dari Satuan Cyber Crime Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Parmin adalah polisi yang menangkap Dani di PT Danareksa, pada 22 April 2004. Saat ditangkap, menurut Parmin, Dani secara kooperatif menunjukkan berbagai peralatan komputer yang dipergunakan di perusahaan PT Danareksa. Peralatan itu disita untuk dianalisis di Laboratorium Forensik Komputer Australia Federal Police di Canberra, Australia. Selain dari PT Danareksa, polisi menyita perangkat komputer Warung Internet (Warnet) Warna.com di Yogyakarta yang dibawa ke Australia. Dani sebelumnya pernah menggunakan fasilitas internet pada warnet tersebut untuk menyerang situs internet KPU. "Dari hasil analisis laboratorium forensik komputer di Australia, terbukti ada keterkaitan penyerangan terhadap situs internet KPU dari peralatan komputer milik PT Danareksa dan Warnet Warna.com di Yogyakarta," kata Parmin. Sugeng Priyadi menjelaskan, Dani menggunakan Internet Protocol Proxy Thailand untuk menyerang server tnp.kpu.go.id milik KPU. Hal itu sebagai teknik penyesatan, yang kemudian diketahui menggunakan Internet Protocol milik PT Danareksa. Dalam perkara ini, terdakwa Dani berhasil menyerang dan mengubah nama 24 partai politik di situs internet KPU dalam waktu antara pukul 11.24 lebih 16 detik hingga pukul 11.34 lebih 27 detik.(NAW) --- Visit www.warnet2000.net for directory of internet cafes. ============================================= Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 ============================================= ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
