'Infrastruktur seluler bisa dukung implementasi SIN'

JAKARTA (Bisnis): Pengamat menilai operator seluler dengan 
dukungan infrastrukturnya yang sudah menjangkau 
daerah-daerah bisa menjadi pendukung implementasi Single 
Identification Number (SIN) di Indonesia. Ardi Sutedja, 
Pengamat Telematika, mengatakan saat ini terdapat sekitar 
73.000 desa yang belum memiliki akses telekomunikasi dan 
teknologi informasi.

"Walau sudah menjangkau daerah-daerah, pemerintah tetap 
perlu mendorong operator seluler untuk membangun 
jaringannya sampai daerah yang memiliki nilai ekonomi 
rendah untuk mendukung implementasi SIN," katanya kepada 
Bisnis belum lama ini.

SIN merupakan nomor identitas kependudukan tunggal yang 
mencakup 36 nomor yang terintegrasi dalam satu sistem 
aplikasi. Saat ini implementasi SIN itu baru diterapkan di 
Ditjen Pajak melalui Keppres No. 72/2004 mengenai Single 
Identification Number (SIN) dan telah ditandatangani 
presiden pada 6 September 2004.

Implementasi SIN di Ditjen Pajak itu diharapkan berlaku 
efektif 2006. Saat ini SIN baru berfungsi untuk 
memperlancar pengintegrasian data (dari sekitar 24 
instansi) di Ditjen Pajak, namun belum mencakup fungsi 
yang lebih luas.

Berkaitan dengan penerapan SIN untuk semua sektor, tidak 
hanya di Ditjen Pajak, Ardi menilai SIN sebaiknya 
menggunakan teknologi chip seperti pada kartu ponsel yang 
dilengkapi jaminan sistem keamanan yang tinggi. Selain itu 
SIN bisa bekerja dengan dukungan teknologi seluler seperti 
GSM dan CDMA.

Menurut dia, bila SIN telah diimplementasikan di seluruh 
Indonesia, maka bisa mengintegrasikan berbagai aplikasi 
seperti e-health, e-government, dan e-manufaktur. Bahkan 
melalui SIN, Malaysia telah menggunakan aplikasi itu untuk 
kepentingan e-wallet [sebagai alat pembayaran semacam 
kartu kredit dengan nilai tertentu]

Tekan kejahatan

"Nomor identitas tunggal juga dinilai bisa menekan angka 
kejahatan maya secara cukup signifikan. Sistem keamanan 
dalam SIN akan menjamin kerahasiaan data pemegang kartu 
kredit yang melakukan transaksi lewat Internet," 
ungkapnya.

Haslinda Hashim, Praktisi TI dari Malaysia, mengatakan 
sistem operasi (OS) pada kartu nomor identitas tunggal 
bisa menggunakan Javacad, Ascos dan Multos.

"Kuncinya adalah pada sistem keamanan, karena SIN akan 
berfungsi secara optimal bila nomor tersebut juga 
digunakan untuk e-cash dalam proses transaksi secara 
online," tuturnya.

Dalam kartu SIN, tambah dia, terdapat beberapa 
mikroprosesor dan chip sirkuit yang terintegrasi dan 
sangat tergantung pada ROM, RAM, EEPROM dan protokol 
komunikasinya. Haslinda menambahkan setidaknya ada dua 
sistem yang harus diimplementasikan pada kartu SIN, yaitu 
keamanan data dan integritas data.

"Standar untuk sistem keamanan TI bisa menggunakan 
ISO7816/1 dan ISO7816/2. Mekanisme aksesnya bisa 
menggunakan password atau PIN, enkripsi dan kunci data 
lainnya."

Ardi menambahkan Indonesia diperkirakan belum bisa 
mengimplementasikan SIN sebagai kartu identitas tunggal 
menggunakan chip bila seluruh instansi pemerintah belum 
memiliki kepedulian untuk mengintegrasikan fungsinya dalam 
satu sistem.

Sebelumnya, Ichyar Musa, Ketua Dewan Pengurus Ikatan Audit 
Sistem Informasi Indonesia (IASII) mengatakan SIN 
sebaiknya disahkan sebagai standar nasional oleh Badan 
Standardisasi Nasional (BSN) untuk menjaga integritas dan 
keseragaman data di seluruh instansi pemerintah.

"Pengembangan SIN juga perlu membedakan fungsi regulasi, 
legislasi dan fasilitasi di antara instansi pemerintah 
agar tidak tumpang tindih," katanya belum lama ini.

Mengingat prosesnya yang kompleks, lanjut Ichyar, 
penetapan SIN tetap memerlukan dukungan fasilitasi dari 
instansi berwenang seperti Kementerian Komunikasi dan 
Informasi, Kementrian Koordinator Perekonomian dan 
Sekretariat Negara. Menurut dia, penetapan SIN oleh BSN 
secara terpusat ini juga bertujuan memadukan berbagai 
nomor identitas yang berbeda-beda-seperti nomor kartu 
tanda penduduk (KTP)-menjadi satu standar record control 
number.

Ichyar menjelaskan SIN terdiri dari primary key yang 
berfungsi sebagai rujukan tunggal untuk seluruh elemen 
data yang lain dan foreign key yang digunakan secara 
khusus di masing-masing instansi.

"Saat ini ada sekitar 21 instansi pemerintah sebagai 
foreign key namun belum ada primary key yang merupakan 
inti dari konsep SIN." (02)
  
---
www.warnet2000.net is up and running!
=============================================
Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA
Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
=============================================


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke