Telekomunikasi Tidak Diminati Investor

Jakarta, Kompas - Menjelang pelaksanaan tender proyek infrastruktur yang
ditawarkan pemerintah dalam Pertemuan Infrastruktur Indonesia, ternyata
minat investor terhadap proyek infrastruktur bidang telekomunikasi sangat
rendah. Oleh karena itu, pemerintah akan membawa rencana pembangunan
proyek-proyek telekomunikasi tersebut dalam roadshow internasional untuk
ditawarkan kembali kepada investor asing.

Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Senin (31/1), di Jakarta mengungkapkan
tidak banyak investor yang berminat menggarap proyek-proyek infrastruktur
telekomunikasi. Investor lebih tertarik membangun sektor perhubungan
seperti bandar udara atau pelabuhan.

"Saya belum melihat investor yang cukup serius dalam telekomunikasi. Kalau
bandara dan pelabuhan, investornya serius," kata Hatta.

Peminat proyek perluasan Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, telah banyak.
Salah satunya adalah Schipol dari Belanda. Menurut dia, proyek
telekomunikasi yang ditawarkan kepada investor bernilai sekitar 800 juta
dollar AS. Penyelesaian seluruh proyek telekomunikasi itu sepenuhnya
diserahkan kepada investor.

"Karena investasinya cukup besar, akan disosialisasikan dulu," ujar Hatta.

Pihaknya berencana menggelar tender untuk proyek telekomunikasi itu tiga
bulan setelah Pertemuan Infrastruktur Indonesia, atau sekitar bulan Maret
2005, jika ada investor yang berminat. "Jadi, sebagian akan ditender bulan
Maret, sebagian lainnya digelar setelah itu," kata Hatta.

Serat optik

Mengenai proyek pembangunan kabel serat optik yang mengelilingi wilayah
Indonesia, Hatta mengatakan belum ada investor yang berminat
merealisasikannya. Total panjang serat optik tersebut diperkirakan
mencapai 30.000 kilometer. "Lingkaran tulang punggung (backbone ring)
untuk serat optik yang mengelilingi Indonesia itu 30.000 kilometer dan ada
dalam satu proyek sehingga perlu waktu," katanya.

Pengembalian modal

Minimnya investor yang berminat di sektor telekomunikasi, menurut Hatta,
tidak berhubungan dengan tingkat pengembalian modal yang rendah. "Mungkin
mereka melihat tingkat penetrasi yang rendah, dengan penduduk 200 juta,
teleponnya baru berapa juta," kata Hatta.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie menyebutkan,
teledensitas di Indonesia masih yang terendah di ASEAN, yakni hanya 27
sambungan tetap dan delapan sambungan bergerak di antara 1.000 penduduk.
"Proyek telekomunikasi yang ditawarkan pada tahap awal ada satu proyek
senilai 1,6 miliar dollar AS," kata Aburizal. (OIN)

-- 
Selamat tahun baru Imlek 2556. Gong Xi Fat Choy!.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke