Backbone dan Data Center Nasional Alat Pemersatu Bangsa

Kurnia Rumdhony

ISTILAH backbone dan data center cukup akrab di dunia pertelekomunikasian
dan teknologi informasi. Backbone adalah jaringan dasar yang menghubungkan
setiap sarana telekomunikasi yang berfungsi sebagai sarana penunjang atau
tulang punggung atas ketersediaan hubungan atau koneksi.

Untuk menghubungkan seluruh Nusantara diperlukan suatu media sebagai
jaringan utama dalam melakukan komunikasi antardaerah. Sarana komunikasi
tersebut menciptakan suatu pertukaran data antardaerah dan hasil
pertukaran data kita sebut sebagai informasi. Sementara komunikasi dan
informasi yang cepat dan andal baik di sisi pemerintahan maupun swasta
sudah menjadi suatu kebutuhan penting.

Pemanfaatan teknologi dan informasi merambah ke setiap segi kehidupan
dengan pesatnya perkembangan dunia information communication technology
(ICT). Kebutuhan telekomunikasi di Tanah Air yang terdiri dari ribuan
pulau mengharuskan pemerintah memikirkan kehadiran suatu infrastruktur
jaringan telekomunikasi yang dapat menjadi sarana pemersatu bangsa.
Infrastruktur jaringan telekomunikasi tadi adalah Backbone Nasional yang
mengintegrasikan setiap jaringan yang ada di Indonesia.

Sementara infrastruktur lainnya adalah kebutuhan atas pusat data, yang
biasa disebut dengan Data Center yang menjadi bagian penting dalam
penyebaran informasi. Data center tidak hanya berfungsi sebagai pusat data
dan informasi, tetapi juga berfungsi menyimpan back-up data dan informasi
yang ada bagi setiap unsur pemerintah maupun masyarakat yang terintegrasi.

Backbone dan Data Center Nasional merupakan infrastruktur yang saling
berkaitan, tidak sekadar integrator. Keduanya dapat difungsikan sebagai
local exchange antarregion, nasional maupun kebutuhan gateway ke dunia
internasional. Kehadiran kedua fasilitas ini di setiap area strategis
dapat menjadi solusi pengamanan teritorial dan ketahanan nasional di
sektor ICT. Perangkat hukumnya kini sudah dipersiapkan, termasuk
penanganan cyber crime dan implementasi cyber law.

Kehadiran Backbone dan Data Center Nasional juga akan merangsang
pertumbuhan dari aplikasi elektronik yang sudah mulai berkembang saat ini.
Seperti e-gov, e-portal, e-finance, e-procurement, e-learning, dan lainnya
yang pemanfaatannya masih untuk kepentingan internal, belum terintegrasi
secara nasional.

Dari sekian banyak infrastruktur yang tersedia, baik pada jaringan
backbone maupun akses, belum satu pun operator di Indonesia yang dapat
memenuhi kebutuhan nasional. Pertumbuhan kepadatan telepon yang masih
rendah membuat digital divided cukup tinggi karena infrastruktur hanya
terkonsentrasi di area perkotaan saja. Padahal meluasnya jaringan sampai
ke pedesaan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi.

BACKBONE dan Data Center Nasional bagi negara maju dan berkembang saat ini
sudah menjadi suatu kebutuhan utama menyangkut hal ketersediaan sarana
telekomunikasi, informasi dan data. Misalnya di Korsel, untuk local
exchange-nya dipersiapkan jaringan yang berkapasitas lebih dari 85 Gbps
dengan 12 data center yang tersebar di setiap wilayahnya. Seoul sendiri
memiliki lima data center yang kapasitasnya sampai skala terabyte.

Kehadiran Backbone dan Data Center Nasional di Indonesia juga diharapkan
dapat menciptakan sumber database di setiap sektor. Antara lain database
kependudukan, kekayaan sumber alam, database pendidikan, perbankan dan
sebagainya. Jika terwujud, ia dapat digunakan pemerintah dalam menjalankan
roda perekonomian maupun pengambilan keputusan.

Dengan infrastruktur tadi petani misalnya, bisa mendapat informasi lokasi
pemasaran hasil buminya dan harga bahan pokok dari tangan pertama. Ini
diharapkan dapat memicu laju pertumbuhan ekonomi mulai dari pedesaan.

Mulai tahun 2005 pemerintah akan membangun proyek serat optik Palapa Ring
di tujuh lokasi yang dibagi dua tahap dalam lima tahun dengan dana sekitar
900 miliar dollar AS. Proyek serat optik sepanjang 36.000 kilometer itu
diharapkan dapat meningkatkan peluang bagi industri telekomunikasi,
mempercepat program USO (universal service obligation) dan bermanfaat
dalam rangka pengamanan ketahanan nasional.

Harus ada badan pengelola Palapa Ring sehingga kendali dan
pengoperasiannya berada dalam koordinasi pemerintah. Ini penting karena
data dan informasi yang akan dilewatkan banyak menyangkut kekayaan negeri
ini, termasuk masalah ketahanan nasional. Jika tidak, Indonesia akan
mengalami krisis informasi di negeri sendiri karena lalu lintas data dan
informasi akan dikendalikan operator asing.

Menghadirkan Backbone dan Data Center Nasional memang tidak segampang
membalikkan telapak tangan. Tetapi kita harus optimis paling tidak memberi
kesempatan pada masyarakat pedesaan untuk dapat menikmati sarana
telekomunikasi untuk dapat bertukar informasi ke seluruh dunia.

Kurnia Rumdhony Pemerhati Masalah ICT



Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke