PT Telkom Anggarkan Rp 30 Miliar untuk ICT Bandung, Kompas - PT Telkom menganggarkan lebih kurang Rp 30 miliar setiap tahun untuk penyediaan teknologi komunikasi dan informasi. Kegiatan tersebut terutama direalisasikan untuk pengadaan internet di sekolah-sekolah yang disebut program Bina Lingkungan.
Demikian dikatakan Direktur Utama PT Telkom Kristiono seusai diskusi panel bertema "Strategi Pengembangan Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi" di Bandung, Rabu (4/5). Menurut Kristiono, dana penyediaan teknologi komunikasi dan informasi (information and communication technology/ICT) berasal dari penyisihan laba bersih PT Telkom sebesar 0,5 persen setiap tahun. Tahun 2004 misalnya, laba bersih PT Telkom berjumlah Rp 6 triliun, kemudian disisihkan Rp 30 miliar untuk pengadaan ICT. Dia belum dapat menentukan besarnya dana untuk ICT tahun 2005, namun jika berpatokan pada jumlah laba bersih tahun 2004 jumlahnya tidak akan jauh berbeda. Hal ini disebabkan perkiraan laba bersih tahun 2005 berbeda sedikit dari tahun 2004. Dalam program Bina Lingkungan, PT Telkom melatih guru dan murid dari puluhan ribu sekolah setiap tahun. Kristiono tidak dapat menyebutkan dengan pasti jumlah sekolah yang sudah dilatih. Dia hanya menyebutkan, untuk sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) saja terdapat 6.000 sekolah yang dilatih setiap tahun. "Adakalanya kantor-kantor Telkom yang ada di daerah itu kan kami ubah jadi tempat pelatihan bagi mereka," kata Kristiono. Tindak lanjut pengembangan fasilitas tersebut di sekolah tergantung kepada kebutuhan karena siswa yang dilatih rata-rata masih tingkat pemula. Kerja sama PT Telkom dengan pihak sekolah tersebut pada dasarnya bertujuan menciptakan akses komunikasi dan informasi, khususnya dalam bentuk internet. "Itu merupakan satu prioritas yang kami berikan dalam banyak tema. Ada yang disebut sekolah 2000, internet goes to school, atau one school one lab," kata Kristiono. Menurut Kristiono, penyediaan ICT lebih banyak dilakukan di daerah-daerah terpencil. Adapun pembangunan di kota besar tidak terlalu difokuskan karena relatif tidak banyak yang perlu dibantu. Hal itu dapat dilihat dari infrastruktur serta kemampuan dan kesadaran masyarakat kota terhadap ICT yang sudah memadai. Di luar dana Rp 30 miliar itu, PT Telkom juga menganggarkan dana untuk menyediakan fasilitas telekomunikasi di daerah-daerah terpencil sebesar 0,75 persen dari laba kotor perusahaan. Program yang disebut Universal Service Obligation (USO) itu dianggarkan berjumlah Rp 45 miliar untuk tahun 2004. Kristiono mengatakan, pelaksanaan program USO dikonsentrasikan untuk pemerataan aksesibilitas terhadap teknologi komunikasi dan informasi di daerah-daerah. Untuk menyukseskan hal itu, PT Telkom bekerja sama dengan sejumlah pihak. Selain program di atas, menurut Kristiono, PT Telkom juga menyediakan fasilitas telekomunikasi di daerah terpencil. Hanya saja bentuknya komersil, artinya merupakan bagian dari aktivitas usaha Telkom. (bay/lkt) --- Ruang Kantor siap pakai di Surabaya, fasilitas lengkap, meja, ac. Hubungi: 031 5013570. Visit http://www.warnet2000.net/kantor.htm Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
