CDMA Mengancam GSM?

PENETRASI para operator telepon seluler berteknologi CDMA (Code
Division Multiple Access) ke lingkungan yang sudah didominasi
operator berteknologi lain tidaklah ringan. Seperti di Indonesia,
masyarakat sudah telanjur mengenal dan terbiasa dengan telepon
seluler GSM, maka kalau operator CDMA tampil seperti operator yang
sudah ada tentu tidak akan pernah menjadi yang nomor satu di negeri
ini.

Bahkan, CDMA tidak hanya sekadar memamerkan teknologi mutakhir,
yaitu akses ke teknologi 3G (generasi ketiga untuk komunikasi tanpa
kabel). Secara teknis, teknologi CDMA yang ada sekarang sudah
memiliki kemampuan sebagai jaringan 3G, hanya layanan untuk
kecepatan ini sering tidak dinyatakan secara terbuka.

Boleh dikata setiap operator CDMA mengatakan bisa memberikan akses
berkecepatan tinggi, seperti 3G. Meski pemanfaatannya lebih pada
pemakai komputer dengan menggunakan telepon sebagai modem, sementara
handset 3G untuk CDMA sepertinya belum atau jarang terdengar ada.

Berbeda dengan jaringan GSM yang bahkan beberapa handset yang masuk
Indonesia sudah memiliki kemampuan mengakses 3G. Sementara sifat
teknis teknologi CDMA yang tidak secara jelas mengidentifikasikan
diri mereka dengan jenjang-jenjang peningkatan kecepatan seperti
pada GSM.

Menjadi lebih heran lagi kalau menyimak persoalan pemberian lisensi
3G baru saja dilakukan pihak pemerintah. Sepertinya jaringan 3G di
negeri ini baru sebatas pemberian lisensi, padahal seharusnya sudah
ada, yaitu melalui jaringan CDMA yang sekarang ada.

Jaringan GSM sudah sejak tahun 2001 menerapkan teknologi jaringan 3G
yang dilakukan perusahaan NTT DoCoMo di Jepang dengan teknologi
WCDMA (Wideband CDMA). Yaitu, pengembangan teknologi yang tidak
mengacu pada teknologi CDMA yang ada sekarang.

GSM sendiri pada dasarnya mempergunakan teknologi TDMA (Time
Division Multiple Access) berkembang secara bertahap. Namun,
sekalipun menggunakan nama CDMA di belakangnya tentu tidak
dimaksudkan sebagai pengembangan dari teknologi CDMA yang ada.

Untuk meningkatkan kecepatan layanan tidak semua operator langsung
menerapkan ke WCDMA, tetapi secara bertahap GSM menambahkan jaringan
dengan apa yang disebut GPRS (General Packet Radio Services)
berkecepatan sekitar 64 kbps (teknologi 2,5G) dan baru selanjutnya
meningkat ke 3G dengan teknologi WCDMA.

Peningkatan ini juga seiring dengan kemampuan handset, terutama
disesuaikan dengan kesiapan para pelanggannya. Bahkan sebelum
mencapai 3G ada juga jaringan GSM yang menerapkan EDGE (Enhanced
Data rate for GSM Evolution) seperti yang dilakukan Telkomsel.
Tingkatan-tingkatan seperti ini tidak terlihat pada pengembangan
teknologi CDMA yang sepertinya langsung sudah 3G.

Tentu saja langkah-langkah GSM untuk mencapai 3G tidak harus setahap
demi setahap. Bahkan beberapa negara, seperti China, India, ingin
langsung melompat ke 4G (generasi keempat) dan hal ini secara
teknologi memang dimungkinkan, tergantung pada kebutuhan pelanggan,
aplikasi, dan juga regulasi pemerintah setempat.

TEKNOLOGI CDMA pada awalnya disebut dengan nama cdmaOne yang
merupakan teknologi generasi kedua (2G) sama seperti teknologi GSM
sekarang ini. Standar TIA/EIA IS-95 (Telecommunications Industry
Association/Electronic Industries Association Interim Standard-95)
ini pertama kali dipublikasikan Juli 1993.

Versi revisinya IS-95A diperkenalkan dua tahun kemudian dan menjadi
basis sistem komersial CDMA 2G seluruh dunia. Dengan kecepatan
koneksi 14,4 kbps (kilobit per detik) pertama kali digunakan
September 1996 oleh perusahaan Hutchison dari Hongkong.

Seperti pada GSM meningkatkan menjadi GPRS, maka CDMA merivisi
standar menjadi IS-95B. Sebenarnya yang disebut sistem CDMA 2,5G ini
menawarkan kecepatan 64 kbps, serupa dengan GPRS pada GSM. Pertama
kali diterapkan di Korea tahun 1999 sebelum diadopsi operator di
Jepang dan peru.

Upaya mendapatkan pengakuan dunia, maka kelompok CDMA terus berusaha
mengembangkan kemampuan sampai pada teknologi 3G yang saat ini lebih
dikenal dengan sebutan CDMA2000, yang pertama kali diperkenalkan
tahun 2000. Bahkan operator di seluruh dunia sekarang kebanyakan
sudah meningkat menjadi CDMA2000 dengan berbagai varian yang mampu
beroperasi sampai 3G.

Berdasarkan data dari CDG (CDMA Development Group) di Indonesia saat
ini sudah ada enam perusahaan yang telah mengoperasikan teknologi
CDMA dan semuanya sudah CDMA2000. CDG merupakan sebuah konsorsium
perusahaan yang bekerja sama memimpin adopsi dan mengevolusi sistem
tanpa kabel CDMA seluruh dunia.

Seperti PT Mobile-8 Telecom yang dikenal dengan produk Fren maupun
FrenSip mengkomersialkan CDMA2000 1X sejak 8 Desember 2003. Bekerja
pada frekuensi 800 MHz (pita B) untuk seluruh Pulau Jawa dan
menyusul Bali yang di dalamnya termasuk jaringan milik PT Komselindo
yang sebelumnya sudah menerapkan cdmaOne. Bahkan, sekarang Mobile-8
juga sudah mulai meningkatkan kemampuan ke CDMA2000 1xEV-DO (khusus
data).

Kemudian PT Bakrie Telecom dengan Esia juga menerapkan teknologi
CDMA2000 1X dan tercatat sudah mengoperasikan sejak 12 September
lalu pada frekuensi 800 (pita A). Dengan izin operasi lokal, yaitu
wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta membuat tarif yang
ditawarkan menjadi murah.

Indosat dengan CDMA2000 1X mulai aktif 29 Mei 2004 bekerja pada dua
jalur frekuensi 800 MHz (pita A) dan 1.900 MHz, sedangkan PT Telkom
Indonesia yang paling lama tercatat dengan CDMA2000 1X pada 5
Desember 2002, juga bekerja pada dua jalur frekuensi 800 MHz (pita
A) dan 1.900 MHz.

Sedangkan dua operator lagi aktivitasnya jarang terdengar. Seperti
Mandara Selular Indonesia (menggunakan CDMA2000 1X sejak 19 April
2004) dan PT Wireless Indonesia, merupakan perusahaan yang pertama
kali mengoperasikan CDMA2000 1xEV-DO sejak 29 Juli 2003.

Kondisi seperti ini bagaimanapun juga menciptakan persaingan menjadi
semakin keras, bukan hanya dengan operator GSM, tetapi juga
antaroperator CDMA sendiri. Friksi yang belakangan muncul adalah
larinya handset yang dijual secara bundle atau paket berikut nomor
yang diinjeksi langsung ke operator lain yang menerapkan tarif lebih
murah.

KEMAJUAN yang dicapai CDMA tampaknya juga berkaitan dengan harapan
dari International Telecommunication Union (ITU). Lembaga yang
bekerja dengan badan-badan industri seluruh dunia menentukan standar
dan kebutuhan teknis yang diperuntukkan bagi sistem 3G melalui
program IMT-2000 (International Mobile Telecommunication-2000) yang
merupakan standar telekomunikasi 3G.

Kebutuhan bagi jaringan IMT-2000 adalah sejumlah perbaikan kapasitas
dan efisiensi spektrum melalui sistem 2G dan mendukung layanan data
pada kecepatan transmisi minimum 144 kbps untuk kondisi bergerak
(outdoor) dan 2 Mbps dalam keadaan diam (indoor).

Berdasarkan kebutuhan tersebut, ITU pada tahun 1999 menyetujui lima
radio interface untuk standar IMT-2000 sebagai bagian dari
rekomendasi ITU-R M.1457. CDMA2000 merupakan salah satunya yang
kemudian juga dikenal sebagai IMT-CDMA Multi Carrier.

Dalam pengejawantahannya sekarang CDMA2000 dikenal dengan beberapa
varian, di antaranya CDMA2000 1X dan CDMA2000 1xEV. Pada CDMA2000 1X
bisa memiliki kapasitas suara dua kali lipat pada jaringan cdmaOne
dan mengalirkan kecepatan data maksimal 307 kbps untuk keadaan
bergerak.

Sedangkan CDMA2000 1xEV sendiri meliputi CDMA2000 1xEV-DO (data
only) yang bisa mengirimkan data sampai 2,4 Mbps dan mendukung
aplikasi seperti konferensi video. Varian lainnya adalah CDMA2000
1xEV-DV yang mengintegrasikan voice dan layanan multimedia data
paket berkecepatan tinggi secara simultan pada kecepatan sampai 3,09
Mbps.

Teknologi CDMA2000 1X secara komersial pertama kali dilakukan untuk
perusahaan SK Telecom dari Korea Selatan pada Oktober 2000. Sejak
itu CDMA2000 1X diterapkan di kawasan Asia, Benua Amerika, dan Eropa
dengan pertumbuhan dasar pelanggan 700.000 pelanggan per hari.

Pengikut CDMA mengklaim langkah ini sebagai penerapan 3G pertama di
dunia. Sementara CDMA 1xEV-DO sendiri baru diluncurkan tahun 2002
oleh SK Telecom dan KT Freetel.

Selama ini kebanyakan orang lebih mengenal perusahaan NTT DoCoMo
dari Jepang sebagai perusahaan pertama yang menerapkan teknologi 3G
dengan sistem WCDMA yang dikembangkan dari Eropa, yang tentu bukan
merupakan bagian dari jalur pengembangan cdmaOne maupun CDMA2000.

Semua persoalan ini tampaknya hanya menambah kerumitan bagi awam,
hal ini belum termasuk istilah-istilah teknis yang muncul. Namun,
kebanyakan orang tidak peduli apa pun namanya, yang penting mudah
digunakan, tidak rumit, dan yang penting harganya murah, baik harga
perangkat maupun biaya operasinya. (AW subarkah)

---
Ruang Kantor siap pakai di Surabaya, fasilitas lengkap, meja, ac.
Hubungi: 031 5013570. Visit http://www.warnet2000.net/kantor.htm


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke