Arwin Rasyid Dirut Telkom Jakarta, Kompas - Mantan Wakil Dirut BNI Arwin Rasyid akhirnya disetujui menjadi Direktur Utama PT Telkom Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham, Jumat (24/6) di Jakarta. Selain itu, pemerintah menunjuk mantan Direktur Bisnis dan Jasa Telekomunikasi Telkom Garuda Sugardo menjadi Wakil Direktur Utama.
Usulan susunan direksi dari pemerintah sebagai pemegang saham Telkom sebanyak 51,19 persen dibacakan wakil pemerintah dalam RUPS, Roes Arya Wijaya. Sampai nama tersebut dibacakan, susunan masih berada dalam map tertutup yang dibawa Lin Che Wei yang mendampingi Roes selama RUPS. Map baru diserahkan ke Roes saat RUPS membahas agenda keenam tentang direksi pada pukul 17.50. Diterimanya susunan direksi, berarti aspirasi Dewan Komisaris Telkom untuk menambah jajaran direksi dari lima menjadi tujuh dapat diterima pemerintah. Hal itu karena usulan nama yang diberikan pemerintah sudah terdapat dua penambahan direksi, di antaranya nama wakil direktur yang diduduki oleh Garuda. Setelah nama disebutkan dalam RUPS, Arwin bersama seluruh anggota direksi yang baru terpilih menyatakan kesediaannya menduduki jabatan ketika ditanya Komisaris Utama PT Telkom Tanri Abeng. Arwin Rasyid mengatakan, dirinya tidak akan pura-pura menjadi orang yang mengetahui segala hal soal telekomunikasi. Tetapi, sebagai bankir, dirinya akan bekerja sama dengan seluruh direksi untuk memajukan Telkom sebagai ikon perusahaan Indonesia. Oleh karena itu, dirinya meminta waktu untuk menjelaskan mengenai misi para direksi. Penjelasan tersebut akan disampaikan bersamaan dengan pengumuman kinerja kuartal II Telkom. Tetapi, Arwin mengatakan, Telkom menghadapi tantangan untuk meningkatkan penetrasi penggunaan telepon, terutama di pedesaan. Saat ini jaringan telepon hanya menjangkau 50 persen pedesaan di Indonesia, padahal di China mencapai 80 persen. Menteri Negara BUMN Sugiharto mengatakan, Arwin Rasyid diharapkan dapat mendorong Telkom menjadi perusahaan yang memiliki kapitalisasi sebesar 33 miliar dollar AS, dari kapitalisasi saat ini yang hanya 11 miliar dollar AS. Meski tidak berpengalaman di bidang telekomunikasi, Arwin diharapkan mampu menstabilkan keuangan Telkom sebagai perusahaan terbesar yang terdaftar di pasar modal Indonesia. Dividen RUPS juga mengesahkan pembagian saham sebesar Rp 152,14 untuk setiap lembar saham. Tetapi, sebagian dari dividen tersebut, yakni Rp 7,11, telah dibayarkan dalam bentuk dividen interim (dividen yang diberikan sementara) pada tanggal 6 Januari 2005. Dividen tersebut akan diambil dari keuntungan perseroan pada tahun 2004. Pada tahun lalu, Telkom berhasil mencatat kenaikan pendapatan operasi sebesar 25,19 persen dari Rp 27,12 triliun menjadi Rp 33,39 triliun. Laba bersih konsolidasi tahun buku 2004 sebesar Rp 6,13 triliun. Karena itu, direksi mengusulkan untuk membayar dividen Rp 3,06 triliun atau 50 persen dari laba bersih 2004. (OIN/BOY) --- Anda perlu meeting room atau kantor sementara di Surabaya? Tersedia ruangan dengan biaya ringan harian, lengkap meja dan full ac. Hubungi: Office Center, Jl Pucang Anom Timur I/19, tel. 031 5013570, fax. 031 5048504, Surabaya 60282. Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
