'Cetak biru telekomunikasi jangan batasi penyedia jaringan' JAKARTA (Bisnis): Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) merekomendasikan agar cetak biru telekomunikasi yang akan disusun pemerintah tidak membatasi penyedia jaringan dalam menyediakan jasa apapun. Subagio Wirjoatmodjo, Ketua Pokja Cetak Biru Mastel, mengatakan rekomendasi itu telah disampaikan ke Menkominfo beberapa waktu lalu.
Menutur dia, intinya Mastel merekomendasikan agar sistem duopoli segera diperluas, dalam arti tidak terbatas, sehingga semua operator yang memiliki jaringan boleh menyelenggarakan jasa telekomunikasi apapun. "Jadi, nantinya kami mengharapkan operator tidak lagi dibatasi menyediakan satu layanan apakah seluler atau fixed wireless tapi bisa melayani apapun. Tapi pemerintah tetap harus mengatur pembagian frekuensinya," katanya kepada Bisnis Selasa. Dalam membuka sistem duopoli itu harus dilakukan secara hati-hati melalui pentahapan mengikuti lisensi modern dari masing-masing operator, serta jangan sampai industri nasional dikuasai asing. Menurut dia, investasi asing tetap harus dipacu tapi perlu disertai persyaratan khusus, sehingga tidak hanya memberikan manfaat optimal ke masyarakat, tapi juga melindungi industri domestik. Menurut dokumen Mastel bidang manufaktur, dalam kurun waktu 2003-2006 total bisnis telekomunikasi di Indonesia diproyeksikan Rp40 triliun-Rp50 triliun per tahun, di mana pasar perangkatnya antara Rp22 triliun-Rp30 triliun per tahun. Dari kondisi itu diperkirakan pangsa pasar industri dalam negeri hanya 2%-3% dan pangsa pasar produk desain 0,1%-0,5%, sehingga industri perangkat dalam negeri masih sulit menjadi industri yang layak diperhitungkan. Karena itu, kata Subagio, pemerintah dan pelaku usaha telekomunikasi sudah saatnya mengambil langkah strategis guna memperkuat industri dalam negeri di tengah masih lemahnya basis R&D. Menurut dia, salah satu alternatif mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dengan mengakuisisi pabrik di luar negeri, yang selanjutnya dipindahkan ke dalam negeri dengan dana dari pemerintah atau pasar modal. Pabrikasi perangkat telekomunikasi yang cukup potensial untuk diakuisisi cukup banyak di Singapura dan Malaysia, paparnya, dengan syarat menguasai saham mayoritasnya untuk dipindahkan ke dalam negeri. Mastel melihat industri perangkat telekomunikasi dalam negeri dihadapkan pada tiga kelompok pesaing utamanya, yakni perusahaan multinasional sebagai pemilik teknologi, perusahaan perdagangan asing, dan perusahaan perdagangan lokal. Industri perangkat dalam negeri sering menghadapi kolaborasi dari ketiga kelompok tersebut, meski ada beberapa industri dalam negeri yang melakukan kolaborasi dengan pesaingnya itu. Atas dasar itu, rekomendasi Mastel untuk mendorong perkembangan industri perangkat telematika pada umumnya dibagi dalam pendekatan jangka pendek dan jangka menengah-panjang. Salah satu langkah strategi dalam jangka pendek, menurut pandangan Mastel, dengan memberi kesempatan lebih luas kepada industri perangkat domestik dalam proyek-proyek pembangunan sarana telematika, yang dananya terutama bersumber dari dalam negeri. --- If you need an office in Surabaya you don't have to invest on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings, visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email [EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs. Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
