Peranti Lunak Bajakan

Lembaga Pemerintah Masih Menggunakannya

Jakarta, Kompas - Mahalnya biaya untuk beralih ke peranti lunak
legal, tidak hanya menjadi masalah warung internet (warnet) di
Indonesia. Berbagai lembaga pemerintahan, bahkan di Departemen
Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dephuk dan HAM) yang membawahi
Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), juga
masih menggunakan peranti lunak bajakan.

Di Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menneg Ristek),
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Badan
Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), tidak
kurang dari 30 persen komputer berperanti lunak bajakan.

Dari total 397 personal computer(PC) di Kantor Menneg LH yang
masuk jaringan, 230 PC sudah memakai sistem operasi asli sedang
167 sisanya bajakan. Untuk peranti lunak office, dari 397 PC
ada 105 yang legal dan 292 PC memakai office bajakan.

Menurut Drs Maulyani Djajadilaga, Manajer IT (information and
technology) Bidang Pengembangan Sistem Informasi di Kantor
Menteri Negara Lingkungan Hidup, upaya menggunakan peranti
lunak legal memang masih banyak kendalanya. Selain
masing-masing unit kerja bisa membeli penarnti lunak dan keras
sendiri-sendiri, biayanya juga amat mahal.

Ia menghitung, untuk menggantikan yang bajakan diperlukan
paling tidak Rp 1,8 miliar, dengan harga software untuk office
400 dollar AS per komputer dan sistem operasi 5.000-6.000
dollar AS per lisensi.

”Meski mahal, software asli sebenarnya menguntungkan karena
sistem jadi aman dan tahan virus,” tambahnya.

Kondisi serupa terjadi di Kantor Menneg Ristek. Kemal Priatman,
Kepala Bidang Sumberdaya Informasi KMNRT menyatakan, semua
server dan jaringannya telah menggunakan Open Source Software
(OSS). Sedang dari 300 unit komputer desktop, 200 unit telah
dilengkapi OSS. Selebihnya masih dalam proses migrasi atau
merupakan komputer lama yang tidak mungkin di-install OSS.

Terkait penggunaan OSS, para pejabat di Kantor Menneg Ristek
telah dilatih dan bertahap akan dilanjutkan kepada para staf.

”Namun, ada beberapa yang belum bisa beralih ke OSS seperti
bagian desain, aplikasi GIS (Geographycal Information System),
program analisis dan manajemen,” katanya.

Maka untuk program GIS yang digunakan di BPPT, LIPI, dan
Bakosurtanal, digunakan peranti lunak legal. Meski demikian,
untuk kegiatan lain Kemal mengakui pihaknya masih mengupayakan
software yang legal.

Heny Liliwaty, Deputi Bidang Infrastruktur Data Spasial
Bakosurtanal, menyatakan sebagian besar peranti lunak sudah
menggunakan software berlisensi, terutama komputer yang
digunakan untuk membuat peta. Sedang untuk penelitian masih
menggunakan peranti lunak yang belum berlisensi.

Sebagian berlisensi

Andi Noorsaman Sommeng, Direktur Teknologi Informasi Ditjen
HAKI Dephuk dan HAM yang dihubungi terpisah menjelaskan, di
Ditjen HAKI ada lebih dari 400 komputer dan 11 server. Semua
software sudah satu paket dengan hardware mengikuti OEM
Original Equipment Manufacturer. Karena itu software-nya sudah
berlisensi.

Sedangkan peranti lunak aplikasi menggunakan OSS, misalnya
untuk sistem administrasi Hak Paten, Merek, dan Hak Cipta.

”Namun, saat penggunaan OSS bermasalah, tidak banyak yang dapat
membantu. Bila menggunakan yang berlisensi, setiap ada masalah
bisa berkonsultasi dengan pihak produsen,” kata Andi.

Ia tak tahu bagaimana di tujuh Ditjen Dephuk dan HAM lainnya,
apakah menggunakan peranti lunak yang berlisensi atau bajakan.
Ia berharap, pemerintah mulai mencanangkan penggunaan software
legal di lingkungannya. Bila anggaran tidak cukup, bisa
menggunakan peranti lunak OSS yang dapat diperoleh gratis dari
internet atau membeli dengan harga jauh lebih murah.

Namun, seperti diungkapkan Maulyani, dibutuhkan waktu untuk
sosialisasi OSS. ”Mungkin kalau diwajibkan orang akan cepat
belajar,” jelasnya. (nes/yun)

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest
on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings,
visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email
[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke