Open source bisa hidupkan industri software

JAKARTA (Bisnis): Pemanfaatan berbagai paket open source
(distro) oleh komunitas warnet secara meluas berpotensi
menghidupkan industri peranti lunak nasional dan berbagai
turunannya. Selain sistem operasi, warnet juga membutuhkan
berbagai aplikasi open source yang lain termasuk untuk
produktivitas kerja, browser, sistem penagihan dan
infrastruktur agar warnet bisa melayani pelanggan.

"Kebutuhan ini akan mendorong UKM [usaha kecil dan menengah] yang
bergerak di bidang pengembangan software," kata Menristek
Kusmayanto Kadiman di sela-sela open house peranti lunak open
source kemarin.

Open source merupakan peranti lunak yang dikembangkan secara
bersama-sama, menggunakan kode program (source program) yang
tersedia secara bebas, serta dapat didistribusikan. Peranti
lunak ini dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut
secara bebas.

Menristek mengatakan tujuan gerakan pemanfaatan open source
saat ini tidak hanya untuk menekan tingkat pembajakan atau
menciptakan
akuntabilitas, "Tetapi lebih luas yaitu membangun kemandirian
bangsa di bidang peranti lunak."

Komunitas warnet dinilai mampu mendongkrak tingkat adopsi
peranti lunak open source di masyarakat seperti tujuan program
nasional IGOS (Indonesia Goes Open Source).

"Warnet yang menggunakan peranti lunak open source kami anggap
sudah termasuk tim sosialiasi IGOS," ujar Deputi Ristek
Pendayagunan dan Pemasyarakatan Iptek Wendy Aritenang di tempat
yang sama.

Pada saat dicanangkan tahun lalu, kegiatan IGOS lebih berfokus
pada pemanfaatan peranti lunak open source di lembaga
pemerintah sekaligus memberikan teladan kepada masyarakat agar
menjauhi produk bajakan.

Memasuki tahun kedua, setelah pergantian pemerintah dan kabinet,
komunitas warnet mulai menjadi sasaran IGOS. Puncaknya, tim IGOS
mengembangkan distro khusus untuk warnet bernama 'Warung IGOS'
yang diluncurkan pada open house kemarin.

Terus menerus

Michael M. Sunggiardi, Ketua Asosiasi Warnet Indonesia (Awari),
mengatakan gerakan open source termasuk IGOS bisa dijaga
keberlangsungannya dengan menggandeng komunitas pengembang. Dia
menceritakan pengalamannya pada 2000 mempromosikan sistem
operasi Linux di 22 kota.

"Pada awalnya sambutannya antusias, tetapi karena tidak edukasi
dan dukungan pengembang, akhirnya terlupakan."

Warnet memang bisa menggunakan peranti lunak open source secara
gratis namun mereka juga membutuhkan berbagai layanan pendukung
seperti jasa integrasi sistem, pelatihan, pengembangan aplikasi
dan dukungan teknis.

Layanan pendukung selama ini didapatkan secara terbatas dan
gratis melalui berbagai forum informal seperti mailing-list
sehingga dinilai kurang mendukung operasional warnet yang
membutuhkan solusi cepat.

Kebutuhan ini akan menciptakan bisnis baru yakni sebagai penyedia
dukungan teknis bagi warnet, a.l. melalui support contract yang
berbayar.

"Setelah migrasi ke open source, tentu warnet membutuhkan
support, ini berarti membutuhkan tenaga teknis," kata Cahyana
Ahmadjayadi, Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo.

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest
on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings,
visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email
[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke