Hemat Energi, Boros Devisa

Oleh: AW Subarkah

Sepintas memang energi yang dibutuhkan sebuah telepon seluler
untuk berkomunikasi sangat kecil dibandingkan dengan perangkat
elektronik lainnya. Bahkan, ketika perilaku boros mulai muncul,
yaitu dengan pemakaian berlebihan, maka harus dibayar mahal
dengan banyaknya pulsa yang digunakan.

Dari sudut penghematan energi memang ponsel merupakan perangkat
elektronik yang dibuat dengan penghematan pemakaian listrik
yang maksimal. Mulai dari penggunaan energi untuk layar
tampilan, yaitu dengan screen saver, hingga pemakaian listrik
baterai dalam kondisi stand-by seirit mungkin.

Sementara masih ada tuntutan lain, yaitu tidak satu pun
produsen ponsel yang ingin produknya terkesan gembul, besar,
dan berat karena baterai. Karena itu tidaklah aneh apabila
baterai jenis lithium-ion menjadi standar baku sebab jenis
baterai ”isi ulang” ini memang memiliki kemampuan menyimpan
paling besar dan bobotnya paling ringan untuk saat ini.

Untuk lebih menghemat, saat ini negara-negara maju sedang
mengembangkan jenis baterai hidrogen mikro atau micro
fuel-cell. Cukup dengan mengisikan cairan hidrogen atau bahan
lain yang kaya unsur hidrogen, seperti metanol, bisa dihasilkan
listrik.

Dengan demikian, baterai hidrogen akan sama sekali meninggalkan
penggunaan listrik untuk menyetrum ulang baterai ponsel.
Bahkan, hebatnya baterai masa depan ini memiliki kapasitas yang
lebih besar, dan tanpa menunggu lama, cukup dengan mengganti
cartridge berisi metanol.

Sejauh ini dari sisi ponsel memang penghematan pemakaian
listrik sangat terasa. Namun, secara keseluruhan
penyelenggaraan telepon seluler apakah demikian?

Rupanya pemborosan masih terjadi pada bagian jaringan telepon
seluler, di mana penghematan listrik sulit dilaksanakan.
Bahkan, kalau perlu harus selalu siap dengan listrik cadangan
apabila pemasok utamanya mati tiba-tiba. Apalagi telekomunikasi
seluler ini dibutuhkan 24 jam sehari, terutama untuk kondisi
darurat.

Baterai hidrogen

Pengembangan baterai hidrogen sebelumnya memang sangat atraktif
dilakukan untuk otomotif. Namun, berkembangnya ponsel dan
kebutuhan energi listrik yang besar pada perangkat mini itu
memberikan inspirasi untuk mengembangkan micro fuel-cell.

Sampai saat ini yang aktif mengembangkannya adalah kelompok
perusahaan dari Jepang. Seperti Fujitsu Laboratories Ltd
belakangan menjalin kerja sama dengan NTT DoCoMo, operator
jaringan 3G (generasi ketiga) pertama dunia untuk mengembangkan
baterai hidrogen.

Dalam produk prototipe mereka, selain untuk baterai ponsel
secara langsung, juga dikembangkan sebagai charger untuk
baterai ponsel FOMA mereka. Dari prototipe yang ditampilkan dua
minggu lalu, mereka mempergunakan bahan metanol dengan
konsentrasi sampai 99 persen atau naik 30 persen dari prototipe
yang dibuat sebelumnya.

Dari alat charger yang mereka kembangkan mampu mengisi ulang
tiga baterai ponsel 3G dengan menyuntikkan metanol sebanyak 18
cc.

Baterai baru

Dibandingkan dengan baterai lithium-ion, baterai baru ini
memiliki kinerja sampai 10 kali lipat, selain kapasitas
penyimpanan energi bisa sampai tiga kali lipat. Apalagi metanol
bisa dibuat dari sumber-sumber biomassa.

Para ahli di Indonesia bahkan juga sudah mengembangkan biomassa
untuk kebutuhan otomotif sehingga tidak sulit apabila diarahkan
untuk membuat metanol, hanya sayang pengaturan penghematan
energi yang dilakukan pemerintahan sekarang hanya melihat sisi
ekonominya.

Pengaturan ini lebih darurat sifatnya, hanya ketika ”kepepet”
kebijakan itu dipaksa dijalankan. Pertimbangan teknologi sangat
kurang mendapatkan perhatian dengan kebijakan-kebijakan yang
mendukung.

Dulu pernah ada kebijakan penggunaan gas alam cair untuk bahan
bakar taksi dan mobil-mobil pemerintah, sekarang sepertinya
sudah mati angin. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
(BPPT) sekarang mengembangkan biodiesel dan bioetanol, namun
tanpa ada kebijakan yang berkelanjutan bisa jadi juga akan mati
angin jika isu penghematan energi sudah mendingin.

Selain itu, dalam bidang telekomunikasi yang dirasakan cukup
memprihatinkan adalah masih sangat rendahnya local content
perangkat telekomunikasi. Bahkan, hampir tidak ada operator
ponsel yang tidak dimiliki negara asing, bahkan termasuk calon
operator yang belum beroperasi sudah dicaplok perusahaan asing.

Memang tidak dimungkiri teknologi telekomunikasi yang sangat
dinamis itu selalu ditunjang teknologi terkini yang sangat
sulit dilakukan perusahaan-perusahaan kecil, baik menyangkut
teknologi jaringan maupun pengembangan handset, dan tanpa
adanya kebijakan yang mendukung keadaannya jelas akan semakin
buruk.

Seperti Jepang pun tidak begitu saja langsung menerapkan
teknologi yang mereka kembangkan sendiri untuk seluler. Bahkan,
perusahaan NTT DoCoMo yang menerapkan teknologi ponsel 3G
pertama di dunia tahun 2001 lalu pun mempergunakan teknologi di
luar Jepang.

Teknologi WCDMA (Wideband Code Division Multiple Acces) banyak
dikembangkan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat maupun
Eropa. Namun, sebagai negara yang merajai bidang elektronika,
pihak Jepang bisa mengambil manfaat dengan mengembangkan
produk-produk handset mereka sendiri.

Namun, apakah di Indonesia bisa secerdik perusahaan di Jepang
tersebut, hal itu masih menjadi pertanyaan. Bahkan, dari
sekitar delapan operator yang masih eksis sekarang, hanya
operator Esia yang saat ini masih dimiliki perusahaan bangsa
sendiri. Belum termasuk dua perusahaan yang baru diberi lisensi
3G sudah ditubruk perusahaan asing.

Mungkin negeri ini masih akan tetap bernasib sebagai negeri
terjajah, meski yang terjadi saat ini adalah secara ekonomi,
atau dengan kata lain negara konsumen. Nasib negeri ini sangat
bergantung pada hati nurani para pengambil kebijakan di negeri
ini.

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest
on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings,
visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email
[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke