Operator Siap Beralih Frekuensi

Pelanggan Flexi dan StarOne Tak Perlu Resah

Oleh: Buyung Wijaya Kusuma

Jakarta, Kompas - Operator layanan CDMA Telkom Flexi (Telkom)
dan StarOne (Indosat) menerima keputusan pemerintah untuk
pindah dari frekuensi 1920-1980 kilohertz yang dialokasikan
untuk layanan generasi ketiga atau 3G. Pihak Telkom dan Indosat
memastikan perubahan tak akan merugikan pelanggan.

Wakil Direktur PT Telkom Garuda Sugardo, Jumat (22/7) di
Jakarta, menegaskan, pihaknya siap untuk pindah frekuensi.
Namun, dia memastikan perpindahan tersebut tidak akan
mengganggu operasional Telkom dan tak merugikan pelanggan serta
mitra perusahaan.

Secara terpisah Direktur Utama Indosat Hasnul Suhaimi juga
menyatakan akan ikut dengan segala keputusan pemerintah.
Indosat kini sudah membuat tim untuk mempersiapkan langkah-
langkah perpindahan frekuensi agar tidak merugikan pelanggan
StarOne.

Namun, keduanya mengutarakan belum menerima pemberitahuan resmi
dari pemerintah mengenai rencana untuk mengeluarkan kedua
operator tersebut dari pita frekuensi 1920-1980 kilohertz.

Cukup waktu

Garuda mengatakan, pihaknya sepakat bila diberikan waktu selama
lima tahun untuk pindah frekuensi. Kurun waktu itu cukup untuk
membicarakan dampak peralihan frekuensi, misalnya biaya yang
harus dikeluarkan.

”Kalau pindah frekuensi, kita harus memerhatikan masalah
operasional, teknis, dan finansial. Selain itu, apakah sudah
ada alokasi frekuensi pengganti dari pemerintah,” ujar Garuda.

Menyinggung pelanggan, Garuda menegaskan, setiap pelanggan
Telkom Flexi yang terkena dampak akan mendapat terminal
pengganti yang baru. Misalnya, kalau perangkat telepon
pelanggan flexi ternyata satu band saja, sehingga tak bisa
berfungsi pada saat pindah frekuensi, tentu akan mendapat
pengganti yang bisa digunakan pada frekuensi baru.

Hasnul Suhaimi mengatakan, sebenarnya perpindahan itu berat
bagi Indosat karena belum tentu mendapatkan frekuensi
pengganti. Tetapi, Indosat tetap akan mengikuti keputusan
pemerintah untuk membenahi frekuensi yang ada. Pihaknya akan
membicarakan masalah perpindahan frekuensi dengan pemerintah.
Indosat belum memikirkan masalah kompensasi dari pemerintah.

Harus komprehensif

Ketua Center for Indonesian Telecommunication Regulation Study
(CITURS) Asmiati Rasyid mengatakan, pemerintah harus melakukan
pembenahan frekuensi secara komprehensif. Pemerintah harus
memiliki rentan waktu dari setiap pengalokasian frekuensi.

”Misalnya di Jepang, setiap pemberian lisensi frekuensi sudah
memperhitungkan perencanaan untuk lima tahun ke depan. Di
Indonesia, operator disuruh meninggalkan frekuensinya tetapi
tidak ditentukan penggantinya,” ujar Asmiati.

Flexi yang memiliki pelanggan tiga juta nomor tak dirugikan
dengan keputusan tersebut. Namun, pemerintah harus menanggung
biaya perpindahan karena Telkom punya izin frekuensi.

”Pemerintah akan dapat uang Rp 5 triliun dari penataan
tersebut. Maka, gunakan sebagian untuk proses pemindahan. Meski
demikian, Telkom tetap rugi karena citranya menjadi buruk.
Pelanggan tidak mau mengerti kalau ada gangguan telepon,” ujar
Asmiati.

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest
on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings,
visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email
[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hievgot/M=362131.6882499.7825260.1510227/D=groups/S=1705005512:TM/Y=YAHOO/EXP=1122619004/A=2889191/R=0/SIG=10r90krvo/*http://www.thebeehive.org
">Get Bzzzy! (real tools to help you find a job) Welcome to the Sweet Life 
- brought to you by One Economy</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke