Menggelar dan Menikmati Kemajuan Teleponi VoIP René L Pattiradjawane
Dalam sebuah seminar pekan lalu di Jakarta, ada pertanyaan yang dilontarkan kepada hadirin, siapa di antara mereka yang masih menggunakan sambungan telepon tetap dan siapa yang menggunakan telepon seluler. Pertanyaan ini diajukan untuk membenarkan logika bisnis si penanya yang beranggapan bahwa bisnis telekomunikasi tidak murah. Logika yang diajukan sah-sah saja, tetapi yang lupa juga ditanyakan oleh si penanya adalah kenapa setiap kali mengajukan sambungan baru telepon tetap yang diberikan adalah jasa teleponi nirkabel? Padahal, sebaik-baiknya telepon seluler yang sekarang menjadi komoditas penting di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi, sambungan teleponi menggunakan kabel masih memiliki kualitas yang lebih baik terutama ketika dikaitkan dengan koneksi data. Di sisi lain, unsur teleponi dalam teknologi komunikasi informasi sekarang ini berkembang sangat pesat terutama semakin maraknya penggunaan teknologi IP (Internet Protocol) yang membuka sebuah cakrawala baru di bidang telekomunikasi. Sebenarnya, dalam konteks ini kita berharap koneksi sambungan teleponi berbasis kabel menjadi penting. Konteks ini juga yang memperkenalkan kita pada teleponi internet yang populer disebut sebagai Voice over IP (VoIP), yang sekarang masih diperdebatkan apakah VoIP itu sebuah produk atau jasa? Di Indonesia, pengertian VoIP menjadi rancu yang menganggap bahwa penyelenggara ITKP (Internet Teleponi untuk Keperluan Publik) itu memberikan jasa kalau tidak membangun jaringan. Atau penyelenggara ITKP itu adalah penyelenggara jaringan yang kalau membangun sendiri jaringannya disebut sebagai penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis paket. Kedua perbedaan antara jasa dan penyelenggara jaringan ITKP sebenarnya menjadi tidak relevan karena yang harus dipahami adalah jaringan internet selain memiliki sifat multimedia juga memiliki multitujuan. Dan, VoIP adalah salah satu saja aplikasi yang tersedia di jaringan internet. Jaringan cerdas Ada dua hal yang sebenarnya terjadi dalam perkembangan teknologi komunikasi informasi akhir-akhir ini yang sangat pesat dan melampaui perkiraan banyak orang. Pertama, kehadiran aplikasi yang disebut Softswitch dan Next Generation Network (NGN) membuka dimensi baru kemajuan teknologi jaringan yang berbeda dengan mekanisme jaringan sebelumnya. Kedua, dimensi baru sistem jaringan cerdas ini juga membuka peluang bagi individu, kelompok maupun perusahaan untuk menyelenggarakan sistem teleponinya sendiri, tanpa harus mengandalkan perusahaan telekomunikasi yang sekarang ada (lihat juga tulisan halaman 35, "Cikal Bakal Telkom Rakyat"). Pertanyaannya sederhana hanya saja, apa yang dibutuhkan oleh pengguna VoIP untuk menerima dan memanggil percakapan suara? Jawaban yang sederhana mengikuti kemajuan jaringan cerdas (smart network) adalah tidak perlu jaringan telepon, tidak perlu jasa teleponi, dan tidak perlu sistem tagihan (billing), sehingga seorang pengguna VoIP sebenarnya tidak perlu mengandalkan perusahaan telkom dalam memenuhi kebutuhan teleponinya. Kita bisa membayangkan kalau perangkat telepon yang disediakan PT Telkom akan menjadi usang karena untuk percakapan teleponi masa depan kita cukup menggunakan komputer, atau bisa juga menggunakan PDA (Personal Digital Assistant) atau telepon seluler yang memiliki kemampuan sambungan VoIP. Dalam konteks ini, interkoneksi yang selalu menjadi persoalan yang tidak pernah tuntas di Indonesia ini menjadi tidak terlalu penting selama siapa saja penyelenggara jasa telekomunikasi tersebut memiliki sambungan jaringan ke internet. Dan tidak menjadi aneh kalau bisnis ITKP tidak bisa berjalan kalau tidak ada interkoneksi ke penyelenggara jaringan, karena sistem jaringan yang sekarang digelar begitu luas dan dalam, sehingga keterkaitan satu sama lain menjadi tidak terhindari. Kualitas VoIP Belum lama ini Kompas mencoba sebuah aplikasi VoIP disebut One-Connection yang memiliki sistem terminasi di Singapura, dan memiliki jenis layanan yang menarik. Di antara layanan tersebut adalah Follow-me Number, Internet Roaming, panggilan teleponi komputer ke telepon (PSTN maupun seluler), telepon ke telepon, faksimile ke komputer, Call Forwarding, serta SIP CPE (Session Initial Protocol Customer Premises Equipment) ke telepon. Perangkat SIP CPE yang akan tersedia di pasaran dalam waktu dekat ini adalah Nokia E61 (lihat Kompas 20/3) yang akan menjadi perangkat penting dalam perkembangan teknologi VoIP. Keunikan lain dari layanan One-Connection adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan daftar alamat yang ada pada aplikasi Microsoft Outlook, memudahkan penataan kumpulan alamat dan nomor telepon yang dibutuhkan. Yang menarik dari produk teleponi One-Connection ini selain harganya yang lebih murah dari biaya SMS Indonesia untuk melakukan panggilan telepon ke mana saja di dunia (termasuk seluruh wilayah Indonesia), juga karena kualitas suaranya yang tidak kalah dengan panggilan teleponi sistem GSM. Andri Tjioe, Direktur PT iForte Solusi Infotek, kepada Kompas menyebutkan, "Untuk SLJJ Indonesia maksimum tarif yang dibebani hampir nol." Dalam percobaan yang dilakukan Kompas mencoba One-Connection yang memiliki mesin VoIP di Singapura, melakukan panggilan teleponi melalui komputer dalam posisi streaming radio internet (menggunakan aplikasi iTunes) ke sebuah ponsel bernomor Hongkong yang roaming ke Indonesia membutuhkan waktu 7,56 detik. Menelepon nomor IM3 (semua dalam keadaan streaming radio internet) dibutuhkan waktu 6,70 detik dan 8,41 detik. Sedangkan menelepon sebuah nomor telepon rumah di Jakarta membutuhkan 22,07 detik dan menelepon nomor XL membutuhkan waktu 15,38 detik untuk tersambung. Semua panggilan One-Connection ini menggunakan komputer yang terhubung pada akses jaringan broadband yang menghasilkan akses kecepatan tinggi. Namun, yang mengherankan adalah ketika One-Connection ini tersambung melalui koneksi internet dial-up (seperti Telkomnet Instan), kecepatan melakukan panggilan teleponi dan kualitas suara yang dihasilkan tidak berubah. Bahkan, pada koneksi dial-up ini masih disertai dengan aktivitas men-download sebuah file yang cukup besar. Telkom rakyat Aplikasi One-Connection memiliki sistem data paket yang terkecil yang pernah digunakan oleh Kompas, dan mekanisme kerjanya pun menjadi canggih karena ketika mengirim suara teleponi dalam data paket akan memilih jalur-jalur koneksi yang murah. Menurut Andri Tjioe, kalau perusahaan telekomunikasi tidak bisa berkolaborasi dan tidak bisa memberikan alternatif teleponi murah, siapa saja akan mampu untuk membuat sistem komunikasi murah. Persoalannya, ketika perusahaan telekomunikasi menyadari perlunya perubahan orientasi dari teleponi berbasis circuit switching menjadi berbasis IP, semuanya menjadi terlambat. Hal itu karena ketika perusahaan telekomunikasi menjalankan strategi meninggalkan sistem jaringan lama, mengganti dengan jaringan IP yang terjangkau, serta mempertahankan revenue stream dengan tetap menawarkan harga yang sama, para konsumen serta-merta menolaknya. Alasannya sederhana saja. Konsumen pasti tidak akan menunggu perusahaan telekomunikasi untuk menawarkan jasa berbasis IP karena mereka sebenarnya memiliki jaringan berbasis IP yang disebut internet. Dan yang kita lihat sekarang terdapat dua hal yang menjadi pertimbangan konsumen karena terjangkau, hotspot menggunakan WiFi dengan koneksi kecepatan tinggi yang terjangkau dan kehadiran telepon VoIP atau VoIP converter seperti Cisco ATA (Analog Telephone Adaptor). Semua ini ditambah dengan upaya Telkom Rakyat yang dikembangkan komunitas teknologi komunikasi informasi, menjadi sebuah pertanda penting perubahan lanskap telekomunikasi yang seperti sulit ke luar dari situasi duopoli yang tidak berorientasi pada pertumbuhan teledensitas. Selamat datang telepon murah! ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free. http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> If you like this list, the moderator will be thankful if you would transfer some amounts to BCA account no. 064 100 2762. The moderator identity will be revealed. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
