Industri Telekom 

Operator seluler XL akhirnya meluncurkan layanan telekomunikasi generasi
ketiga yang dikenal dengan sebutan 3G (baca: triji), diwarnai dengan
berbagai peluncuran yang mengundang ratusan orang untuk menikmati
layanan ini. Di kalangan industri telekomunikasi, 3G menjadi sebuah
prestise tersendiri untuk menunjukkan kemampuannya mengadaptasi
teknologi terbaru tersebut. 

Sebelumnya Telkomsel meluncurkan layanan sejenis yang diwarnai dengan
berbagai komentar berkaitan dengan belum terselesaikannya masalah ULO
(Uji Layak Operasi). Operator lain, seperti Indosat, masih dalam tahap
percobaan dan belum ada tanda-tanda akan meluncurkan layanan 3G ini. 

Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang terjadi dengan Cyber Acces yang
pada awal diperkenalkannya teknologi 3G menimbulkan keributan soal
penjualan sahamnya dari perusahaan awal PT Charoen Pokphand Group
Indonesia ke Hutchison Telecommunications International Ltd milik orang
kaya Hongkong, Li Ka-shing. 

Hal serupa terjadi dengan Lippotel milik PT Natrindo Telepon Seluler
yang menjual sebagian sahamnya kepada Maxis Communications Bhd dari
Malaysia. Kedua perusahaan ini pada awalnya menjanjikan akan segera
menggelar layanan 3G, tetapi setelah selesai tender ulang yang
menghebohkan industri telekomunikasi mereka tidak kedengaran lagi
kabarnya. 

Banyak isu yang beredar mengenai kedua operator baru tersebut. Namun,
tidak ada berita yang bisa dikonfirmasikan apakah kedua perusahaan
tersebut serius untuk memasuki industri telekomunikasi memanfaatkan
penggelaran teknologi 3G. 

Sementara itu, di tengah penggelaran teknologi 3G, muncul berita akan
ada sebanyak 5,5 juta nomor seluler yang akan dihanguskan karena tidak
mendaftarkan diri sesuai dengan regulasi pemerintah. Dari jumlah ini,
Telkomsel dan Indosat mencatat yang terbesar, dengan masing-masing
mencapai 2,7 juta nomor dan 1,3 juta nomor. 

Sebenarnya tidak ada kaitan penggelaran 3G dan nomor yang akan
dihanguskan ini. Namun, keduanya menunjukkan peta sebenarnya industri
telekomunikasi kita yang terus mencari bentuknya sendiri. Salah satu
bentuknya adalah masalah tarif. 

Yang pasti, banyak hal yang akan terjadi dalam industri telekomunikasi
dalam kurun 2-3 tahun ke depan. Dan kita pun berharap telekomunikasi di
Indonesia akan menjangkau lebih banyak lagi orang untuk memanfaatkan
kemajuan teknologi komunikasi informasi.

-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762.  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke