Pertumbuhan Telepon Seluler Turunkan Pendapatan Wartel 

Yogyakarta, Kompas - Semakin tinggi pertumbuhan penggunaan telepon
seluler di Yogyakarta membuat pendapatan warung telepon atau wartel
turun hingga 10 persen. Penurunan tersebut terutama terjadi di sekitar
pusat kota. Pihak Telkom mengonsentrasikan perkembangan wartel di daerah
pinggiran, sebab di wilayah itu penggunaan ponsel masih rendah. 

Officer Public Relation PT Telkom Kandatel Yogyakarta Hartono, Senin
(13/11) di kantornya, mengatakan penurunan omzet tersebut mulai terasa
sejak dua tahun terakhir. 

"Pengguna wartel di daerah perkotaan semakin turun karena banyak
kalangan yang memakai jasa ponsel (telepon seluler) baik teknologi GSM
(global positioning system) maupun CDMA (code division multiple
access)," katanya. 

Menurut Hartono, selain menurunkan omzet wartel, pertumbuhan ponsel yang
cukup pesat juga membuat usaha jasa telepon atau jastel ambruk. Jastel
adalah pemanfaatan telepon rumah untuk kegiatan wartel. Biaya percakapan
di jastel ini biasanya lebih mahal karena oleh Telkom dihitung sebagai
biaya percakapan rumah tangga. 

"Banyak jastel tutup karena seleksi alam. Usaha wartel dan jastel sempat
menjamur sehingga otomatis menyediakan banyak pilihan bagi konsumen.
Mereka yang bertarif mahal pasti akan ditinggalkan konsumen," ujarnya. 

Tingkat penetrasi wartel di daerah pinggiran, lanjut Hartono, memang
masih kurang karena jaringan yang tersedia minim. Karenanya, pihak
Telkom tengah gencar mempromosikan wartel dengan menggunakan pesawat
Flexi. Tarif dan pembagian keuntungan sama dengan telepon kabel, yakni
sebesar 70 persen untuk Telkom dan sisanya bagi pemilik wartel. 

Menarik minat 

Untuk menarik minat masyarakat menggunakan jasa wartel, Telkom menggelar
program undian berhadiah Semarak Warung Telkom. Setiap pemakaian Rp
4.000 konsumen akan mendapatkan satu kupon undian. "Dengan metode ini
diharapkan tingkat penggunaan wartel bisa didongkrak," tutur Hartono. 

Arman, salah seorang pemilik wartel di Jalan Kusumanegara, mengemukakan,
pendapatan wartelnya terus menurun karena masyarakat lebih suka
menggunakan ponsel CDMA yang tarifnya murah. 

"Pengguna wartel saat ini memang terbatas. Dulu mahasiswa menjadi pasar
utama, tetapi sekarang mereka paling hanya datang ke wartel seminggu
sekali sekadar untuk menelepon keluarga di luar kota. Itu pun kalau
pulsa ponselnya lagi habis," katanya. (ENY)

-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/0It09A/bOaOAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762.  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke