Belanja Modal Telkom Rp 17 Triliun 

Jakarta, Kompas - Direktur Keuangan PT Telkom Rinaldi Firmansyah
mengungkapkan bahwa belanja modal PT Telkom Indonesia untuk tahun 2007
sebesar Rp 17 triliun. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk
pengembangan investasi bisnis seluler, telepon tetap nirkabel (fixed
wireless access atau FWA), dan infrastruktur telekomunikasi pendukung
lainnya. 

"Potensi pasar seluler dalam lima tahun ke depan akan terus meningkat,
diprediksikan selama kurun waktu itu akan ada sekitar 139 juta pengguna.
Untuk FWA, potensi pasarnya juga besar, yakni sekitar 29,8 juta konsumen
pada tahun 2011. Untuk mencapai target itu, kami harus melakukan
investasi," kata Rinaldi di sela-sela acara perayaan 11 tahun PT Telkom
sebagai perusahaan publik, Selasa (14/11) di Jakarta. 

Menurut Rinaldi, untuk layanan telepon Flexi, PT Telkom telah mempunyai
9,7 juta pelanggan. "Sampai dengan bulan September ini pendapatan dari
Flexi sebesar Rp 1,86 triliun. Pada akhir tahun nanti diperkirakan
mencapai Rp 2 triliun. Bahkan, tahun depan kemungkinan pasarnya akan
tumbuh sekitar 40 persen sampai 50 persen," kata Rinaldi. 

Executive Vice President Strategic Investment and Corporate Planning
David Burke menambahkan bahwa pada tahun 2007 PT Telkom akan tetap
menjadi pemimpin (leader) di industri telekomunikasi di Indonesia,
melalui penguatan jaringan. 

Pada triwulan ketiga tahun ini PT Telkom mencatat pendapatan Rp 37,2
triliun atau tumbuh 23,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang
sama tahun sebelumnya. Adapun laba pada triwulan tiga mencapai Rp 9,2
triliun. 

Direktur Utama PT Telkom Arwin Rasyid mengatakan, PT Telkom akan tetap
mempertahankan status pencatatan saham di luar negeri, yaitu New York
Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). 

Menurut Arwin, status dual listing masih memberikan banyak keuntungan
bagi Telkom, seperti benchmark pricing (parameter harga), kredibilitas,
dan reputasi perusahaan. 

"Selain itu, juga memberikan kemudahan mendapatkan akses internasional
terhadap pendanaan eksternal," kata Arwin. 

Khusus pencatatan saham di NYSE, menurut Arwin, menguntungkan dari segi
valuasi saham karena mendapat premium dibandingkan jika hanya tercatat
di bursa Indonesia. "Valuasinya bisa lebih tinggi 13,9 persen," kata
Arwin. (OTW) 

-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/0It09A/bOaOAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

If you like this list, the moderator will be thankful
if you would transfer some amounts to BCA account no.
064 100 2762.  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke