"When you're writing a TV spot, what your're realy trying to do is get your
audience to do nothing, to not click the remote and change the channel. With
Web content, you want your audience to do something, to put their index
finger on their mouse and click through to the next bit of information.
Whether your content informs, enternains or both, you're forever nudging
your audience to see what's around the corner." (dikutip dari artikel
berjudul: "How to Succeed in E-Business.")
itu namanya Interactivity ... melibatkan Interface design...
memang itu (hanya) salah satu perbedaan web dengan print/ TV / media lain
jadi .. nggak cuman kontent yang berperan disini .. desain interface juga
btw, kalo mas Harry tertarik dengan content design , udah ke
www.contentious.com ?
dan apa pendapat anda ttg pernyataan Jakob Nielsen www.useit.com bahwa ,
" User don't read on the web .. they scan " .... jadi masalah design layout
dan
design interface ... berperan lebih banyak di web daripada di media cetak ..
menurut saya demikian , CMIIW
saya melihat pola perilaku pembaca di Web, yang kalau memang akan membaca
cenderung download/save file html tsb , lihat versi teks only atau versi
printed-nya
.. yang lebih minimalis dalam design
misal saya mengamati pola perilaku ( saya sendiri :) ) pada waktu browsing
clickz.com
disana saya cenderung membuka file dengan daftar isi , kemudian membuka
versi ' printer friendly ' dan kemudian menyimpannya di harddisk kalo isinya
menurut saya
menarik ... untuk dibaca nanti selesai browsing ..
> Membaca kutipan (dan sudah tentu artikel lengkapnya) memberikan saya
inspirasi baru. Begini:
Ketika seseorang ingin membangun satu web site ada tiga keahlian yang
diperlukan, jika web sitenya ingin berhasil, yaitu keahlian webdesigning
(dalam arti art), web programming, dan content writing. Merancang homepage
sebuah perusahaan atau sebuah organisasi atau homepage pribadi, bukan semata
persoalan bagaimana tampilan fisiknya (dalam arti keindahan dan
kesederhanaan), kecepatan diaksesnya, kemudahan navigasinya, kehebatan
animasinya, tetapi juga contentnya. Artinya, ketika merencanakan sebuah web
site harus juga merencanakan isinya.
bener , pepatah web :) mengatakan " Content is king " .. " without good
design .. naked king " :)
> Banyak perancang web site merasa (menurut pengamatan saya) bisa
menampilkan contentnya, bisa menulis
> sendiri isinya, tetapi banyak yang juga "gagal" (dalam arti masih ada
ketidaksempurnaan). Mengapa? Karena
> menulis content juga memerlukan satu keahlian, pengetahuan, dan
keterampilan yang khusus. Rumusannya
> begini (untuk tidak meremehkan para webdesigner yang juga menulis
contentnya): semua orang bisa menulis
> tetapi hanya penulis profesional yang bisa menghasilkan karya terbaik.
Sebuah web site bisa gagal jika content
> yang disajikan sama sekali tidak menarik, walaupun tampilannya indah.
yup , keahlian itu yang diluar dikenal dengan " Copywriter " , kebanyakan
disini emang bidang
tersebut masih , maaf , 'diremehkan' , saya dulu pernah tau ada seorang web
designer yang punya
potensi besar di bidang tulis menulis .. cuman sekarang lama gak nongol ..
www.avianto.com
dan keahlian menulis , emang gak bisa didapat dengan mudah ... paling tidak
diperlukan pengetahuan dasar jurnalistik seperti 5W dll. ..
tapi nggak cukup cuman dengan pengalaman / keahlian jurnalistik cetak
'mentah'
lalu diterapkan di Web ... nggak pas .. pertama seorang copywriter ( bahkan
menurut saya
semua bidang profesi untuk ) Web harus mengerti batasan batasan Web ,
perbedaan Web dan
Print , kenapa halaman Web harus " Free Standing " dll
> Berdasarkan pengamatan saya, pengunjung (sampai pada satu fase tertentu)
akan kembali mengunjungi satu
> situs atau bertahan lama di situs itu lebih banyak karena mereka
mendapatkan content yang bagus, banyak,
> disajikan menarik, dan bermanfaat (sekedar opini saya, ini boleh didebat).
bermanfaat itu sangat relatif , bener nggak ... disitu perlunya
targetting audience ... sebuah resep masakan tentunya nggak menarik utk
seseorang
tapi bisa jadi sangat menarik dan bermanfaat untuk orang lain ..
> Saya melihat ada peluang kerja bagi para penulis profesional untuk
meningkatkan kualitas content di banyak
> Web. Saya ingin memproklamirkan diri dan memulai profesi baru sebagai
penulis content Web/Internet (nah ini
> promosi). Saya (yang sudah kurang lebih 10 tahun menjadi wartawan)
menawarkan jasa mulai dari perencanaan > content satu situs sampai
menulisnya dengan menjadi content dengan kualitas yang baik. Ada kriteria
suatu
> tulisan baik (seperti juga satu tampilan halaman web sempurna, seperti
yang banyak dibahas dalam milis ini)
> apakah itu untuk cetak atau media Internet. Kriteria itu antara lain:
mudah dimengerti, tidak bertele-tele, tidak
> membingungkan pembaca, dan menarik. Bagaimana sebuah tulisan bisa menarik
akan berkaitan dengan gaya
> penulisan, pemilihan topik, pemilihan judul, pemilihan angle, dll.
Bener .. tapi walaupun pengalaman yang lama bisa jadi suatu kekuatan anda ,
nantinya kalau anda memutuskan untuk 'Positioning' , pinjem istilahnya mas
TA Coen , sebagai seorang copywriter , sebaiknya jangan cepat puas
, soalnya itu saja nggak akan menjamin anda bisa menulis dengan baik di Web
.
intinya , kita semua , terlepas apakah anda programmer, designer ,
copywriter dll , seharusnya mulai mau ngeliat
web sebagai bidang multidisiplin , dengan banyak keahlian yang diperlukan
untuk kesempurnaan sebuah web site .
kalo kita bisa menghandle semuanya sih bagus .. tapi kebanyakan nggak bisa
.. dan nggak perlu saling melecehkan satu sama lain :)
kecuali tentunya kalo itu adalah web site proyek pribadi skala ' kecil ' ,
non-profit ...
seperti .. site saya toekangweb.or.id misalnya :) it's okay aja memakainya
sebagai
platform pembentukan keahlian anda ... bener nggak ??
Doni Yudono, Editor
[ http://www.toekangweb.or.id ]
Pengamat Web Design
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]