Hallo mas Harry saya tertarik tuh dengan tulisannya.
saya sekedar menambahkan nih...
Lahirnya internet (homepage,web,etc) melahirkan media baru selain TV,
Radio, dan media
cetak. Homepage merupakan sebuah media yang saat ini (menurut saya)
punya banyak keunggulan
di banding media sebelumnya. Melihat perbedaannya (secara media) adalah:
Media cetak : media yang hanya disajikan dengan visual saja, hanya dapat
disimpan dan dibaca
ulang setiap saat kita membutuhkan. Waktunya berjadwal.
Radio : media yang hanya menyajikan informasi lewat suara (audio),
runtutan informasinya
diatur oleh Program Director, pendengar tidak bisa menyimpan informasi
dengan bebas (harus direkam)
karena waktu siar-nya pun tertentu. Waktunya berjadwal.
TV : sempat menjadi media terobosan karena menyajikan rupa-rungu
(audio-visual). Hanya saja
runtutan acaranya pun sama dengan radio, begitu pula dengan penyimpanan
informasinya. Waktunya berjadwal.
Internet : menjadi media dengan terobosan yang mampu mewakili tiap2
media sebelumnya. Bisa audio apalagi
visual. (Kemudian ditunjang banyak aplikasi pendukung baruseperti flash,
shockwave, dhtml, vr dll). Pemilihan
informasi terserah user, kapan dia perlu dia bisa cari. Memiliki
fasilitas search-engine sedangkan di media-lain
hanya daftar isi, jadwal acara, dan schedulle jam penayangan saja. User
bisa interaktif dengan media tersebut.
Waktunya nonstop tidak berjadwal tapi bisa berjadwal.
Melihat alasan di atas ternyata kebutuhan untuk sebuah media itu
ditunjang banyak profesi
untuk melahirkan atau menyajikan informasi yang baik untuk user. Di sana
jelas dibutuhkan
profesi "engineer" untuk menjalankan, maintain, evaluasi mesin media.
"Designer" untuk menjembatani
isi mesin menjadi friendly kepada penerima media dan "director" yang
menjalankan proyek media
juga menyelaraskan jalannya media.
> Mengapa? Karena menulis content juga memerlukan satu keahlian, pengetahuan,
> dan keterampilan yang khusus. Rumusannya begini (untuk tidak meremehkan para
>webdesigner yang
> juga menulis contentnya): semua orang bisa menulis tetapi hanya penulis profesional
>yang bisa
> menghasilkan karya terbaik. Sebuah web site bisa gagal jika content yang disajikan
>sama sekali
> tidak menarik, walaupun tampilannya indah.
Content itu merupakan hal yang vital untuk sebuah media, apa pun jalur
media tersebut.
Yang saya tahu media itu dibagi menjadi tiga: Informasi, Pendidikan, dan
Hiburan.
Siapa target pasar dari media tersebut harus menjadi core-mind media
tersebut. Dengan demikian
track-nya nggak asal-asalan. Untuk menjaga content tadi lahirlah
"copy-writer", yang menurut
istilah mas Harry adalah penulis content web. Profesi ini sudah lama
lahir, berbarengan dengan
lahirnya media di masyarakat. Masalah kenapa web itu content-nya kurang
menarik dari cara
bertuturnya, mungkin masyarakat web kita belum sadar akan kebutuhan
tersebut. Inikan budaya
kita, kalo bisa dilakukan sendiri buat apa ngajak orang lain, apalagi
harus bayar...
> Saya ingin memproklamirkan diri dan memulai profesi baru sebagai penulis content
>Web/Internet
> (nah ini promosi). Sebenarnya saya sudah lama menawarkan Ferona untuk membantu
>merencanakan content homepagenya,
> tapi kok belum ada jawabannya? Gratis kok :). Yang lain juga boleh kok. Kalau ada
>yang berminat
> bisa hubungi saya di alamat email pribadi di [EMAIL PROTECTED]
Copy-writer web, itu perlu. Begitu pula dengan Graphic-web Designer
(beda ya dengan webdesigner).
Dengan menyadari kalau web itu merupakan media yang mana punya pasar
"penontonnya" sendiri,
tentu karakteristik yang sudah melekat di dunia media sebelumnya akas
sama dengan dengan media
web : butuh redaksi, editor, designer, copy-writer, programer,
marketing, dll.
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]