Hmm....
tampaknya ccnow.com , dan lainnya yang disebutkan pada email2 sebelumnya tidak
menerima mata uang rupiah.
BII bisa online transaction.. tapi beliau sudah akad dengan i-mall2000.com
(commerce.net.id) ... jadi hanya terima lewat service mereka.
Service i-mall2000.com bisa terima transaksi rupiah... tapi harus beli softwarenya
$1,000 ! dan masih kena sunat pula s/d 10% untuk pertransaksinya... GRRRR..
Jadi, kapan e-commerce di Indonesia bisa maju kalau begini ya?
Dimana pihak Bank (mungkin ulah pusatnya) belum tanggap untuk menyediakan service yang
mendukung e-commerce... sekalinya mendukung... eh harus lewat jalur monopoli...
kepentok dolar lagi, dan sunat lagi.
Yah.. ibarat petani dikasih traktor... kepentok mahalnya solar/bensin... balik lagi
pake pacul dan kerbau.. Jadi ya lebih murah beli barang di toko ketimbang di internet.
Bayangkan sebuah e-commerce site yang menjual Handphone di indonesia.. dia pastinya
punya saingan lain..(iklan koran, iklan baris,dsb) mengingat sunat sana sunat sini...
artinya mungkin harganya akan seperti ini ... modal + 10%pajak + 10%sunat +
5-10%untung = lebih mahal 25-30% beli di internet ketimbang telpon iklan di koran yang
diantar gratis... Hmmm???
Sayangnya... pejabat2 pemerintah kita cuma satu dua yang nginternet.. lainnya mungkin
masih sibuk mikirin hal2 duniawi..(not cyber).
salam.
Saftari
http://www.kemangnet.com
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]