Widya Latief wrote:
>
> At 15:51 15/12/1999 +0700, ToekangWeb wrote:
> >yang saya tangkep sih mas Saranto , web designernya
> >www.capella.co.id belum tahu kapan harus pake GIF kapan harus pake JPEG,
> >hehehe , sorry nggak nyambung ... :)
>
> mas Dony' ? :P
> kapan memang harus pakai GIF kapan harus pakai JPEG ??
maaf nis mas Donny, mau ikut nambahin... boleh yaa
hallo (mbak?/mas?) widya..
dari beberapa referensi yg saya baca ttg image utk web, umunya dipake
dua pilihan
yaitu JPEG (jipeg) dan GIF (gif bukan jif), walaupun sekarang muncul
beberapa alternatif
pilihan seperti PNG.
JPEG:
Joint Photographic Expert Group; Adalah file gambar (bisa ilustrasi bisa
photo), yang pada awalnya discan, memakan memori/ukuran file sampai
beberapa megabytes. Karena di internet identik dengan penghematan baik
itu file, pulsa, waktu loading dll, maka cukup bijaksana jika kita dapat
membuat file gambar tadi berukuran byte yang lebih kecil, dengan kata
lain kita kurangi resolusinya (maksimal 72dpi - ukuran yang masih bagus
dilihat oleh monitor), JPEG bisa sampai 300 dpi. JPEG baik untuk image2
fotografis. Meskipun kemungkinannya JPEG akan tetap berukuran lebih
besar filenya ibandingkan GIF, namun Anda dapat melihat gradasi warna
yang lebih halus daripada yang dapat ditampilkan oleh format GIF.
Walaupun pada kondisi tertentu JPEG mungkin bisa lebih kecil juga dari
GIF
GIF:
Graphic Interchange Format; Adalah format grafis yang populer digunakan
oleh para designer website untuk menampilkan gambar di halaman-halaman
websitenya. Kelebihan GIF antara lain bisa digabungkan menjadi sebuah
animasi (gambar bergerak) yang terdiri dari beberapa gambar GIF yang
statis. Secara visual, memang GIF memiliki keterbatasan warna (maksimum
256 warna). Tapi jika Anda jeli memilih warna dalam sebuah gambar/photo
yang akan ditampilkan dalam website, Anda dapat menghemat ukuran file
dengan menggunakan format GIF, dan hampir semua browser dapat membaca
format ini.
Maka ada istilah web safe color, yaitu warna2 yang akan muncul aik di
layar monitor 256 colors.
Untuk kasus capella, saya rasa untuk image di atas (capellaimage.jpg),
jika anda jeli anda akan melihat brintil2
warna disekitar huruf, hal ini muncul karena format yg dipilih jpg. Jika
dirubah menjadi GIF dia akan menggunakan warna yg dibutuhkan utk image
itu saja, sedangkan warna yg tidak diperlukan tidak akan ditampilkan.
(bisa dilihat saat export to GIF). Begitu juga dengan image untuk button
(onmouseover)-nya.
Terakhir, nggak usah khawatir juga kalo GIF tidak bisa bikin gradasi,
karena hal itu bisa kita lakukan saat convert jadi GIF kita bisa pilih
dither sebagai diffusion. (mungkin sebagai contoh bisa lihat di
www.onklik.com/oncinema) disitu poster filmnya semua memakai format GIF
walaupun image tersebut tampil sebagai foto (banyak gradasi).
Semoga membantu, lainnya mungkin bisa ditambahkan mas Donny.. (iya kan
mas?)
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]