>Sebenarnya bakalan lebih gampang lagi kalau dalam bikin
>rough conceptnya itu bareng2 jadi nggak akan ada tuh
tunggu2an.
>Nggak salahkan kalau dalam bikin konsep website, kita duduk
>bareng ngomongin konsep dasarnya...
Yang susah kalo kliennya suka JJS ( Janji2 Surga ) buat
meeting ya mas Motulz .. hehehe (sorry kalo ada yang
kesindir) =) Emang sih tapi komunikasi, duduk bersama antar
sebuah team tapi komunikasinya efektif juga susah buat
diterapin selama masih nggak jelas mana yang perlu dibuat
dan mana yang tidak perlu dibuat') oleh masing2 pihak ..
dulu pernah antusias banget .. tanya ini tanya itu , eh
malah dibilang 'terlalu semangat' .. jadi 'ngedrop' deh
( ..
>gini ya, saya koq berfikir bahwa ada di saat tertentu ,
kita
>butuh seorang web-graphic-designer yg mana dia justru nggak
perlu
>tahu ttg HTML atau any scripting lainnya, pokoknya dia itu
>bikin desain sesuai kebutuhan, hasilnya akan lebih atraktif
>jika dibanding kan desainer yg mengerti HTML, ide-nya
mungkin
>akan gitu2 aja.. seperti sudah terpatok oleh kaidah2 HTML..
CMIIW
Kalo IMHO, seorang desainer grafis yang baik dalam konteks
web developing tentunya ... juga musti
ngerti batasan2 Web .. jadi dari situ image yang dihasilkan
memperhitungkan gimana implementasi layout yang dia bikin
pake tabel ...
jadi mana yang bisa ditampilin pake HTML, dan mana yang
musti pake image?
Terus gimana implementasi logo yang dia bikin untuk Web jika
dipakai di banner, di topi, di baju, di kartu nama di
umbul2, di satu halaman besar koran Kompas dll :) ...
Kita bisa membuat sebuah karya grafis yang TOP di atas
kertas .. tapi jadi rusak gara2 hanya karena muncul sebuah
scroolbar di sampingnya .. atau gara2 resolusi monitor yang
cuman 72-96 dpi ... CMIIW
Di kantor saya yang sekarang juga pake designer khusus
grafis .. tapi tetap ada aja rumus kalo 'sebuah proyek
selalu membawa cita rasa (Style) satu proyek yang dikerjakan
sebelumnya' .. itu wajarlah .. very manusiawi .. tapi IMHO
itu bukan terpatok kaidah HTML, tapi terpatok kreatifitas
masing2 Individu ...
Ada artikel bagus di majalah www.Publish.com (majalah Design
Grafis, right??) tentang "Designing for Multimedia and
Beyond" .. ntar saya cariin URLnya .. disana antara laen
soal Typografi ada Tips2 untuk menjauhi font face Serif,
misal Times New Roman ... karena di bawah 10 point jelek
sekali di Layar Monitor. dan ini pengaruh ke Layout halaman
... Design Logo ... Banner dll.
>- Nambahin : sering2 aja cobain bikin homepage, baik itu
>untuk pribadi atau bikinin buat teman atau LSM. Buat saya
>menariknya homepage itu adalah resultnya bisa langsung kita
>lihat, beda kan dengan media cetak, yg harus
mempertimbangkan
>kertas dan biaya proof print.
Yup, sempet terinspirasi dengan apa yang di saya baca di
digital Studio disebut 'Portfolio developing' yang kira2
memperbanyak jumlah URL anda di resume sebagai web designer
.. Jadi pas awal2 (resume cuman 1 / 2 URL .. jangan terlalu
mikirin duit deh :) ' .. Estremnya mungkin .. kalo perlu
pake topi yang ada tulisannya .."Will Work for another URL
in my portfolio" :)
>ada komentar dari rekan2 arsitektur? ada yang pernah lihat
>www.arsitektur.com ?
ps. coba liat www.neomagazine.com ada bau2 arsitekturnya
juga ...
>nah lho.. beda nggak sama Interior Designer?
Ehm .. No Offense .. nanti malah 'perang' lho Mas Motulz ..
:) Maaf kalo pointnya kelewat ... Mungkin lebih jelas kalo
saya posting potongan artikelnya disini ... :
------------------------------------------------------------
-----------------
In his brilliant book, 'The Timeless Way of Building',
Christopher Alexander presents a blueprint for the design of
physical places that are both beautiful and functional, and
in so doing, provides a model for the design of usable
virtual spaces as well. Alexander explains:
"Everyone knows how beautiful a room is when it has a bay
window in it, or a window seat, or a special ledge next to
the window, or a small alcove which is entirely glassed. The
feeling that rooms with these kinds of places in them are
especially beautiful is not merely whimsy. It has a
fundamental organic reason behind it.
"When you are in a living room for any length of time, two
of the many forces acting on you are the following:
You have a tendency to go towards the light. People are
phototropic, biologically, so that it is often comfortable
to place yourself where the light is.
If you are in the room for any length of time, you probably
want to sit down, and make yourself comfortable.
"In a room which has at least one window that is a
'place' -- you can give in to both forces: you can resolve
the conflict for yourself.
"In short, you can be comfortable."
He goes on to explain a way of building based on "pattern
languages." He believes that over time, through careful
observation, we can amass a vocabulary of patterns that
work. We can learn what it is about a particular garden or
courtyard or room that makes it beautiful and functional,
and we can apply that knowledge towards the design of new
places.
However, he cautions that application of this expert
knowledge must be informed by the unique context of the new
place. When building a house, you must study the needs and
behaviors of the occupants-to-be. And he notes that
"prediction is all guesswork; the real events which happen
there are always at least slightly different -- it is
therefore necessary to keep changing the buildings,
according to the real events which actually happen there."
------------------------------------------------------------
-----------------
Semoga bermanfaat , dan juga kalo boleh tau ... gimana
pendapat rekan2 berlatar belakang Arsitektur??
>hehehe.. nambahin ya..mas Doni, tidak selalu lho.. tools
itu
>dibuat nyaman utk pemakainya, saya pernah belajar ergonomi
>ttg human factor, ternyata ada lho tools yg sengaja dibuat
>tidak nyaman
CMIIW, tapi Human Factor yang gitu kan sifatnya 'Minoritas'
?? misalnya aja 'nyeperin mobil' .. goncangan keras ..
'there is always trade off between Performance and
Appearance' .. bener nggak mas Motulz .. dulu pernah
diajarin temen .. kalo yang beginian namanya Aliran
Post-Modernisme .. yang muncul pasca Era- Industrialisme ...
jadi dari 'Forms Follows Function' jadi 'Forms Follows Fun'
... CMIIW .. dan design yang deket dengan Art .. IMHO memang
lebih Care ke 'looks/apperance' daripada
'performance/functionality' ..
tapi IMHO kalo targetting audience tentunya kita selalu pake
yang
'mayoritas' walaupun tentunya lebih baik kalo 'segmented'
atau terarah ...
>nah kalau yg ini saya belajar tuh waktu kuliah.. nama
kuliahnya
>Semiotika dan Semantika dalam Desain
Kapan2 boleh bagi2 ilmunya nih mas Motulz, tentang Semiotika
dan Semantika .. :)
>> karena Web Design
>> dan Komik mempunyai beberapa kesamaan .. keterbatasan
ruang
>> ... flow/alur/skenario ... dll.
>gitu ya? wah saya sendiri belum menyadari hal itu tuh mas
:)
Ehm .. Kayaknya sih begitu :) kira2 panjangnya begini :
1.-Komik: terbatasi oleh garis Kotak ... dan di koran
spacenya kecil sekali tiga/empat kotak ... CMIIW
- Web: kira2 sama dengan batasan bandwith dan
platform/browser HTML)
2. -Komik: Flow/Alur ini maksudnya sebuah kotak komik ...
harus berdiri sendiri ... tapi sekaligus me'link' ke kotak
lain /berikutnya dan sebelumnya dalam satu episode ... CMIIW
- Web: kira2 sama seperti sebuah halaman Web yang didownload
dan disave di hardisk usernya dari web sitenya harus mandiri
dan lebih mandiri daripada halaman sebuah buku yang disobek
dari sampulnya dan dikantongi oleh pembacanya .. Misalnya
dengan pencantuman judul Web site di setiap halaman, link
home .. link < Next /Back > dll.
btw, Udah baca URL yang kemaren tentang Interview ama Scott,
pengarang "Understanding Comics" kan mas Motulz ..?
>profesi yg terkait. Nggak akan maju tuh kalo seseorang
merasa
>dapat mengerjakan pembuatan sebuah website sendirian
Yup, soal Kerja Team ... yang bisa bikin "Sekumpulan Orang2
Biasa dapetin hasil Luar Biasa" .. itu yang susah dipelajari
secara teori dan dipraktekan sendirian (iya lah .. :). Saya
juga lagi pengen belajar .. Semakin tambah orang, akan
Semakin terbuka peluang konflik .. gimana meminimize konflik
Apalagi kalo tanpa adanya metode manajemen / standar praktek
yang jelas dan kepemimpinan team yang baik ...
Bagi2 Tips dong mas Motulz soal kerja Team .. gimana tuh
Onklik bisa akrab banget suasananya :)
btw, Semoga cepet dapet PalmTopnya deh ... =)
DoniYudono
http://www.toekangweb.or.id
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]