> > Saya sudah melihat website QCollege..programnya bagus..sayang tempatnya
> > di bandung,sementara domisili saya di Jakarta.
> > mungkin temen2 ada yang tahu informasi mengenai sekolah bidang Compu
> > grafik yg degree (berijazah) minimal diploma 3?
>
> emmm, mendingan jangan deh....
> Temen-temen yang pada jago-jago banget itu, Flash programmer, perl
> programmer, yang punya webhost dsb dst. itu setahu saya bukan mendapatkan
> pengetahuannya dari les-les-an. Usul saya sih mendingan coba-coba sendiri,
> lebih fun dan path kita belajar tidak digariskan, kita bisa secepet yang
> kita mau dan juga lebih luas, sekarang sebetulnya banyak sekali source untuk
> belajar asal yang pertama --> memang seneng, dari seneng timbul: NIAT

Saran saya memang sebaiknya coba-coba belajar sendiri. Soalnya bukan apa-apa,
kalau kursus biasanya waktunya cuman sedikit, sementara untuk bisa menjadi
expert (biasanya) membutuhkan waktu 'cukup' lama tergantung apa yg dipelajari.

Saya sarankan untuk belajar sendiri dan mengikuti mailing2 yg berhubungan
dengan web seperti webauthor, toekangweb, master web dll. Juga banyak
tersedia resource online.

Dan dana yg dipakai untuk kursus itu bisa dibelikan buku yg manfaatnya jauh
lebih besar dari sekedar mengikuti kursus yg memberikan ijazah.

> Dan juga saran dikit mungkin jangan ngejar ke-diploma-an, itu nggak berarti
> apa-apa. Ilmu yang dikejar jangan sekolahnya, apalagi si kertas itu. Saya
> lihat di beberapa perusahaan mereka nggak ngelihat orangnya itu mau
> SMA/S1/S2/D3 kek [lha, S1nya teknik Kimia tapi kok Perl guru?] lihat
> portfolio aja, wawancara terus ya lihat deh CD romnya atau online
> portfolionya, dah gitu aja. Menurut saya pribadi cara ini lebih fair.

Betul, kemampuan seseorang khususnya di web development tidak didasarkan
apakah kita punya ijazah atau tidak. Saya sendiri selama bergelut di web
development tidak pernah sama sekali menunjukan ijazah saya. bahkan proses
recruiting pun dilakukan lewat web.

> Saya sendiri sih sangat sebel kalau ngelamar kerjaan disuruh form yang
> panjaaaaang yang menurut saya nggak relevan, misal kakak - adik saya siapa,
> pekerjaannya apa, pendidikannya apa, duh ini apaaaaa? Saya langsung keluar
> waktu dulu dikasih form seperti itu.

Wah kalau yg ini tergantung tempatnya pak. Dulu waktu saya di Pittsburgh,
setiap mau ngelamar musti ngisi form tsb, tapi bukan apa-apa, form itu memang
diproses sama mereka bahkan kita langsung ditest saat itu juga didepan komputer
dengan model simulasi. Dimana hasil simulasi itu akan menentukan apakah kita
akan masuk pada proses selanjutnya atau tidak.

Tapi pendapat pribadi saya, juga kurang suka sama perusahaan yg ngasih
form yg banyak itu. Soalnya kebanyakan yg kasih form ke saya nggak pernah
manggil saya lagi, mungkin karena dianggap nggak qualified kali ya........

--
Regards,

AGUS SETIAWAN BASUNI
<www.indoFusion.net>



- Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]/

Kirim email ke