Halo mbak Lian,

Betul sekali memang skill tidak perlu/bisa dibuktikan dengan sehelai kertas.
Kalau kita lihat dari orang yang ngelamar pekerjaan, memang terasa sekali
seperti itu. Tapi dari sisi konsumen (yang memakai tenaga) anda, resiko jadi
faktor penting. Portfolio dan wawancara paling penting, tapi untuk berbagai
kasus, apalagi kalau dalam jumlah besar, 2 hal tersebut masih kurang. Kertas
itu adalah bukti terukur (walaupun kualitasnya bervariasi) bahwa paling
tidak anda sudah lewat batas kualifikasi tertentu.

Bayangkan misalnya, ada perusahaan auditor, tapi semua akuntannya lulusan
SMP/SMA, walaupun punya pengalaman. Atau diminta membuat jaringan dan
aplikasi yang availabilitynya harus minimal 99.9%, tapi anggota timnya
lulusan D3 Ekonomi, tidak punya sertifikasi apa2, walaupun sering bikin2
network di kantor2. Bagi perusahaan yang ingin memakai jasa mereka, cukup
riskan, karena siapa yang bisa memastikan tim itu punya konsep2 dasar yang
diperlukan di bidang itu, yang nggak bisa didapat hanya dari pengalaman.

Resiko (secara statistik) yang dihadapi oleh perusahaan yang memakai jasa
anda akan jauh lebih tinggi tanpa adanya bukti lulus edukasi
formal/sertifikasi itu. Jadi kalau bisa, kejar deh kertas pengakuannya.. :)

Indradjit Harbani
http://www.kemangnet.com


-----Original Message-----
From: Ayu Yuliana [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, June 08, 2000 7:50 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [webauthor] Sekolah / kursus web designer

Hik..hik..hik..:( 
itulah masalahnya mas Saranto..kenapa aku ngotot ngejar kertas pengakuan
diploma itu karena diPerusahan tempat saya bekerja masih memerlukan
pengakuan diatas kertas itu..
saya sependapat dengan mas Saranto bahwa skill ngga perlu harus
dibuktikan lewat sehelai kertas, tetapi harus kita akui di Indonesia
pada masa ini..seseorang masih dihargai dari title dan diploma yang di
milikinya..


Liana



- Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]/

Kirim email ke