baru denger saya, kalau ada orang Islam yg nggak percaya Al-Quran.....
he.he.he.he... iyeu mah da jelema gelo atuh...he..he..he.he..

hasan wrote:

>Pengakuan Bu Mus
>
>Dalam postingnya, akhirnya Bu Mus mengaku bahwa ia lahir 
>di sebuah kota
>kecil di Pulau Jawa. Almarhum ayahnya adalah pendiri 
>pondok pesantren yang cukup terkenal.
>
>Menurut Muskitawati, ayahnya adalah salah seorang pahlawan 
>Indonesia.
>Di masa kecilnya ia rajin belajar mengaji dan mendalami 
>agama. "Namun
>patut diingat, sebagai anak saya punya cara berpikir 
>sendiri, dan saya
>bukan hasil fotocopy dari orang tuaku," ujar Mus.
>
>Di kala remaja ia menikah dengan pria bernama Muslim yang 
>kini sudah
>tiada. Kini Bu Mus tinggal di Los Angeles, AS. Di tengah 
>kesibukannya,
>ia menjadi pengurus sebuah mesjid di Los Angeles. "Tugas 
>saya adalah
>sebagai pencari dana untuk mesjid yang saya kelola, dan 
>saya juga
>penyumbang tetap mesjid ini," ujar Bu Mus yang juga 
>mendalami ilmu
>bela diri.
>
>Karena banyak yang menuduh dia bukan pemeluk Islam, ia pun 
>menyanggah:
>"Yang menentukan saya Islam atau bukan adalah lingkungan 
>saya, keluarga saya
>dan teman-temanku di Indonesia, bukan Anda yang hanya 
>mengenal saya
>di dunia maya. Mereka masih menganggap saya masih Islam 
>karena
>saya tidak pernah menyatakan keluar dari Islam. Namun 
>dengan jujur
>saya tidak percaya Al-Quran sebagai wahyu Allah."
>
>Ia pun mengaku bukan pembenci Islam. "Saya bukan 
>anti-Islam, namun saya
>juga bukan orang yang bisa membenarkan ajaran-ajaran 
>biadab dalam
>Al-Quran. Apakah untuk hal itu Anda bisa menuduh saya 
>anti-Islam, bukan
>Islam, maupun pembenci Islam?"
>
>Ia menolak hukuman potong tangan pencuri. Ia setuju 
>larangan poligami.
>Lalu ia tambahkan lagi: "Saya melindungi dan menghormati 
>penyembah
>berhala dan patung-patungnya. Saya melarang siapapun 
>menggunakan kata
>kafir dan murtad. Saya mengutuk siapapun yang membunuh dan 
>merampok
>Yahudi. Saya mengutuk siapapun yang memperkosa amoy-amoy. 
>Saya mengutuk
>siapapun yang membakar gereja dan rumah ibadah non-Muslim 
>lainnya. Saya
>mengutuk siapapun yang membakar mesjid-mesjid Akhmadiah. 
>Saya mengakui
>apapun agama seseorang kalau dia mengakuinya. Saya 
>mengakui Akhmadiah
>adalah Islam karena mereka mengaku Islam."
>
>Agama menurut Bu Mus
>
>"Bagi saya, agama hanyalah hiburan untuk melengkapi 
>kebahagian manusia
>baik yang percaya maupun yang tidak percaya. Saya menolak 
>semua ajaran
>agama yang hanya memberi dan menjanjikan kebahagiaan hanya 
>kepada
>mereka yang percaya, dan menghukum dengan bencana maupun 
>neraka kepada
>mereka yang tidak percaya."
>
>"Bagi saya Tuhan tidak pernah menghukum siapapun yang 
>tidak percaya
>kepadanya, sama seperti juga saya yang tidak pernah 
>menghukum maupun
>membenci siapapun yang tidak percaya kepada saya. Saya 
>bisa membuktikan
>Nabi Muhammad cuma beristri satu yaitu Khadijah. Saya bisa 
>membuktikan
>bahwa Khadijah keturunan Yahudi. Saya bisa membuktikan 
>bahwa Waraqa
>adalah Rabbi Yahudi bukan Kristen. Saya bisa membuktikan 
>bahwa Aisyah
>bukan isteri nabi Muhammad. Saya bisa membuktikan bahwa 
>Nabi Muhammad
>dibunuh Abu Bakar.
>
>"Nah, semua yang saya tuliskan diatas bukan kepercayaan 
>tapi kenyataan.
>Saya tidak pernah menimbang dan mengambil keputusan 
>berdasarkan
>kepercayaan yang 'religious prejudice'. Semua keputusan 
>dan pertimbangan
>saya hanya berdasarkan kenyataan-kenyataan yang realistis 
>dan rasional
>logis.
>
>"Bagi saya, agama hanyalah hiburan seperti juga filem 
>cerita yang
>menghibur penontonnya.  Filem cerita bukanlah kebenaran, 
>namun Anda
>harus mempercayainya sewaktu menikmati tontonan itu untuk 
>bisa
>terhibur.  Namun setelah selesai nonton, maka kepercayaan 
>Anda harus
>dihilangkan agar anda tidak mengalami konflik realitas. 
> Kalau Anda
>gagal menarik kepercayaan Anda setelah selesai nonton, 
>maka bisa
>terjadi Anda menembak orang yang berkepala botak diluar 
>gedung bioskop
>hanya karena Anda masih percaya tontonan film dimana 
>pemerkosanya
>adalah orang yang berkepala botak. Inilah yang kita kenal 
>sebagai
>konflik realitas."
>
>"Demikian pula dengan agama atau kepercayaan, Anda hanya 
>boleh percaya
>pada kondisi atau konteks tertentu, bukan seluruh hidup 
>Anda harus
>diabdikan ke dalam kepercayaan maupun agama itu sendiri. 
>Agama cukup
>untuk menghibur, bukan menghakimi ataupun menghukum. 
>Semoga penjelasan
>ini bisa memperjelas siapa diriku yang sebenarnya."
>
>"Islam yang saya anut menjadi hak saya untuk 
>menentukannya. Bagi saya
>seorang Islam tidak harus percaya isi Al-Quran, seorang
>Kristen tidak perlu percaya Yesus. Sama seperti juga semua 
>yang ikut
>upacara keagamaan Olympiade yang menyembah dewa-dewa 
>Yunani kuno itu
>tidak harus percaya dewa-dewa. Agama hanyalah alat 
>penghibur manusia
>yang dibutuhkan untuk memberi kebahagiaan bukan 
>malapetaka.  Gunakanlah
>agama dan kepercayaan Anda untuk meningkatkan kebahagiaan 
>diri Anda
>dan orang lainnya, baik yang percaya maupun yang tidak 
>percaya."
>
>Ia terus terang trenyuh dengan keadaan Islam masa kini. 
>"Islam Syiah
>menuduh Islam Sunny adalah Islam murtad, bukan Islam, 
>kafir, dan halal
>dibunuh. MUI melarang Islam Akhmadiah karena dianggap 
>bukan Islam,
>menyesatkan umat Islam dan lainnya.  Islam Sunny menuduh 
>Islam Syiah
>adalah bukan Islam, dilarang ke Mekah, dan halal darahnya. 
>Demikianlah,
>siapa sih yang bisa dianggap Islam yang benar"
>
>Bu Mus menolak dicap Islam liberal dan moderat
>
>"Saya bukan Islam moderat, juga bukan Islam liberal, juga 
>bukan Islam
>fundamentalis, karena saya adalah scientist murni yang 
>mengabdikan diri
>hanya untuk kesejahteraan dan kemajuan umat manusia dalam 
>mendambakan
>kehidupan yang damai."
>  
>Menurut Bu Mus, Islam Liberal adalah mereka yang beragama 
>Islam, tapi
>kebingungan menemukan konflik antara kepercayaan mereka 
>dengan kenyataan
>-kenyataan modern yang harus mereka anut untuk bisa 
>survive ataupun
>adaptasi.  Untuk melindungi sikap mereka itulah, katimbang 
>mengorbankan
>karier kehidupan mereka ini, mereka cenderung membuat 
>tafsir-tafsir
>yang bisa disesuaikan dengan apa yang mereka lakukan.
>
>"Berbeda dengan saya, aku tidak pernah mengubah tafsir, 
>apa yang
>tertulis dalam kitab suci itulah yang aku kritik. 
> Contohnya:
>
>Dalam Quran tertulis Muhammad merampoki Yahudi, umat Islam 
>marah
>sewaktu saya kritik. Mereka menuntut saya menunjukkan ayat 
>yang menulis
>demikian.  Dan setelah saya tunjukkan ayatnya, mereka 
>berkilah bahwa
>tafsirnya salah, harusnya begini dan begitu.  Tentu aku 
>tidaka mau
>melayani perang ayat cuma berkilah memutar balik tafsir 
>ini dan tafsir
>itu.  Apa yang tertulis begitulah artinya, tak perlu 
>tafsiran-tafsiran
>yang bisa tak ada habisnya."
>
>"Contoh lain yaitu  kalimat Syahadat yang mewajibkan 
>setiap umat
>Islam untuk berbohong dengan kata-kata: "Aku bersaksi 
>bahwa tiada Tuhan
>selain Allah, dan Muhammad.....".  Padahal si-umat yang 
>mengucap
>syahadat itu tidak pernah menyaksikan, jadi artinya, 
>mengaku bersaksi
>tanpa pernah menyaksikan, disebut "kesaksian palsu" atau 
>"berbohong".
>Akibatnya, banyak umat Islam yang marah, mereka menyatakan 
>bahwa arti
>"bersaksi" itu bukanlah dalam arti literal, melainkan 
>artinya
>"percaya".  Demikianlah, sebuah kata yang salah digunakan 
>harus
>dibuatkan tafsir yang berbeda, dan akibatnya jadi kacau 
>kalau di ayat
>lainnya dikatakan bahwa seorang pezinah hanya boleh 
>dirajam kalo ada
>kesaksian 4 orang, artinya harus ada 4 orang yang 
>menyaksikan
>perzinahan ini dengan membuat kesaksian dimuka hakimnya. 
> Apakah
>kesaksian terhadap pezinah ini juga termasuk tak perlu 
>menyaksikan
>dengan mata kepala sendiri seperti juga kesaksian yang 
>diucapkan dalam
>Syahadat? Hingga sekarang tak ada umat maupun ulama yang 
>paling
>fundamentalist sekalipun yang mampu menjawabnya dengan 
>baik kecuali
>cuma caci maki dan kata-kata kotor maupun kata-kata 
>biadab."
>
>"Juga demikian dengan kata-kata 'tiada Tuhan' oleh mereka 
>diartikan
>'ada Tuhan'. Ribet bukan? Mau debat tapi kata-kata yang
>digunakannya bisa berbeda artinya, kapan bisa memenangkan 
>perdebatan
>dengan cara-cara seperti itu selain cuma jadi olok-olokan 
>yang
>menimbulkan kebosanan."
>
>Membedah Nyonya Hajjah Muskitawati binti Muslim
>
>Nyonya Muskitawati yang penuh kontroversi
>
>Siapa dia? Banyak orang penasaran siapa sebenarnya Nyonya 
>Hajjah Muskitawati
>binti Muslim -- sebut saja Bu Mus -- yang menghebohkan 
>itu. Namanya
>memang begitu berkibar, khususnya di milis Apakabar. 
>Keberadaan Bu
>Mus juga kerap dipergunjingkan di milis-milis lain, 
>khususnya yang berkaitan
>dengan agama. Tak heran kalau banyak yang tak mau mati 
>penasaran
>sebelum mengenal Bu Mus.
>
>Berbagai pemikiran Bu Mus tentang agama Islam dan 
>kehidupan memang penuh
>kontroversi. Sebagian orang amat benci padanya, sebagian 
>lagi cinta pada
>buah pemikirannya. Sehari tak ada postingan Nyonya Mus, 
>milis terasa
>sepi. Sekali ia posting, beragam tanggapan pro kontra lalu 
>berseliweran.
>Itulah Bu Mus kalau sedang berulah. Ia begitu tanggap akan 
>irama milis
>di kala ramai dan di kala sepi.
>
>Tak heran kalau ada yang akan mencalonkan Bu Mus sebagai 
>'woman of the
>year'. Apakabarian berhati baja bak Cut Nya Dhien dengan 
>otot sekeras
>Xena. Perempuan yang pintar berkelit dengan cara berpikir 
>yang licin
>bak belut.
>
>Yang sinis dan dongkol kepadanya menabalkan dia sebagai 
>perempuan yang
>brutal. Tak tahu diri. Dangkal. Ia adalah lelaki yang 
>menyamar jadi perempuan,
>kafir. Misionaris Kristen yang menyamar sebagai muslimah. 
>Penganut
>Islam liberal yang keblinger dan sebagainya. Yang penganut
>Kristen menuduh bahwa Bu Mus adalah penyamaran Evangelist
>Bambang Wiyono, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang 
>menuduhnya
>sebagai Dorce, alias perempuan jadi-jadian! Ya Allah Ya 
>Robbi.....
>
>Teuku Mirza yang berdarah Aceh merasa berang 
>(mirza_02@>>>)
>dengan sikap Bu Mus. "Segala omongan si Muskitawati 
>sedikitpun tidak
>menunjukkan bahwa dia orang yang percaya pada Kitab Allah 
>dan
>Rasullah. Artinya dia bukan orang beriman. Omongan dia 
>adalah omongan
>manusia musyrik. Tapi begitu beraninya dia bilang sebagai 
>orang Islam
>sejati, otaknya korslet kali," ucap Mirza.
>   
>"Pengakuan dia sebagai muslim sejati sangat bertolak 
>belakang dengan
>apa yang dia sampaikan. Amat disayangkan mereka yang 
>bertepuk tangan
>dan mengagungkan isapan jempol si musyrik ini adalah 
>mereka yang
>mengaku-ngaku humanis dan demokrat. Pada hakekatnya kalian 
>sejenis
>dengan Muskitawati. Betapa dungunya kalau manusia keparat 
>ini
>disandingkan dengan manusia mulia seperti Cut Nyak Dhien," 
>tambah Mirza
>
>Salam
>didin
>========================================================================================
>Ikuti Kuis Ramadhan bersama TelkomNet Instan dari 12 Oktober s.d 2 Nopember 
>2005 di 
>http://www.plasa.com/jatim 
>dan dapatkan hadiah setiap minggunya ! (khusus Jawa Timur)
>========================================================================================
> 
>
>
>
>Tetap Semangat Mencintai Banten! 
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
> 
>
>
>
>
>
>  
>

-- 
Kang yayan tea
"In the world that is open, who need gates?"
http://gallery.baduy.net




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke