Kang Herry,
Hal pertama yang saya lakukan setelah membaca posting di bawah ini adalah
memeriksa rak buku saya. Ternyata masih ada dua novel Kang Herry:
Perjalanan Asia (saya beli tahun 1994) dan Al Bahri Aku Datang dari Lautan
(dibeli 2001), keduanya terselip di antara novel Sang Guru (Gerson Poyk)
dan Harimau! Harimau! (Moctar Lubis). Kedua novel itu saya beli karena
dorongan dua hal: penghargaan terhadap Kang Herry dan rasa "kedekatan"
karena kita pernah satu SMA (saya lulus 1983 bersama Toto S Radik, Dadang
Sodikin, Rizon, dll).
Mungkin karena merasa sedikit tahu kiprah dan dedikasi Kang Herry selama
ini (meski hanya mengamati dari jauh), saya jadi (sok tahu) merasa
memahami kerisauan Kang Herry terhadap para calon yang akan tampil di
pentas pemilihan gubernur Banten. Saya menghormati kerisauan itu. Kita
tentu bebas untuk memberikan penilaian terhadap para kandidat yang ada,
seperti halnya kita juga bebas untuk memilih atau tidak memilih mereka.
Sebagai warga Banten, saya memilih untuk memilih. Betapapun pilihan itu
tidak ideal, bukan yang terbaik, tetapi saya yakin memiliki gubernur tetap
akan lebih baik dibandingkan tidak memiliki gubernur. Dalam memilih, tentu
saya tidak akan menjelek-jelekan calon lain, tetapi berusaha secara wajar
meyakinkan orang lain agar menyetuju pilihan kita.
Saya berharap Kang Herry dapat memberikan penilaian kritis terhadap
seluruh calon yang ada tanda kecuali, agar kita (minimal saya) tahu mana
yang palsu dan mana yang setengah asli. Yang asli jelas tidak ada. Mungkin
saja pengetahuan saya mengenai calon-calon yang ada selama ini masih
sangat terbatas, sehingga tidak tertutup kemungkinan saya (dan banyak
orang lain) nantinya akan salah pilih. Sebab sudah terbukti, sekali salah
pilih gubernur, yang repot ya rakyat Banten juga.
Mohon maaf kalau saya salah.
Salam hormat,
ali nurdin
BALONKU ADA..., BERAPA YA?
> Ini bakal tulisan yang sedang saya persiapkan.
> Plesetan bagi para bakal calon gub Banten...
> Rupa-rupa warnanya....
>
> TS, setelah tua, pulang ke Banten..
> Ingin membngun Banten..
> Bayangkan, pengusaha.... menghambur2kan uangnya..
> Untuk imej building... Dan dia berjanji akan menarik investor...
> Relasi-relasinya.. koneksivitas dia okelah...
> Tapi, kenapa TS tidak membangun Banten saat masih jaya?
> Misalnya, membuka lapangan pekerjaan; bikin pabrik,
> Bikin TV Lokal... ini kok pengusaha jadi penguasa...
> Ada yang bisa menjelaskan hal ini?
> Apalagi jika kita tau Ali Fadilah, dengan Banten Heritage-nya, yang
> merekomendasikan Makodim jadi mall Serang, jadi tim sukses TS.
> Mana tagngungjawab Ali Fadilah, ketika 8 pilar silindris Makodim,
> Yang bukannya dilestarikan, tapi raib hancur tak berbekas entah
> kemana...
> Yusron, kau dari PAN, yang ngusung TS jadi bakal cagub, bisa ngejelasin,
> Bahwa TS murni mau membangun Banten? Bukannya nanti kalao dia kepilih
> jadi A1, rekanan bisnisnya nanti yang akan mengeruk hasilbumi Banten?
> Pengusaha dan penguasa, apa jadinya mereka?
>
> Saya tahu, TS lebih baik dari kelompok Rawu.
> Tapi, kenapa dulu TS mundur?
> Tapi sekarang dengan membusungkan dada,
> Selalu menyebut sebagai ketua pendiri Prov. Banten?
> Apa yang sudah PAN, PKS, dan TS lakukan dengan pencer
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/