Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr. wb.
Maaf saudara-saudaraku, banyak sebab kenapa orang mudah terserang alergi.
Orang mudah terkena alergi, bisa disebabkan karena pengaruh dari makanan atau
pengaruh cuaca dingin bahkan mungkin alergi kepada cuaca panas. Bisa juga
alergi terhadap nasihat-nasihat orang lain yang berisi kebaikan. Bisa juga
alergi karena disebabkan sudah terkontaminasi oleh penyakit hipokrit akibat
terlau sering menghirup udara materialisme, sekulerisme dan udara-udara lainnya
yang dianggap sejalan dan senapas dengan nafsunya.
Sekali lagi maaf saudara-saudaraku, pada kesempatan ini menghadapi libur tiga
hari, saya ingin bicara tentang Islam sebagai agama yang mampu kita laksanakan.
Kenapa hal ini perlu saya bicarakan dalam tulisan ini ? (sebagai salah satu
penangkal alergi...he.he...he..Islam lagi Islam lagi).
Sebab, tidak sedikit manusia yang mengaku ummat Islam yang terbuai oleh nafsu
dan dugaan yang keliru yang berpandangan bahwa Islam adalah agama yg berat,
agama yg aturan-aturannya sulit dilaksanakan. Kenapa pandangan yang keliru itu
bisa terjadi ? Penyebabnya boleh jadi karena kurangnya pemahaman dan
penghayatan terhadap Islam, atau boleh jadi karena keliru membandingkan Islam
dengan agama-agama lain dengan perbandingan parsial (sepotong-sepotong) yang
tidak utuh.
bertolak dari pemahaman dan penelitian kita terhadap seluruh aspek ajaran
Islam kita dapat katakan Islam adalah agama yang mudah dan tidak banyak beban.
Mudah, berarti agama yg kita anut dan yakini ini tidak sulit untuk dipahami dan
tidak sulit pula untuk diamalkan. tidak banyak beban, berarti semua beban tugas
yg dipikulkan Allah kepada kita masing-masing adalah beban yang tidak banyak,
beban tugas yg berada dalam kada kemampuan itu untuk melaksanakannya. kalau ada
pendapat yg mengatakan Islam adalah agama yang sulit, maka pendapat itu
hanyalah pandangan yang mempersulit diri sendiri akan hal yang sebenarnya tidak
sulit. artinya, ada semacam trauma pada sebagian orang yang selalu menilai
sulit terhadap hal-hal yang mudah, suatu penyakit kejiwaan yang perlu dikikis
habis dari jiwa ummat Islam. bila ada orang yg berpendapat Islam adalah agama
yg berat, yg banyak tuntutan, hal inipun merupakan penyakit yg hanya layak
dipakai oleh orang-orang yg pemalas, yg jiwanya mati
untuk memahami hakikat ajaran Islam.
Marilah kita simak firman Allah surat al-Baqarah ayat 286 yg artinya : "Allah
tidak membebankan seseorang akan sesuatu kewajiban melainkan beban yg
diamanahkan itu sesuai dengan kemampuannya".
Apa arti singkat dari ayat tersebut ? Beban yg diberikan Allah melalui agama
Islam kepada kita adalah beban kewajiban yg mampu kita lakukan, bukan beban yg
tidak sanggup kita laksanakan. Kalau Allah mewajibkan yg perlu kita pikul itu
merupakan kewajiban yg berada dalam kemampuan kita melakukannya. sebaliknya,
bila Allah melarang atau mengharamkan kita supaya tidak melakukan sesuatu
perbuatan, itu berarti yg dilarang itu berada dalam kesanggupan kita untuk
meninggalkannya.
Salah satu contoh praktis, shalat, umpamanya. apakah shalat itu berat ?
apakah waktu yg tersita untuk melaksanakan terlalu banyak, sehingga dapat
mentelantarkan aktivitas dan menurunkan produktivitas kita dalam bekerja ?
melalui tulisan ini dapat saya katakan, "shalat itu tidak berat". Kenapa ?
karena setiap Muslim yg dewasa pasti sanggup melaksanakannya. Bagi orang yg
waras atau sehat akan bisa melakukannya secara sempurna, berdiri, rukuk, sujud,
dan sebagainya. Bagi orang yg sakit, yg tidak sanggup berdiri, ia boleh
melakukannya sambil duduk, boleh sambil berbaring, bahkan apabila duduk dan
berbaring tidak kuat, maka dengan isyarat mata. kalau sekiranya memang
cara-cara tsb tidak bisa dilakukan, maka "innalillahi wainnaiaihi rojiun",
berarti orang seperti ini jika dengan isyarat mata sudah tidak bisa, batas
beredarnya hidup di dunia sampai disitu.
juga dalam berwudhu bila seseorang sulit untuk mendapatkan air untuk berwudhu
atau tidak bisa memakai air karena sesuatu halangan, maka bisa diganti wudhunya
dengan bertayamum.
bila seseorang dalam mussafir (perjalanan), ia boleh mengqassar shalat atau
menjamak shalat, dan bahkan boleh mengqasar dan menjamak sekaligus.
Bila seseorang Muslim yg sudah dewasa belum menguasai bacaan dan tata cara
shalat secara sempurna, ia mestinya melakukan shalat sesuai dengan kemampuan yg
ia miliki, dengan catatan orang tersebut mesti terus berusaha untuk
menyempurnakan pengetahuan dan pengamalan shalatnya.
dalam kerangka ini, kita menghimbau saudara-saudara yang seiman dan seagama
untuk melaksanakan shalat kendatipun belum mengetahui tata cara secara
sempurna. tidaklah pada tempatnya bila menunggu "mempunyai pengetahuan yg
sempurna" atau berusia manula baru beribadah. dalam kerangka inilah, kita
bertanya, alasan apa yg kita pakai untuk menyebut perintah Allah itu berat ?
dari segi waktu, misalnya, apakah waktu yg kita pakai untuk shalat akan
mengurangi produktivitas kerja kita? bandingkanlah waktu yg kita manfaatkan
untuk shalat dengan peredaran masa yg 24 jam dalam sehari semalam. Kenapa
sebagian orang sanggup membuat atau berbuat sesuatu yg tidak bermanfaat atau
menunda-nunda waktu dalam kegiatan sehari-hari, baik di rumah, di kantor,
sedangkan untuk beribadah kita tidak ada waktu ? Kalau kita menyadari bahwa
shalat yg kita laksanakan itu sebagai ibadah yg juga bisa mengendurkan
ketegangan-ketegangan karena sibuk bekerja atau karena menghadapi berbagai
persoalan rumit, rasanya mustahil orang tsb akan menyia-nyiakan shalat.
Bagaimana pula dengan kewajiban-kewajiban yg lain, seperti puasa, zakat dan
haji ? Apakah puasa itu mesti dilakukan oleh orang yg dalam kesulitan, seperti
sakit, atau dalam perjalanan, atau wanita menyusui, atau wanita hamil atau
wanita yg sedang haid atau orang yang sudah terlalu tua ? jawabannya adalah
puasa itu wajib atas orang-orang yg sehat, serta diberikan keringanan bagi
siapa saja yg mempunyai uzur (karena bau tanah eh udah tua atau dalam
perjalanan jauh). Bagaimana dengan zakat atau pun haji ? Zakat ataupun haji
hanya dibebankan kepada orang-orang yang memenuhi persyaratan-persyaratan yg
ditentukan syara. Kalau seorang sudah memenuhi persyaratan, tidak ada alasan
baginya untuk mengabaikan pembayaran zakat atau penunaian ibadah haji, walaupun
orang itu secara lahiriah tidak layak menurut penilaian manusia. sebaliknya,
bila seseorang secara lahiriah memiliki kemampuan, tetapi belum mampu menurut
persyaratan yang ditetapkan syara, tidak ada kewajiban atas dirinya.
disinilah letak kandungan makna dari dari sabda Rasulallah Saw. yg
diriwayatkan oleh Bukhari, Nasa'i dan Ahmad bin Hambal, yang menyebutkan
"Sesungguhnya agama Islam ini adalah mudah".
Kemudahan itu terletak pada nilai beban tugas yg mampu kita lakukan, bukan
mudah alam arti dipermudah-mudah.
Kalau diatas kita melihat aspek ajaran Islam dalam perihal kewajiban yg mesti
dilakukan, marilah kita melihat sejenak kepada aspek-aspek yang dilarang. Kita
bertanya, apakah semua yg diharamkan Allah berarti suatu perbuatan itu secara
logis dapat kita tinggalkan? Jawabanya "Ya".
Apa saja yg dilarang Allah, maka larangan itu pastilah berada dalam batas
kewajaran. Artinya, orang pasti mampu meninggalkan larangan-larangan yg
ditentukan Allah, kalau ia mau. Perbuatan seperti zina, berjudi, minuman keras,
membunuh, menipu, mencuri, menganiaya orang, mempersulit orang lain, dan
berbagai perbuatan tercela lainnya yang dilarang agama, pastilah sesuatu
perbuatan yang berada dalam kadar kesanggupan kita untuk menjauhinya. Hanya
orang yang "gila" saja yg hanya berkata bahwa dirinya tak kuasa untuk
meninggalkan perbuatan yang tidak dicintai Allah.
Dari contoh-contoh tsb diatas, kita bisa kembangkan pengertian dan pemahaman
kita terhadap ajaran Islam itu dalam segala segi kehidupan. Dengan ini pula
kita bisa katakan disinilah salah satu bukti akan kesempurnaannya. Rasulallah
Saw. bersabda dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Ahmad
yang artinya : "Agama yg dicintai Allah adalah agama yang lurus lagi lempang".
Dalam al Qur'an surat al-Hajj ayat 78, Allah berfirman : "Allah tidak
menjadikan sesuatu kesukaran bagimu dalam beragama".
Terakhir, melalui uraian tulisan ini, marilah kita simak pesan Rasulallah
Saw. kepada Muaz bin Jabal ketika sahabat ini diutus menjadi qahdi di negeri
Yaman :
"Beri kemudahanlah mereka, jangan persulit ! Beri kabar gembiralah mereka,
jangan ditakut-takuti ! Jadilah kamu semua sebagai hamba Allah yang bersaudara".
Ya Allah yang membolak-balikan hati tetapkanlah hati kami atas agama-Mu, dan
janganlah Engkau palingkan kami meskipun hanya sekejap saja.
Wassalamualiaikum wr. wb.
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/