*********************** Your mail has been scanned by Chandra Asri InterScan. ***********-***********
: ) ------------------------------------------------------------ Usman Chaniago, supir camat di Payakumbuh. Suatu Hari dia minta berhenti bekerja pada Bp.Camat. Alasan dia karena akan mencoba mengadu nasib merantau ke Jakarta. Di Jakarta mula-mula dia bekerja sebagai tukang kantau di Tanah Abang. Dia terbilang amat rajin dan Ulet dalam bekerja. Setelah terkumpulkan sedikit demi sedikit modal, Dia mencoba untuk usaha sendiri. Dia mulai menggelar dagangan di pinggiran jalan Tanahabang. Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian.... Dia berhasil memiliki kios kain di dalam pasar, Merasa sudah semakin berhasil Dia pun ingin berkeluarga. Hampir 3 Tahun sudah dia menikah dan memiliki 2 anak. Tahun ini dia membangun rumah di Depok, di lingkungan perumahan dosen UI. Di Komplek tersebut Dia cukup terpandang karena rumahnya yang lebih besar serta banyak orang komplek menaruh perhatian pada dirinya, namun.... Ada hal yang membuat-nya agak canggung, karena tetangganya semua akademisi,macam-macam gelarnya, ada Prof., ada PhD.dll. Usman merasa malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti tetangganya. Oleh sebab itu maka dibuatlah Papan naman dari perak, dipesan dari Kotogadang, dengan nama DR. Usman Chaniago MSc. Suatu ketika ayahnya datang berkunjung ke rumah-nya. Alangka bangga dia begitu melihat nama anaknya di papan nama depan rumah, kemudian dia bertanya dengan nada gembira dan bangga,(karena setahu dia, Usman hanya tamatan SMP dan setelah itu bekerja jd sopir dan hanya berdagang). Kata ayah Usman : Wah...wah.. Aba betul-betul bangga ini Usman, sampai terkejut dimana anak ambo kuliah, nie? * Dengan malu-malu Usman menerangkan gelarnya di papan nama: Ahh, Aba...!!! DR. Usman Chaniago MSc iko maksudnyo...... *Disiko Rumahnyo Usman Chaniago Mantan Supir Camat. <http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/message/8160;_ylc=X3oDMTJxYnI4OGhsBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzQ3NTM1NTgEZ3Jwc3BJZAMxNjAwMDQzNjk1BG1zZ0lkAzgxNjAEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTE1ODA1MjgwNA--> Re: masalah pencantuman title Posted by: "Heri Hendrayana H (Golagong)" <mailto:[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED] Mon Sep 11, 2006 6:53 pm (PST) Saya dengan teman2 RumahDunia bikin bendera Gong Media Cakrawala, dimaksudkan sebagai unit usaha. Lalu bikin BANTEN STAR. Ini juga cara menjaring "umat" baru untuk Rumah Dunia. Selama ini RD identik dengan orang susah. Nah, setelah terpilih 20 finalis, anak2 muda di BANTEN STAR yang ganteng dan cantik diajak kumpul di Rumah Dunia. Mereka tertarik dan sekarang mereka ikut jadi relawan. Mereka nanti akan jadi "public figure" atau "kehumasan" Rumah Dunia yang mengusung budaya literasi. Mereka juga akan siap menjadi relawan, mengajari anak-anak miskin yang datang ke Rumah Dunia. Mereka akan jadi "etalase" yang otaknya akan kami isi dengan literasi... Lalu, kami mau bikin film SAIJA ADINDA. Crewnya sineas muda Banten yang tergabung di Scene Ten dibawah komando PJ Audio Visual Rumah Dunia, Jack La Mota. Kami udah meyebar hampir seratusan proposal. Tapi, tak satupun yang trtarik. Para kapitalis Jakarta itu lenih suka menyuruh kita jadi operator, yang menjalankan ide-ide massal mereka. Ada produk telekomunikasi, mereka mau ngasih Rp. 1,5 jt tapi minta branding di acara. Mereka mau ngasih TV 14 inchi, juga minta branding. Ada yang nyuruh kita jualan produk mereka dan minta branding. Begitulah par pemodal dari Jkt. Justru para pemodal daerah (Banten) yang secara modal terbatas, mendukung kami. Distro 78, gerai pakaian membantu kami 1 jt. Restoran2 lokal (ayam bakar ciceuri, Bella resto cafe, pizza steak and italy, s rizky, dan ma haji) mendukung kami berupa konsumsi untuk syuting. Selain itu, tidak ada. Saya coba-coba nyebar sms ke para cagub; TS-Ben, Zul-MH, dan MM. Atut-M, Irsyad-S, saya nggak punya kontaknya. Saya meminta mereka mendukung gerakan budaya literasi lewat film SAIJA ADINDA ini dengan kisaran Rp. 1 jt - 5 jt. TS menjawab, "Saija Adinda yang ditulis oleh Max Havelaar sudah melukai warga Lebak. Itu jawaban khas priyayi. Saya jawab, "Adipati Kartanegara di Max Havelaatr tak ubahnya seperti jawara Banten masa kini, menindas rakyat." Tiba-tiba hp saya berdering, "Saya, Zuel! Ana suka baca novel-noveng antum!" Saya tanya, "Zuel mana nih?' Dia tertawa, "Zuel cagub Banten." Hahaha.... Dan dia nyumbang secara Pribadi Rp. 1 jt. Alhamdulillah... Tetap semangat gg [Non-text portions of this message have been removed] Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
