MENGENAL SOSOK H.TRYANA SYAM'UN
Dalam sebuah rapat penting yang dihadiri para tokoh masyarakat Banten pada
tanggal 4 February 2000, TRYANA SYAM'UN secara bulat dipercaya sebagai Ketua
Umum Badan Koordinasi Pembentukan Propinsi Banten (BKPPB). Melalui organisasi
ini, TRYANA SYAM'UN...tentu dengan dukungan tokoh dan lapisan masyarakat
Banten, memimpin perjuangan mewujudkan cita-cita yang lama tertunda, akibat
rintangan politik ketika itu, yaitu "MENDIRIKAN PROVINSI BANTEN".
Allhamdulillah, berkat tekad dan ijin Allah ST, cita-cita itu terlaksana.
Banten resmi berdiri sebagai provinsi pada tanggal 4 Oktober 2000.
Menunjuk figure TRYANA SYAM'UN untuk memimpin pembentukan Provinsi Banten,
tentu bukan tanpa alasan. Pada diri putra pasangan H.Tubagus Masduki dari
Kadupeusing dan Hj.Baonah dari Kadumerak (Pandeglang), tersimpan kombinasi
beberapa sifat positif yang diperlukan, kedermawanan, taat beragama, pintar,
memiliki watak kepemimpinan, peduli terhadap rakyat kecil dan masa depan bangsa
dan negaranya.
Terlahir dari lingkungan keluarga dengan latar dua wajah budaya Banten (Ulama
dan Jawara), TRYANA SYAM'UN kecil, seperti layaknya anak-anak masyarakat Banten
ketika itu, banyak menghabiskan waktunya belajar mengaji dan pencak silat,
selain belajar di sekolah dasar dan madrasah. Pengalaman ini kelak menjadi
modal penting TRYANA SYAM'UN bergaul secara akrab dengan para ulama dan jawara,
dua kekuatan pada masa lampau bekerja saling bahu-membahu melindungi rakyat
Banten, melawan kekuatan jahat penjajah dan penjarah. "Keliru besar, jika ada
orang yang mempersamakan jawara dengan segala bentuk kekerasan, apalagi yang
merugikan rakyat. Jawara sejatinya bukan preman". Hanya oknum yang tidak
bertanggung jawab ketika peran jawara disalahgunakan.
Usai menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah (di Lebak), Tryana Syam'un
melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Jakarta, hingga menamatkan gelar
kesarjanaan di bidang Ekonomi. Sadar untuk segera hidup mandiri, iapun mulai
belajar bekerja. Beliau memulai karirnya di dunia perbankan khususnya di City
Bank, sebuah bank terkemuka. Namun dalam perkembangan lebih lanjut, dengan
didasari bakat-bakat kewirausahaan yang dimilikinya, TRYANA SYAM'UN berhenti
bekerja saat berada di puncak karirnya, sebagai bankir professional dan
merintis kegiatan bisnis.
Sepak terjang dan kerja keras TRYANA SYAM'UN sejak usia mudanya, mengantarkan
putra Asli Banten ini tumbuh menjadi pengusaha sukses dan tahan banting.
Terbukti ketika sejumlah perusahaan yang dipimpinnya sempat sempoyongan
dihantam badai krisis, Tryana Syamun dan kongsinya berhasil memulihkannya
kembali.
Sukses TRYANA SYAM'UN dengan setumpuk kesibukannya di dunia bisnis, tidak
membuat kepeduliannya terhadap masyarakat menjadi luntur, karena pada dasarnya
TRYANA SYAM'UN adalah juga seorang aktivis kemasyarakatan. Ini dibuktian dengan
keterlibatannya di berbagai organisasi, yang sebagian besar beliau sendiri
turut terlibat mendirikannya. Beliau menjadi Pendiri dan Ketua Umum Assosiasi
Leasing/Lembaga Keuangan Indonesia, Wakil ketua Asosiasi Leasing/Lembaga
Keuangan Asia dan Australia, Anggota Penasehat Majelis Nasional KAHMI, Ketua
Umum Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten, Anggota Pendiri dan Pembina
Yayasan Saija dan Adinda (Lebak), Anggota Pendiri dan Pembina Yayasan Sumur
Tujuh (Pandeglang), Pendiri dan Ketua Umum Dynamika Study Club, Ketua Umum
Forum Komunikasi dan Kerjasama Usahawan Serantau, dan sebagainya.
Kini pada usianya yang memah tidak muda lagi, TRYANA SYAM'UN tak lagi banyak
disibukan oleh perkara teknis perusahaan. Sebagian besar perusahaan yang
dimilikinya atau perusahaan-perusahaan dimana beliau berkongsi, telah
dipercayakan kepada tenaga-tenaga muda professional. Beliau hanya duduk sebagai
Komisaris Utama atau Dewan Komisaris. Dengan demikian jika diridhoi oleh Allah
SWT, beliau berniat untuk memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat Banten.
MENGAPA BERNIAT JADI GUBERNUR
Kalau semata kemewahan jabatan yang dikejarnya, banyak orang menganggap Tryana
Syam'un adalah orang pertama yang dipilih menjadi Gubernur Banten, lima tahun
yang silam. Ketika itu sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPRD membujuk agar
Tryana Syam'un maju sebagai calon gubernur. Opini Publik memihak dan memberi
peluang besar kepadanya, karena dinilai sukses menjadi ujung tombak memimpin
perjuangan pendirian Provinsi Banten.
Tetapi peluang itu, dengan segala kerendahan hati, beliau menolak lewat surat
terbuka yang khusus beliau kirimkan. Belakangan beliau mengemukakan "Tidak etis
rasanya kalau ketika itu saya harus jadi Gubernur, sebab kita, tentu saja denga
dukungan banyak pihak, baru saja berhasil memperjuangkan Banten menjadi
provinsi. Perasaan saya menolak karena tak ingin dibilang pamrih jabatan".
Kini, TRYANA SYAM'UN berketapan hati, berniat maju sebagai calon gubernur dalam
Pilkada Banten 2006, demi visi dan kepedulian yang ingin diperjuangkanya bagi
masa depan masyarakat Banten. Perjalanan lima tahun pemerintahan Banten
sekarang, cukup memberi TRYANA SYAM'UN kesadaran tentang banyak hal dari
provinsi ini yang harus dibenahi. Sumber Daya Manusia, Alam, dan Budaya Banten
yang sebenarnya sangat potensial, harus segera bisa diselamatkan lewat corak
kepemimpinan pemerintah yang lebih amanah, terbuka dan berorientasi kerakyatan.
"Kita hanya dapat melakukan perbaikan di Banten, jika kita berada di dalam
system, bukan di luar system".
Bagi beliau dua musuh bebuyutan bagi sebagian besar mayarakat banten, adalah
kemiskinan dan kebodohan. Dua musuh ini telah menenggelamkan ke lembah
ketertinggalan. Kondisi sebagian besar wilayah Banten, pada 61 tahun usia
kemerdekaan negeri ini, pada kenyataannya tidak beranjak jauh dari kondisi
jaman baheula. Kedua musuh Banten utama itu juga melukiskan ironi besar, sebab
sumber daya ekonomi Banten tidaklah buruk, dan jaraknya hanya "selemparan batu"
dari Ibu Kota Jakarta. Mungkin ada sesuatu yang salah menurut beliau.
TIGA PROGRAM UTAMA TRYANA SYAM'UN
1. Ekonomi : menciptakan sebanyak mungkin lapangan ekonomi, karena
mendapatkan pekerjaan dan kehidupan ekonomi yang layak adalah hak asasi setiap
warga yang dilindungi konstitusi. Pangangguran dan kemiskinan yang begitu
banyak di Banten, selain akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan, juga
akibat tidak efisiennya pengelolaan pembangunan di Banten. Menciptakan wilayah
Banten yg menyenangkan bagi para penanam modal/investor, merupakan cita-cita
bersama bagi seluruh rakyat Banten.
2. Pendidikan : meningkatkan kualitas dan jumlah sarana fasilitas
pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Secara formal jenjang
pendidikan yang ditempuh mencakup pendidikan dasar, menegah dan tinggi.
Pendidikan itu juga dilakukan secara informal, terutama yang berkaitan dengan
muatan local yang dimiliki Banten. Dalam bidang pendidikan tinggi, misalnya :
Banten selama lima tahun kedepan hendaknya memiliki satu perguruan tinggi yang
berkalober nasional (Center of Excellent) dengan bidang-bidang keilmuan yang
memiliki kegunaan praktis bagi pembangunan Banten.
3. Kesehatan : pembangunan pusat-pusat kesehatan masyarakat di setiap desa
dan rumah sakit utama di tingkat Provinsi, memerlukan tekad yang kuat dari
pemerintah daerah karena terkait langsung dengan hak dasar rakyat yang harus
dipenuhi. Adanya kasus gizi buruk yang dialami oleh masyarakat Banten,
menunjukan bahwa tidak semua angota masyarakat dapat mengakses layanan
kesehatan dengan mudah, karena kemiskinan, jarak yang jauh, jalan yang rusak
dan jumlah fasilitas yang terbatas.
VISI TRYANA SYAM'UN TENTANG MASA DEPAN BANTEN
Maysarakat Banten adalah bagian dari masyarakat dunia yang memiliki hak untuk
tumbuh dan berkembang menuju kehidupan yang lebih modern, sejahtera, dengan
tetap berpijak pada watak dan modal social serta budayanya. Untuk itu visi
pembangunan Banten kedepan haruslah memuat beberapa hal pokok sebagai berikut :
1. Banten baru, memerlukan sosok kepemimpinan yang sanggup merubah kultur
kerja birokrasi pemerintahan yang lebih sesuai dengan tantangan global:
professional, efektif dan efisien, amanah dan berorientasi melayani rakyat.
2. Untuk memperbesar pendapatan ekonomi Banten guna membiayai semua
sektor pembangunan di Banten, pemerintah harus mengambl langkah aktif menjalin
kerjasama ekonomi dengan jaringan investor (nasional dan asing). Karena
mengejar berbagai ketertinggalan pembangunan banten, tidak mungkin hanya
berbasis pada sumber-sumber konvensional pendapatan asli daerah (PAD).
3. Di bidang politik, pemerintah bersama-sama dengan kekuatan politik
lainnya harus menjalin hubungan yang saling menguatkan, untuk menegakkan
prinsip-prinsip kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab.
4. Pemerintah membangun hubungan dialogis dengan berbagai elemen
masyarakat, seperti : ulama, tokoh masyarakat, kalangan akademisi, LSP,
pers/jurnalis, pemuda, mahasiswa, budayawan, dan sebagainya. Karena pada
dasarnya, setiap langkah dan proses pembangunan di Banten, harus menjadi
pengalaman kolektif seluruh warga Banten.
5. Semangat keagamaan yang merupakan cirri khas masyarakat Banten, perlu
di-revitalisasi menjadi kekuatan untuk membanguna moral social yang luhur.
Karena itu segala bentuk pendidikan agama di Banten (madrasah,
pesantern,majelis taklim) harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan
Banten kedepan.
Salam,
Yusron Kamal
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/