----- Pesan Diteruskan ----
Dari: fuad alkatiri <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Rabu, 25 Juli, 2007 8:25:41
Topik: [the_untold_stories] Antara naik bahtera atau naik Gunung

Antara naik bahtera atau naik Gunung

Oleh : Fuad Alkatiri

Antara naik bahtera atau naik gunung adalah pilihan yang terdapat pada 
pelajaran n. Nuh 

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di  
antara  mereka seribu  tahun  kurang  lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa 
banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.(29:14) ) 

Visi n. nuh atas umatnya yang ditertawakan oleh umatnya karena membuat bahtera  
di tengah akal yang menyatakan tiada mungkin terjadi banjir besar, namun n.Nuh 
tetap setia dengan visinya dan tetap berdakwah. Hal berbeda dengan anak n. Nuh 

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh 
memanggil anaknya  - sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai 
anakku, naiklah  bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang 
yang kafir.,  Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang 
dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari 
ini dari azab Allah selain Allah  Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi 
penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang 
ditenggelamkan. (Huud:42-43) 

Apa yang dapat di ambil dari dua visi yang berbeda ? Pertama n.Nuh memiliki 
visi yang bertahan sampai masa dakwah beliau (950 tahun), sedangkan anaknya 
memiliki visi hanya sesaat saja. Dan yang patut di catat adalah hampir semua 
orang umum tidak menyangka bahwa banjir sedemikian hebatnya. 

Seandainya para ilmuwan, peneliti yang lebih mementikan rasio daripada iman 
saat ini yang bergelar profesor, doktor atau lainnya, berada pada jaman n.Nuh, 
maka hampir dapat dipastikan para cerdik pandai tidak akan percaya tentang visi 
n.Nuh. Dan dapat dipastikan bahwa mereka (kaum cerdik pandai) satu visi dengan 
anak n.Nuh, mengapa ?

Visi mereka tidak mampu meramalkan sampai 950 tahun kedepan dan hanya bisa 
antisipasi sesaat saja (ingat kasus lumpur lapindo, dimana para ilmuwan-pun 
belum bisa mengentikannya) . Ada apa dengan mereka para cerdik pandai saat ini 
? 

Mereka pasti tidak akan dapat memahami perintah-perintah seperti ayat dibawah 
ini :

Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit  berhentilah," dan 
airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan  dan bahtera itupun berlabuh di 
atas bukit Judi , dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ." (Huud:44) 

Ilmu mereka hanya terpaut pada rasio saja bahwa alam sedang bereaksi terhadap 
aksi yang terjadi, sama seperti kasus global warming yang melanda di banyak 
negara ( Selasa, 24 Juli 2007 12:10 WIBKorban Tewas Banjir dan Longsor Morowali 
57 Orang)

Banjir besar Nuh adalah Pelajaran Global

Antara rasio dan iman sebenarnya tidak bertentangan, namun karena banyak yang 
berbicara adalah dominan rasio maka sepertinya bertentangan, Allah secara tegas 
menunjukkan orang yang berpengetahuan adalah orang yang memiliki visi dan 
konsiten dengan visi itu. Bukanlah peramal, bukan pula dukun, namun n. Nuh 
adalah orang yang baik dan memiliki visi 

Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu , 
sesungguhnya nya  perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon 
kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui nya. Sesungguhnya Aku 
memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak 
berpengetahuan." (Huud:46)

Kaca mata iman menyatakan bahwa siapapun yang berbuat baik dan memiliki visi 
atas perbuatan baik itu dan konsisten akan hal itu, maka itulah orang yang 
berpengetahuan,  sedangkan orang yang tidak berbuat baik adalah selalu 
menyangkal akan tanda-tanda kebesaran Allah 

Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat 
kamu, melainkan  seorang manusia  seperti kami, dan kami tidak melihat 
orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara 
kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu 
kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang 
yang dusta". (Huud:27) 

Mereka menyepelakan terhadap orang yang memiliki visi dan memandang rendah 
terhadap para pengikutnya dan menantang dengan bukti :

Berkata Nuh: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti 
yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat 
itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu 
tiada menyukainya?" (Huud:28) 

Sekali lagi Nuh adalah orang yang berakal diantara kaumnya dan nuh bukanlah 
orang yang mengetahui barang ghoib 

Dan aku tidak mengatakan kepada kamu : "Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan 
kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib ", dan tidak  aku 
mengatakan: "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku 
mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: 
"Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah lebih 
mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu 
benar-benar termasuk orang-orang yang zalim. (huud:31) 

Akhirnya banjir besar nuh menjadi pelajaran global atas umat manusia, kisah 
seorang nabi yang memiliki visi dan ditertawakan atas visi itu karena tidak 
masuk akal 

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan 
meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, 
maka sesungguhnya kami  mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek . 
(Huud:38) 

Namun Allah berkehendak bahwa nuh-lah yang benar dan menjadi pelajaran bagi 
semua umat manusia agar selalu taat kepada Allah dan tidak memandang gejala 
alam itu bukanlah tanpa campur tangan Allah, tidak-lah ilmiah itu dapat 
menyelesaikan semua masalah manusia dan bukanlah tuhan itu hanyalah buatan akal 
yang tidak mampu menyelesaikan semua persoalan, namun Tuhan itu ada. Maka bagi 
kita saat ini harus benar-benar intropeksi jangan sampai terjebak bahwa bencana 
itu adalah hanya gejala alam saja sehingga lepas pelajaran Allah 

Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera  itu  dan  Kami 
jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (29:15)

Kisah Nuh sangat relevan dengan saat ini, dimana semua orang tampak baik, 
tampak berhati mulya dan tampaknya semua mampu di kerjakan oleh teknologi, 
namun jika di pikir secara hati jernih dan mendalam, justru penjelasan ilmiah 
dan rasional itulah kadang menjauhkan kita dengan ajaran Allah. 

Gempa bumi yogya 27-mei-2006 lalu membuktikan bahwa manusia tidaklah dapat 
mengambil pelajaranNya, terbukti tokoh kontroversial Mbah M sebagai penganut 
klenik di puja-puja, sedangkan pembawa peringatan gempa yogya, malah tenggelam 
tidak tampak sekali, maka pantaslah Sudah saatnya Pelajaran BerikutNya posting 
5-juli-2007 menjadi semakin tampak kelihatan 

Dimulai artikel  Meretas takdir : Di-ikuti maut banyak yang mengulas jatuh dari 
atas dan diperingatkan kembali cuplikan artikel yang diatas yang berbahaya

Dengan demikian sudah terpenuhi layar sosial menjadi layar alam, dimana sosial 
adalah penguasa yang ditampilkan suka menembak (kasus pasuruan) kemudian 
di-ikuti oleh banyak kejadian jatuh dari ketinggian, maka pada layar alam ini 
yang jatuh dari ketinggian adalah air hujan Dengan volume tertentu atau curah 
hujan yang tinggi, maka air laksana raksasa pembunuh yang datang dari atas, 
apalagi keadaan di bawah juga  Inilah barangkali hikmah yang air bermanfaat 
bisa berubah menjadi malapetaka sama halnya penguasa dapat pula bermanfaat 
dapat pula menjadi malapetaka

Kemudian berkali-kali jatuh di ITC ( Maut yang menjadi-jadi) dan kemudian di 
artikan oleh salah satu anggota milis ITC = "Ingatkan Tentang Cuaca" dalam 
artikel Adakah Arti Dari "ITC" Terakhir Wapres yang asli Sulawesi diberi 
peringatan kembali

Minggu, 08 Juli 2007 17:20 WIB Sumatera 'Tonggak Tuo' Tumbang di Hadapan Wapres 
(artikel Fenomena Aneh)


Tinggal menunggu saja apakah kita naik bahtera atau naik gunung ? sebab satu 
hal yang belum terjadi dengan membawa bencana yakni  Waspada badai gempa jepang 
. Catatan terakhir adalah Selasa, 24/07/2007 22:33 WIB Gempa 5,9 SR Guncang 
Sumatera

Dimana catatan setelah artikel Sudah saatnya Pelajaran BerikutNya posting 
5-juli-2007  adalah 

Gunung    (Senin (9/7) sekitar pukul 14.50 WIT Gamkonora Meletus)
Kapal Laut (10/7/2007 :  KM Wahai Star Tenggelam)
Bus-bus saling bertabrakan  (07/07/2007 12:39 WIB Bus Limas Terjun ke Jurang di 
Cianjur, 12 Orang Tewas)
Pesawat Udara Jatuh ( Senin, 23/07/2007 10:45 WIB Pesawat OV-10 Bronco Jatuh di 
Malang Saat Take Off)   dimana sebelumnya masih ingat kasus  munculnya kasus  
Jumat, 20/07/2007 13:31 WIB Heli TNI AU Jatuh 2005 Ditemukan, 4 Jasad Dibawa ke 
Jakarta Sabtu
Dan tidak kalah menarik dari fenomena pesawat ini adalah terdapat pesawat jatuh 
dengan banyak korban : " Musibah pesawat Brasil 'tewaskan 200'".

 Mengapa menarik ? semua telah di tuliskan bahwa sebelum Aceh2004  hal yang 
mirip terjadi (baca : Waspada badai gempa jepang ) kemudian sebelum Tsunami 
Pangandaran- pun 2006 lalu kejadian yang mirip terjadi  (Siklus –siklus yang 
aneh, Pesawat Sudah Jatuh )

Tentu tidak harus setiap pesawat jatuh merupakan malapetaka berikutnya,  namun 
faktor-faktor lain pun harus pula di ikutkan sehingga menangkap hikmah termasuk 
ayat - ayat quniyah  (baca : Menuju Keiklasan Diri dalam menangkap ayat 
Qauniyah )

Setelah mengetahui ayat qauniyah dan kemudian berharap dengan berdoa, maka 
berikutnya adalah mencegah bencana sehingga bencana itu bisa di cegah  (baca 
Mencegah bencana ).






      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/
Antara naik bahtera atau naik Gunung

Oleh : Fuad Alkatiri

Antara naik bahtera atau naik gunung adalah pilihan yang terdapat pada
pelajaran n. Nuh

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di
antara  mereka seribu  tahun  kurang  lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa
banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.(29:14))

Visi n. nuh atas umatnya yang ditertawakan oleh umatnya karena membuat
bahtera  di tengah akal yang menyatakan tiada mungkin terjadi banjir besar,
namun n.Nuh tetap setia dengan visinya dan tetap berdakwah. Hal berbeda
dengan anak n. Nuh

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan
Nuh memanggil anaknya  - sedang anak itu berada di tempat yang jauh
terpencil: "Hai anakku, naiklah  bersama kami dan janganlah kamu berada
bersama orang-orang yang kafir.,  Anaknya menjawab: "Aku akan mencari
perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata:
"Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah  Yang Maha
Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah
anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (Huud:42-43)

Apa yang dapat di ambil dari dua visi yang berbeda ? Pertama n.Nuh memiliki
visi yang bertahan sampai masa dakwah beliau (950 tahun), sedangkan anaknya
memiliki visi hanya sesaat saja. Dan yang patut di catat adalah hampir semua
orang umum tidak menyangka bahwa banjir sedemikian hebatnya.

Seandainya para ilmuwan, peneliti yang lebih mementikan rasio daripada iman
saat ini yang bergelar profesor, doktor atau lainnya, berada pada jaman
n.Nuh, maka hampir dapat dipastikan para cerdik pandai tidak akan percaya
tentang visi n.Nuh. Dan dapat dipastikan bahwa mereka (kaum cerdik pandai)
satu visi dengan anak n.Nuh, mengapa ?

Visi mereka tidak mampu meramalkan sampai 950 tahun kedepan dan hanya bisa
antisipasi sesaat saja (ingat kasus lumpur lapindo, dimana para ilmuwan-pun
belum bisa mengentikannya). Ada apa dengan mereka para cerdik pandai saat
ini ?

Mereka pasti tidak akan dapat memahami perintah-perintah seperti ayat
dibawah ini :

Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit  berhentilah," dan
airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan  dan bahtera itupun berlabuh di
atas bukit Judi , dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ."
(Huud:44)

Ilmu mereka hanya terpaut pada rasio saja bahwa alam sedang bereaksi
terhadap aksi yang terjadi, sama seperti kasus global warming yang melanda
di banyak negara (Selasa, 24 Juli 2007 12:10 WIBKorban Tewas Banjir dan
Longsor Morowali 57 Orang) <http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=42691>

Banjir besar Nuh adalah Pelajaran Global

Antara rasio dan iman sebenarnya tidak bertentangan, namun karena banyak
yang berbicara adalah dominan rasio maka sepertinya bertentangan, Allah
secara tegas menunjukkan orang yang berpengetahuan adalah orang yang
memiliki visi dan konsiten dengan visi itu. Bukanlah peramal, bukan pula
dukun, namun n. Nuh adalah orang yang baik dan memiliki visi

Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu ,
sesungguhnya nya  perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu
memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui nya. Sesungguhnya Aku
memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak
berpengetahuan." (Huud:46)

Kaca mata iman menyatakan bahwa siapapun yang berbuat baik dan memiliki visi
atas perbuatan baik itu dan konsisten akan hal itu, maka itulah orang yang
berpengetahuan,  sedangkan orang yang tidak berbuat baik adalah selalu
menyangkal akan tanda-tanda kebesaran Allah

Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak
melihat kamu, melainkan  seorang manusia  seperti kami, dan kami tidak
melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina
dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu
memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu
adalah orang-orang yang dusta". (Huud:27)

Mereka menyepelakan terhadap orang yang memiliki visi dan memandang rendah
terhadap para pengikutnya dan menantang dengan bukti :

Berkata Nuh: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti
yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi
rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya,
padahal kamu tiada menyukainya?" (Huud:28)

Sekali lagi Nuh adalah orang yang berakal diantara kaumnya dan nuh bukanlah
orang yang mengetahui barang ghoib

Dan aku tidak mengatakan kepada kamu : "Aku mempunyai gudang-gudang rezki
dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak
aku mengatakan: "Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku
mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu:
"Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka". Allah
lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau
begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim. (huud:31)

Akhirnya banjir besar nuh menjadi pelajaran global atas umat manusia, kisah
seorang nabi yang memiliki visi dan ditertawakan atas visi itu karena tidak
masuk akal

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan
meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami,
maka sesungguhnya kami  mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek .
(Huud:38)

Namun Allah berkehendak bahwa nuh-lah yang benar dan menjadi pelajaran bagi
semua umat manusia agar selalu taat kepada Allah dan tidak memandang gejala
alam itu bukanlah tanpa campur tangan Allah, tidak-lah ilmiah itu dapat
menyelesaikan semua masalah manusia dan bukanlah tuhan itu hanyalah buatan
akal yang tidak mampu menyelesaikan semua persoalan, namun Tuhan itu ada.
Maka bagi kita saat ini harus benar-benar intropeksi jangan sampai terjebak
bahwa bencana itu adalah hanya gejala alam saja sehingga lepas pelajaran
Allah

Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera  itu  dan  Kami
jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (29:15)

Kisah Nuh sangat relevan dengan saat ini, dimana semua orang tampak baik,
tampak berhati mulya dan tampaknya semua mampu di kerjakan oleh teknologi,
namun jika di pikir secara hati jernih dan mendalam, justru penjelasan
ilmiah dan rasional itulah kadang menjauhkan kita dengan ajaran Allah.

Gempa bumi yogya 27-mei-2006 lalu membuktikan bahwa manusia tidaklah dapat
mengambil pelajaranNya, terbukti tokoh kontroversial Mbah M sebagai penganut
klenik di puja-puja, sedangkan pembawa peringatan gempa yogya, malah
tenggelam tidak tampak sekali, maka pantaslah Sudah saatnya Pelajaran
BerikutNya <http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/742>posting
5-juli-2007 menjadi semakin tampak kelihatan

Dimulai artikel  Meretas takdir : *Di*-ikuti
maut<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/723>
banyak
yang mengulas jatuh dari atas dan diperingatkan kembali cuplikan artikel *yang
diatas yang 
berbahaya<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/727>
*

Dengan demikian sudah terpenuhi layar sosial menjadi layar alam, dimana
sosial adalah penguasa yang ditampilkan suka menembak (kasus pasuruan)
kemudian di-ikuti oleh banyak kejadian jatuh dari ketinggian, maka pada
layar alam ini yang jatuh dari ketinggian adalah air hujan Dengan volume
tertentu atau curah hujan yang tinggi, maka air laksana raksasa pembunuh
yang datang dari atas, apalagi keadaan di bawah juga  Inilah barangkali
hikmah yang air bermanfaat bisa berubah menjadi malapetaka sama halnya
penguasa dapat pula bermanfaat dapat pula menjadi malapetaka
*
*Kemudian berkali-kali jatuh di ITC (Maut yang
menjadi-jadi<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/728>)
dan kemudian di artikan oleh salah satu anggota milis ITC = "Ingatkan
Tentang Cuaca" dalam artikel Adakah Arti Dari "*ITC*"
<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/730>Terakhir
Wapres yang asli Sulawesi diberi peringatan kembali
Minggu, 08 Juli 2007 17:20 WIB Sumatera
<http://www.media-indonesia.com/rubrik/subrubrik.asp?id=16&cat_id=4>'Tonggak
Tuo' Tumbang di Hadapan Wapres (artikel Fenomena
Aneh<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/743>
)


Tinggal menunggu saja apakah kita naik bahtera atau naik gunung ? sebab satu
hal yang belum terjadi dengan membawa bencana yakni  Waspada badai gempa
jepang <http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/746> .
Catatan terakhir adalah Selasa, 24/07/2007 22:33 WIB *Gempa 5,9 SR Guncang
Sumatera*<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/24/time/223305/idnews/809007/idkanal/10>

Dimana catatan setelah artikel Sudah saatnya Pelajaran
BerikutNya<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/742>posting
5-juli-2007  adalah

  - Gunung    (Senin (9/7) sekitar pukul 14.50 WIT Gamkonora
Meletus)<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/745>
  - <http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/745>Kapal
  Laut (10/7/2007 :  KM Wahai Star
Tenggelam<http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=41987>
  )
  - Bus-bus saling bertabrakan  (07/07/2007 12:39 WIB *Bus Limas Terjun
  ke Jurang di Cianjur, 12 Orang
Tewas*<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/07/time/123957/idnews/802198/idkanal/10>
  )
  - Pesawat Udara Jatuh ( Senin, 23/07/2007 10:45 WIB *Pesawat OV-10
  Bronco Jatuh di Malang Saat Take
Off)*<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/23/time/104547/idnews/808157/idkanal/10>
  dimana sebelumnya masih ingat kasus  munculnya kasus  Jumat,
  20/07/2007 13:31 WIB *Heli TNI AU Jatuh 2005 Ditemukan, 4 Jasad Dibawa
  ke Jakarta 
Sabtu*<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/20/time/133102/idnews/807435/idkanal/10>

Dan tidak kalah menarik dari fenomena pesawat ini adalah terdapat pesawat
jatuh dengan banyak korban : "Musibah pesawat Brasil 'tewaskan
200'<http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/07/070718_brazilcrash.shtml>
".

Mengapa menarik ? semua telah di tuliskan bahwa sebelum Aceh2004  hal yang
mirip terjadi (baca : Waspada badai gempa
jepang<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/746>)
kemudian sebelum Tsunami Pangandaran-pun 2006 lalu kejadian yang mirip
terjadi  (*Siklus* –siklus yang *aneh*, Pesawat Sudah
Jatuh<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/73>)

Tentu tidak harus setiap pesawat jatuh merupakan malapetaka berikutnya,
namun faktor-faktor lain pun harus pula di ikutkan sehingga menangkap hikmah
termasuk ayat - ayat quniyah  (baca : Menuju Keiklasan Diri dalam menangkap
ayat Qauniyah <http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/367>)

Setelah mengetahui ayat qauniyah dan kemudian berharap dengan berdoa, maka
berikutnya adalah mencegah bencana sehingga bencana itu bisa di cegah  (baca
Mencegah bencana<http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/message/468>).

Kirim email ke