Kawan semua,

Biasanya orang pergi ke luar negeri (LN) karena tugas sebagai diplomat, 
diundang seminar internasional, kuliah atas beasiswa atau jalan-jalan pake duit 
dari kocek sendiri.

Soal Hawaii ini harus diperjelas. Termasuk yang mana? Saya sering bingung, 
kenapa di negeri ini kalo ada tugas ke luar negeri selalu diembel-embeli "dan 
rombongan". Bahkan kalo sekelas Gubernur ke LN aja harus diiring-iring kayak 
mau seserahan pangantenan aja.

Kalo memang untuk simposium soal Tsunami, harusnya Kepala BMG (1 person) dan 
Gubernur (1 person), mgkin ajudan yang jago bahasa inggrislah, karena pan 
ambtenar kita gak semua bisa cas-cis-cus pake bahasa kafiran. Jadi total cuma 3 
orang aja yang berangkat. Costnya kan lebih murah. Taruh semisal tiket pesawat 
utk 1 person (@2300 USD PP) x 3 orang = 6.900 USD = Rp. 62.100.000 (asumsi 
dollar Rp9 ribu). Trus untuk makan per orang ambil semisal @1000 USD x 3 person 
= Rp.27 juta. Hotel 5 ribu dollar = 45 juta. Jadi total = Rp.134.100.000. Sok 
tah, gak nyampe 200 juta-juta acan. Murah pan. Tapi bukan berarti saya punya 
travel agent lho..wekekekekeek

Jangan segala macem kebiro perlengkapan dibawa, sakalian aja atuh opis boy 
diajak, supaya bisa melihat dunia luar. Tibum juga diajak, supaya bisa liat 
Baywatch di Hawaii. Sapa tahu nanti Tibum mau melebarkan sayap jadi baywatch di 
Karangantu?? wekekekekekek...Pan jadi bengkak anggarannya. 

Saya mah geli bin geleuh baca beritanya juga. Keliatan katronya. Aji mumpung 
mau ke LN, briiiiingg miluuuu kabeh... biar pulang bisa petantang-petenteng 
obral omon sama sodara di kampung baru pulang dari LN. Padahal mah duit 
rakyat!!! Deuuuhh Gustiiiii....nyuhunkeun panghampura yeuuuhhh...

Tabik,

Bonnie Triyana

publikasi banten <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
www.bantenlink.com
  edisi : 5 September 2007
   
  Curiga Pembengkakan Pos Luar Negeri Untuk Tutupi Biaya Ke Hawai
   
            Serang — Yayat Suhartono, anggota Panitia Anggaran DPRD Banten 
mencurigai pembengkakan pos anggaran ke luar negeri dari Rp 409 juta menjadi Rp 
1,052 miliar untuk menutupi biaya kunjungan Gubernur Banten dan rombongannya ke 
Hawai, belum lama ini.
      Oleh : Hambali / Jaenal Abidin
      Pembengkakan anggaran itu terjadi dalam usulan perubahan Anggaran 
Pendapatan Belanja (APBD) Banten 2007 yang tengah dibahas di DPRD Banten. 
Anggaran itu terdiri dari kegiatan peratma sebesar Rp 409 juta dan kedua Rp 643 
juta.
  “Usulan anggaran untuk fasilitasi kunjungan ke luar negeri bertambah dari 
Rp409 juta menjadi satu miliar lebih, setelah ada rencana baru yang diajukan 
Pemprov Banten kepada Panitia Anggaran DPRD Banten," kata Anggota Panitia 
Anggaran (Panang) DPRD Banten Yayat Suhartono, Selasa (4/8).
  “Soalnya, dalam APBD 2007 murni, tidak ada alokasi anggaran untuk 
fasilitasi kunjungan ke luar negeri, sementara mereka tidak mungkin menggunakan 
biaya sendiri,” katanya. Sebenarnya, ia mengaku mempersilahkan anggaran 
sebesar Rp409 juta itu masuk dalam perubahan APBD 2007, tapi, kalau Pemprov 
Banten memaksakan, anggaran itu untuk menutupi biaya ke Hawai, asal berani 
menanggung resikonya jika nanti menjadi temuan.
   “Kalau berani menanggung resikonya, silahkan saja, karena sebenarnya itu 
sudah melanggar aturan,” ujarnya. Sedangkan usulan yang baru masuk sebesar 
Rp643 juta itu direncanakan untuk membiayai para pejabat Pemprov Banten beserta 
pimpinan DPRD Banten yang akan berkunjung ke Negeri Cina guna menyaksikan 
pameran Cina Asean Ekspo 2007.
  “Anggaran yang baru diusulkan itu dimasukan pada Dinas Perdagangan, 
Perindustrian dan Koperasi atau Disperindagkop. Usulannya baru dimasukan 
kemarin, tetapi salah seorang pimpinan Sadeli Karim sudah menolaknya,” kata 
dia.
  Dalam pembahasan Panang sendiri, usulan kedua anggaran itu belum dibahas 
maksimal, namun ia mengaku kemungkina besar akan lolos masuk dalam perubahan 
APBD 2007 ini. 
  “Sebenarnya tidak perlu lagi ada kegiatan seperti itu, Pemprov Banten sudah 
beberapa kali mengikuti acara serupa, namun hasilnya tidak jelas dan terkesan 
hanya jalan-jalan untuk menghamburkan anggaran saja,” katanya.
  Sebelumnya, Kunjungan ke Hawai masih dipersoalkan oleh sejumlah Lembaga 
Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM).  
Mereka akan mengadukan ke aparat hukum secara bertingkat, artinya melaporkan 
dari pihak kepolisian sampai ke Kejagung. 
  Mereka menilai, di luar Gubernur Banten, Bupati Serang, Walikota Cilegon 
(Walikota Cilegon sendiri, akhirnya tidak jadi berangkat), dan unsur Badan 
Meterologi dan Geofisika (BMG), tidak jelas karena USAID hanya mengundang empat 
orang. Diluar itu, ada beberapa orang dipertanyakan, kepatutan dan kasapitas 
keberangkatan dan sumber pembiayaannya oleh ARM, mereka itu adalah Sekda Banten 
(pengganti walikota Cilegon), Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro 
Perlengkapan dan Kepala Biro Humas.
  “Diluar Gubernur, Bupati, dan  Walikota Cilegon, sumber pembiayaannya tidak 
diketahui, secara pasti, bila menggunakan APBD, hal itu bertentangan dengan 
prinsip-prinsip pertanggungjawaban keuangan,” kata Suhada, Direktur Eksekutif 
Aliansi Independen Peduli Publik, salah satu lembaga yang ikut dalam ARM. (nr)

  Klik disini untuk :
  Arsip Berita
  Sosialisasi RPJMD Banten 2007-2012
        

---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
     
                               

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke