Bener Bon .... pan bawa laptop donk itu para ketua dan ajudannya, atawa minimal bwa pleshdis ... jadi bisa menta softfile nya makalah yg dipresent. Ulah hilap bawa handykem atawa kamra dig ... (mun boga) nahh .. pas pulang nya eta gambar-gambar atawa file-file na bisa disebarluasken di banten ka para punggawa na... simpel kan ...
salam, ----- Original Message ---- From: Boni Triyana [EMAIL PROTECTED] Kawan semua, Biasanya orang pergi ke luar negeri (LN) karena tugas sebagai diplomat, diundang seminar internasional, kuliah atas beasiswa atau jalan-jalan pake duit dari kocek sendiri. Soal Hawaii ini harus diperjelas. Termasuk yang mana? Saya sering bingung, kenapa di negeri ini kalo ada tugas ke luar negeri selalu diembel-embeli "dan rombongan". Bahkan kalo sekelas Gubernur ke LN aja harus diiring-iring kayak mau seserahan pangantenan aja. Kalo memang untuk simposium soal Tsunami, harusnya Kepala BMG (1 person) dan Gubernur (1 person), mgkin ajudan yang jago bahasa inggrislah, karena pan ambtenar kita gak semua bisa cas-cis-cus pake bahasa kafiran. Jadi total cuma 3 orang aja yang berangkat. Costnya kan lebih murah. Taruh semisal tiket pesawat utk 1 person (@2300 USD PP) x 3 orang = 6.900 USD = Rp. 62.100.000 (asumsi dollar Rp9 ribu). Trus untuk makan per orang ambil semisal @1000 USD x 3 person = Rp.27 juta. Hotel 5 ribu dollar = 45 juta. Jadi total = Rp.134.100.000. Sok tah, gak nyampe 200 juta-juta acan. Murah pan. Tapi bukan berarti saya punya travel agent lho..wekekekekeek Jangan segala macem kebiro perlengkapan dibawa, sakalian aja atuh opis boy diajak, supaya bisa melihat dunia luar. Tibum juga diajak, supaya bisa liat Baywatch di Hawaii. Sapa tahu nanti Tibum mau melebarkan sayap jadi baywatch di Karangantu?? wekekekekekek. ..Pan jadi bengkak anggarannya. Saya mah geli bin geleuh baca beritanya juga. Keliatan katronya. Aji mumpung mau ke LN, briiiiingg miluuuu kabeh... biar pulang bisa petantang-petenteng obral omon sama sodara di kampung baru pulang dari LN. Padahal mah duit rakyat!!! Deuuuhh Gustiiiii... .nyuhunkeun panghampura yeuuuhhh... Tabik, Bonnie Triyana publikasi banten <warta_banten@ yahoo.co. id> wrote: www.bantenlink. com edisi : 5 September 2007 Curiga Pembengkakan Pos Luar Negeri Untuk Tutupi Biaya Ke Hawai Serang — Yayat Suhartono, anggota Panitia Anggaran DPRD Banten mencurigai pembengkakan pos anggaran ke luar negeri dari Rp 409 juta menjadi Rp 1,052 miliar untuk menutupi biaya kunjungan Gubernur Banten dan rombongannya ke Hawai, belum lama ini. Oleh : Hambali / Jaenal Abidin Pembengkakan anggaran itu terjadi dalam usulan perubahan Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) Banten 2007 yang tengah dibahas di DPRD Banten. Anggaran itu terdiri dari kegiatan peratma sebesar Rp 409 juta dan kedua Rp 643 juta. “Usulan anggaran untuk fasilitasi kunjungan ke luar negeri bertambah dari Rp409 juta menjadi satu miliar lebih, setelah ada rencana baru yang diajukan Pemprov Banten kepada Panitia Anggaran DPRD Banten," kata Anggota Panitia Anggaran (Panang) DPRD Banten Yayat Suhartono, Selasa (4/8). “Soalnya, dalam APBD 2007 murni, tidak ada alokasi anggaran untuk fasilitasi kunjungan ke luar negeri, sementara mereka tidak mungkin menggunakan biaya sendiri,” katanya. Sebenarnya, ia mengaku mempersilahkan anggaran sebesar Rp409 juta itu masuk dalam perubahan APBD 2007, tapi, kalau Pemprov Banten memaksakan, anggaran itu untuk menutupi biaya ke Hawai, asal berani menanggung resikonya jika nanti menjadi temuan. “Kalau berani menanggung resikonya, silahkan saja, karena sebenarnya itu sudah melanggar aturan,” ujarnya. Sedangkan usulan yang baru masuk sebesar Rp643 juta itu direncanakan untuk membiayai para pejabat Pemprov Banten beserta pimpinan DPRD Banten yang akan berkunjung ke Negeri Cina guna menyaksikan pameran Cina Asean Ekspo 2007. “Anggaran yang baru diusulkan itu dimasukan pada Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi atau Disperindagkop. Usulannya baru dimasukan kemarin, tetapi salah seorang pimpinan Sadeli Karim sudah menolaknya,” kata dia. Dalam pembahasan Panang sendiri, usulan kedua anggaran itu belum dibahas maksimal, namun ia mengaku kemungkina besar akan lolos masuk dalam perubahan APBD 2007 ini. “Sebenarnya tidak perlu lagi ada kegiatan seperti itu, Pemprov Banten sudah beberapa kali mengikuti acara serupa, namun hasilnya tidak jelas dan terkesan hanya jalan-jalan untuk menghamburkan anggaran saja,” katanya. Sebelumnya, Kunjungan ke Hawai masih dipersoalkan oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM). Mereka akan mengadukan ke aparat hukum secara bertingkat, artinya melaporkan dari pihak kepolisian sampai ke Kejagung. Mereka menilai, di luar Gubernur Banten, Bupati Serang, Walikota Cilegon (Walikota Cilegon sendiri, akhirnya tidak jadi berangkat), dan unsur Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), tidak jelas karena USAID hanya mengundang empat orang. Diluar itu, ada beberapa orang dipertanyakan, kepatutan dan kasapitas keberangkatan dan sumber pembiayaannya oleh ARM, mereka itu adalah Sekda Banten (pengganti walikota Cilegon), Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Perlengkapan dan Kepala Biro Humas. “Diluar Gubernur, Bupati, dan Walikota Cilegon, sumber pembiayaannya tidak diketahui, secara pasti, bila menggunakan APBD, hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip pertanggungjawaban keuangan,” kata Suhada, Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik, salah satu lembaga yang ikut dalam ARM. (nr) Klik disini untuk : Arsip Berita Sosialisasi RPJMD Banten 2007-2012 Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com ____________________________________________________________________________________ Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz
