Salam, 
  saya sepakat dengan kang Fuad. Upaya untuk mempertahankan mencintai Al-Qur'an 
  harus dipertahankan. Tapi apakah harus mengahabiskan uang sebanyak itu??
  Dan kalau kang Hasyim amati, para pejabat itu seringkali memanfaatkan event 
ini. 
  Niatnya bukan lagi untuk mempertahankan, meskipun saya tidak ingin suudzon, 
  tapi pada kenyataannya ini adalah proyeks yang bisa mendatangkan uang  untuk 
kantong mereka
   
  Nuhun
  ajie
  
Fuad Hasyim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Gara2 MTQ-MTQ an itu, dulu saya bersemangat sekali belajar 
Al-Quran dan Qiro'ah, juga Hifdzil Qur'an (menghafal Al-Qur'an)...Qori2 seperti 
H. Chumaedi di Kasemen, H. Bahaudin di Kubang Apu, H. Sobri di Benggala jadi 
guru2 favorit saya, nggak perduli kalo untuk sampe ke sana saya mesti jalan 
kaki atau naik ojek tengah malem. Biasanya ke Kubang Apu (Terondol) memang 
harus tengah malem untuk ngejar pelajaran qira'ah ba'da sholat subuh. Apalagi 
sebelum subuh kadang2 ada acara "gegurah", yaitu acara membersihkan hidung dan 
tenggorokan memakai "lerek", sejenis akar2an yang ditumbuk dan cairannya di 
masukkan melalui hidung. Gegurah biasanya dilakukan agar kotoran2 di hidung dan 
tenggorokan bisa dikeluarkan sehingga suara kita enteng dan bisa mencapai 
nada-nada tinggi...
   
  Kenapa bersemangat sekali? Karena saya ingin seperti qori2 itu, mampu membaca 
dan menghafal Al-Quran dengan tajwid yang betul, suara yang merdu dan lagu yang 
indah. Hati ini selalu tergetar setiap kali mendengarkan mereka melantunkan 
ayat2 suci itu. Atau saya selalu terkagum2 dan terinspirasi memperhatikan 
seorang hafidz anak2 atau seorang tuna netra mampu menghafal Al-Quran 10 Juz, 
20 Juz, 30 Juz dengan sangat baik...Dan saya yakin saya tidak sendirian.....
   
  Saya tidak hendak mengingkari adanya pemborosan2 yang 'mungkin' masih ada di 
sana-sini dan karenanya perlu dibenahi. Saya hanya hendak mengatakan, bahwa 
kegiatan2 seperti MTQ ini layak untuk dipertahankan, sebagai 'salah satu' upaya 
melahirkan generasi2 baru yang mencintai Qur'an..apalagi ditengah2 zaman yang 
kian hari kian berat seperti sekarang...
  
 
  ----- Pesan Asli ----
Dari: Ibnu Adam Aviciena <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]; wongbanten <[email protected]>
Terkirim: Sabtu, 16 Febuari, 2008 6:33:40
Topik: [WongBanten] MTQ di Banten menghabsikan uang

    Radar Banten:
Setelah melalui pembahasan, dana tambahan untuk kegiatan Musabaqah Tilawatil 
Quran (MTQ) Nasional XXII tahun 2008 menjadi Rp 12 miliar lebih. Padahal 
sebelumnya, kekurangan anggaran diperkirakan hanya Rp 11 miliar. Hal itu 
disepakati Panitia MTQ Nasional, Pemprov dan DPRD Banten dalam pertemuan yang 
digelar di Bogor, Kamis (14/2) malam lalu. Dengan demikian total anggaran 
penyelenggaraan MTQ Nasional XII tahun 2008 Rp 43,7 miliar. 

Komentar: Kalau uang sebanyak itu digunakan untuk membangun perpustakaan di 
Banten, saya kira manfaatnya akan terasa sangat panjang. Ribuan buku bisa 
dibeli, setiap orang bisa mengambil manfaat yang ada pada buku itu. Sementara 
Tauifik Nuriman yang berjanji akan membangun perpustakaan dan gedung kesenian 
serang sampai hari ini masih belum jelas. Atut juga pernah berjanji akan 
membangun perpustakaan. 
    
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.   


  



  
---------------------------------
  Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers  

                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke