Senang rasanya bisa bersosialisasi kembali dengan arsitek arsitek terkenal di 
indonesia, bahkan mancanegara, tema Munas Ikatan Arsitek Indonesia yang diambil 
kali ini adalah "Kebangkitan Arsitek Indonesia - Ikut Menata Masa Depan Negeri".

Momentum ini saya jadikan sebagai 'sumber energi' untuk menyelesaikan apa yang 
sudah saya mulai, yaitu membangun Eco Village Wong Banten (eVwb) di pesisir 
utara Banten.

Ke depan, kawasan ini akan saya jadikan pilot project untuk kawasan yang hemat 
energi, ramah lingkungan, dan tempat berkumpulnya komunitas yang peduli akan 
kelestarian bumi kita tercinta, baik dari arsitek, pelukis, seniman, pegiat 
lingkungan ataupun masyarakat lainnya.

Banyak inspirasi yang saya dapat dari munas IAI yang saya ikuti ini, presentasi 
"design urban for lifestyle" oleh M. Ridwan Kamil yang intinya bagaimana 
tanggung jawab seorang arsitek yang merupakan pelaku utama dalam menyelamatkan 
peradaban ini bisa berperan secara optimal dengan isu-isu yang strategis 
seperti global warming, green architecture dan recycle material untuk karya 
arsitektur.

Untuk tingkat regional, banten harus belajar banyak dengan kota Makassar, 
pemerintah provinsi nya sangat apresiatif sekali terhadap karya arsitektur, 
desain-desain banyak yang disayembarakan sehingga pilihan-pilihan desain yang 
bermutu bisa ditampilkan secara utuh.

Kota yang sangat demokratis di Indonesia adalah Kota Makassar, demikian 
komentar M. Ridwan Kamil dalam diskusinya, penataan pantai losari dimana 
masyarakatnya bisa bebas menikmati ruang publik tanpa dipungut biaya, berbeda 
sekali dengan kawasan ancol di Jakarta, atau Anyer di Banten. Ruang-ruang 
publik itu semuanya dikuasai kaum kapitalis sehingga masyarakat harus 
mengeluarkan cost extra untuk bisa menikmatinya.

Jadi tidak salah kalau kualitas hidup di jakarta yang nota bene merupakan salah 
satu wajah kota di Indonesia ini setiap tahunnya terus menurun menjadi 
peringkat 147, sedangkan dana yang telah dihabiskan untuk membangun property di 
kota-kota besar Indonesia tiga tahun terakhir ini lebih dari 150 trilyun, 
sebuah perbandingan yang sangat mencengangkan dan perlu menjadi perhatian 
khusus terutama untuk para pelaku pembangunan.

salam,
mukoddas syuhada





      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke