lihat komitmenya aja, ketika kampanye kan banyak obral janji. Kalau ada yang berjanji mau membangun bangsa berdiri dengan kekuatan kaki sendiri (BERDIKARI) bebas korupsi dan sangsi hukum yang keras kepada pelaku tindakan korupsi, pemerintahan bersih, kemudian kita perhatikan impelementasinya apa sesuai dengan komitmen awal sewaktu kampanye. Kalau gak sesuai cuman OMDO aja, mendingan kalau ketemu pemilu 5 tahun lagi ya...GOLPUT AJA, gak dosa toh, asalkan jangan memberontak kepada penguasa.
Slogan berdikari pernah dilontarkan oleh Bung Karno dulu "Berikan aku 100 putra terbaik bangsa, maka akan aku bangun bangsa ini menjadi SUPER POWER" he..he..he.. emah rada gede bukan rada gede malah pasti impeknya sangat besar terhadap bangsa ini, jika kita mengabaikan dan melawan doktrin dan dogma mainstream dunia. Tapi ada gak orang Indonesia yang mau melawannya, malahan sebaliknya otak-otak putra bangsa sudah dicuci untuk mengikuti aturan kaum kavitalis. ADAKAH ORANG INDONESIA YANG MAU JADI AGENT PERUBAHAN UNTUK BERDIKARI DEMI KEMANDIRIAN BANGSA INDONESIA. Kata orang Banten Selatan "SOK LAH MODAR-MODAR KADINYA, BATAN TERUS-TERUSAN DIPERES HALUS TEU KARASA TAPI RESIKONA SANGSARA TUNGGARA SALILANA, MENDINGAN HIRUP SANGSARA TUNGGARA SEREREA MELAAN NAGARA BARI AYA HASILNA " Meredekah eh..merdeka!!! (bari sirah jangar mikiran tagihan ronda, tagihan runtah jeung tetek bengek lainna, kopi beak, uyah beak, beas beak, minyak (gas) beak dahar karo uyah walah.....nacib..nacib) ________________________________ Dari: iip umar rifai <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 9 Desember, 2008 14:17:02 Topik: Re: Bls: Bls: [WongBanten] Sepertinya Boleh Juga Tuh! Kang Saprudin, Gimana kita bisa tahu kalau ada pemimpin yang demikian? bagaimana mendukungnya? 2008/12/9 Sp Saprudin <[EMAIL PROTECTED] co.id> .... Satu lagi yaitu kalau ada pemimpin yang mau merubah image bangsa kita sebagai bangsa tukang jahit menjadi bangsa yang mandiri, walau apapun konsekuensi nantinya, maka perlu didukung, maka saya coblos hidungnya. Selagi para pemimpin bangsa kita masih jadi sapi perahan pihak asing, selagi bangsa kita tunduk kepada doktrin2 dan dogma2 pihak asing, maka menurut pandangan saya "jika saya mencoblos sama saja dengan menyetujui berlangsungnya homogenisme asing dibumi pertiwi ini". Jadi pemilu lima tahunan hanya ajang pesta pora para don yuan dan kaum borjuis dan tertawa diatas penderitaan rakyat.. Berapa milyar uang yang dikeluarkan untuk pesta demokrasi itu? Ini juga masih dikorupsi. Penyelenggara pemilu aja gicu, apalagi pelaksana roda pemerintahan, lebih gicu, gicu deh!!! ___________________________________________________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru. Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
