pola tawar menawar tukang becak di solo dan jogja hampir sama: mereka seolah 
membiarkan penawar, penumpang untuk memberikan kepadanya berapa saja, terserah. 
tapi, untuk itu, anda jangan terlalu percaya. sebaiknya menawar, agar jelas 
duduk soalnya. sebab, belakangan ini di solo, misalnya, khususnya di terminal 
atau stasiun, sudah banyak tukang becak, lantaran kepepet ekonominya, bisa maen 
gencet. ada banyak pengalaman teman luar-solo dan luar-jogja cerita tentang hal 
itu.
sementara itu, hubungan antara tukang becak dengan perusahaan makanan atau 
batik, seperti juga travel agency, mereka memang memberikan tip kepada 
pengantar tamu yang membeli di toko atau perusahaan yang bersangkutan. di 
lingkungan travel agency, ada jalinan kuat antara perusahaan perjalanan yang 
mengantarkan khususnya orang asing dengan toko atau perusahaan batik, restoran, 
homestay atau hotel. mereka dapat sekian persen dari total yang dikeluarkan 
oleh turis asing  atau turis domestik. hal ini snangat menarik, betapa travel 
agency yang punya jaringan yang kuat, akan makin kuat mendapatkan jatah dari 
toko batik, restioran atau hotel atau homestay. demikian juga dengan tukang 
becak. 
banyak perusahaan kerajinan yang mempunyai jaolinan dengan peusahaan perjalanan 
dan tukang becak. saya punya pengalaman yang menarik. karena saya sering 
kedatangan seniman dari mancanegara dan menjadi host bagi mereka, banyak hotel 
yang menelpon saya; mereka menawarkan kepada saya sekian prosen. informasi ini 
lalu saya gunakan untuk kebutuhan teman-teman yang datang dari jakarta, 
misalnya ketika ada teman yang mau jagongan mantenan ke solo, mereka rombongan, 
dan nelpon dari jakarta, saya tunjukan sebuah hotel yang bisa memberikan diskon 
antara 10-20 prosen.
pada waktu yang lain, berulang kali saya mengantar teman-teman dari jepang, 
thailand atau taiwan dan canada serta negeri-negeri eropa, saya antarkan ke 
toko/perusahaan batik yang kualitasnya baik, dan saya kenal akrab. saya kaget, 
ketika teman-temkan seniman itu sudah selesai, lalu saya dipanggil oleh salah 
seorang pegawainya, dan diberikan amplop, dan makin kaget ketika saya buka, 
isinya uang ratusan ribu rupiah. 10 prosen dari total pembelian teman-teman 
saya. saya balik, dan saya sampaikan, bagaimana kalou uang itu ditukard engan 
beberapa lembar batik. mereka setuju, dan lalu batiknya saya bagikan kepada 
teman-teman itu. setelah kejadian itu, saya sampaikan kepada ibu sundari, 
bagaimana kalau tidak memberikan persen kepada saya, tapi memberikan harga yang 
lebih murah kepada teman-teman. bu sundari menganggap saya gaet.
di cirebon, saya juga mengalami hal yang sama ketika mengantar beberapa 
indonesianis berkunjung dan beli batik di daerah trusni.
pola hubungan antara gaet dengan perusahaan/toko batik atau makanan, restoran 
dan hotel atau homestay mirip dengtan travel agency. bedanya, ada gaet yang 
kondang yang memang seperti teken kontrak dengan perusahaan, mirop juga dengan 
travel agency.
hal itu terjadi akibat persaingan yang makin kuat, dan hal itu dimulai di bali, 
lalu menjalar ke jogja, solo, bandung.
jika anda bepergian ke bali, bandung, jogja, solo, dan bermalam untuk beberapa 
hari, dan dalam rombongan misalnya 4-5-6-7-8 orang, jangan ragu untuk 
menanyakan potongan, khususnya BUKAN pada hari liburan atau peak season, musim 
turis manca atau lokal.
PERKEMBANGAN INTERNET nampaknya agak mengubah. karena sekarang setiap hotel, 
restoran besar, perusahaan dengan manajemen yang baik, mereka memiliki situs, 
dan untuk itu, sudah lazim jika konsumen kontak langsung, dan bila perlu, 
karena tidak tatap muka, gak malu untuk tawar menawar.
tapi, soalnya lain, jika PEAK SEASON, siapapun bisa digenjleng!  dan bahkan 
hotel, restoran, serta travel agency pasang tarip yang lumayan tinggi.
saya pikir, ada baiknya gagasan ECO VILLAGE, untuk mengembangkan informasi 
tentang lingkungannya, disamping eco village sendiri. karena kunjungan wisata 
seringkali sangat berkaitan. betapa indahnya jika eco village, masjid agung 
banten, klenteng banten, surosowan, tasikardi beserta lika liku makanan dan 
juga kehidupan amsyarakatnya.
dan untuk itu, memang membutuhkan benar manajemen opini atau publikasi, serta 
rancangan disain bukan hanya informasinya tapi juga disain program yang bisa 
disodorkan kepada konsumen.
untuk ECO VILLAGE, bila perlu dibikin sejenis citra yang EKSKLUSIF: suatu citra 
dan kualitas makanan dan lingkungan serta PENGALAMAN BERTAMBAK BAGI ORANG KOTA 
atau PENGALAMAN BAGAIMANA MENIKAMTI SESUATU DI LINGKUNGAN TAMBAK.
KARENA NAMANYA ECO VILLAGE, maka konsekuensi logisnya, benar-benar BUKAN HANYA 
CITRA TAPI JUGA WUJUD EKOLOGISNYA.
satu hal yang perlu kita belajar dari AQUA. tak pernah beriklan (kecuali 
setelah adanya persaingan yang kuat antar perusahaan ari minum), dan aqua 
muncul seiring dengan citra dan wujud polusi di wilayah perkotaan, polusi air, 
polusi lingkunganm polusi lainnya, dan kelas menengah atas membutuhkan sesuatu 
yantg bukan hanya bersih tapi juga higienis. dan AQUA melakukan counter 
terhadap citra dan wujud polusi itu: kebeningan dan kebersihan, kualitas air. 
(sayang sekarang, kalou kita olihat galon aqua, sudah kumuh. tahun 1980-an, 
awal 1990-an, tak ada galon aqua yang kumuh; setiap toko atau agen yang 
melamar, disaring dan diberi woksyop bagaimana menaruh galon, dan bagaimana 
membersihkannya, dan berapa meter jaraknya dari barantg=barang tertentu yang 
bisa mempengaruhi bau atau aroma air. pada taon 1980-an, manajemen aqua sangat 
ketat. ada laporan botol aqua yang kotor, maka manajemen memberikan bonus 
kepada pelanggan!)
semoga saja pengalaman anda selama perjalanan bisa inspiratif, dan ingin benar 
kapan-kapan kita bis akongko banyak soal eco village.
hhd. 


--- On Tue, 12/30/08, das albantani <[email protected]> wrote:
From: das albantani <[email protected]>
Subject: Re: [WongBanten] Antara Kota Surakarta dan Yogyakarta…., Banten..??
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 30, 2008, 9:14 AM










    
            tukang becak tadi cerita bahwa kalo dia mengantarkan wisatawan ke 
tempat2 seperti bakpia, dagadu atau lainnya, maka pas lebaran dikasih bonus 
oleh yg punya tuh tempat, dan setiap bulannya sering diberi hadiah...

nah dari cerita itu, saya kepikiran utk konsep pemberdayaan masyarakat di eco 
village salah satunya adalah seperti itu..



salam,

mukoddas syuhada



--- On Wed, 31/12/08, Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com> wrote:



> From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com>

> Subject: Re: [WongBanten] Antara Kota Surakarta dan Yogyakarta…., Banten..??

> To: wongban...@yahoogro ups.com

> Date: Wednesday, 31 December, 2008, 12:04 AM

> dapat inspirasi dari tukang becak??..waah naon tach kang

> das?/bisnis bikin becak(awas kamtib!!!).. heheh

> 

> 

> 

> 

> ____________ _________ _________ __

> From: das albantani <dasalbantani@ yahoo.com>

> To: wongban...@yahoogro ups.com

> Sent: Tuesday, December 30, 2008 11:58:14 PM

> Subject: [WongBanten] Antara Kota Surakarta dan

> Yogyakarta…., Banten..??

> 

> 

> sewaktu menuju yogyakarta lewat wonosobo-temanggung

> -secang-salatiga -boyolali- solo, saya menginap di kota

> surakarta, hanya semalam, namun ada yg menarik perhatian

> saya, tata kotanya sangat rapih, sesuai dgn slogannya

> sebagai kota budaya, memang baru pertama kali saya lewat

> solo dan itu pun hanya di jalan protokolnya sj, tp ckp utk

> menilai mslh penataan kotanya yg asri dan bersih,

> jalan-jalannya lebar, penghijauannya ada dan rindang sekali,

> pedestrian utk pejalan kaki pun tersedia dgn sangat baik dan

> nyaman, pagar2 bangunannya hampir seragam semua, bentuk

> atapnya hampir sama semua, baik itu tempat tinggal, mall,

> gedung kantor ataupun jasa lainnya...

> 

> untuk yogyakarta, cukup sering saya berkunjung, dan tidak

> ada perubahan sama sekali, mungkin tambah kumuh, msh ada

> orang2 yg tidur di emperan toko, sampah dimana-mana,

> jalan-jalan penuh dengan pedagang kaki lima dan angkutan

> tradisional, bahkan sampai mau makan bakmi godog di alun2

> saja nunggunya hampir 1 jam sambil ditemani pengamen dan

> pengemis yg silih berganti, mungkin itu bukti sebuah kota yg

> sangat demokratis sehingga semua masyarakatnya bebas untuk

> mencari nafkah...

> 

> dan..kota-kota di banten...?? mudah-mudahan ke depan lebih

> baik lagi

> 

> dapat satu inspirasi dari tukang becak,

> mukoddas syuhada

> 

> New Email addresses available on Yahoo!

> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new

> @ymail and @rocketmail. 

> Hurry before someone else does!

> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/



New Email names for you! 

Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 

Hurry before someone else does!

http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke